Penulis: Redaksi

  • Tak Mampu Beli Seragam SMK, Siswi Asal Cibeureum Dapat Bantuan Baznas Kuningan

    Tak Mampu Beli Seragam SMK, Siswi Asal Cibeureum Dapat Bantuan Baznas Kuningan

    KUNINGAN – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Kuningan menyalurkan bantuan kepada Silvi Agustina (16), siswi kelas X SMK Negeri 1 Luragung yang terkendala biaya pembelian seragam sekolah. Bantuan tersebut diserahkan langsung di kediamannya di Desa Kawungsari, Kecamatan Cibeureum, Kabupaten Kuningan.

    ​Sejak memasuki tahun ajaran baru pada awal Juli lalu, Silvi terpaksa mengenakan seragam bekas SMP ke sekolah. Hal ini terjadi karena keterbatasan ekonomi keluarga untuk membeli lima potong seragam SMK. Pihak sekolah sendiri memberikan batas waktu pemenuhan seragam hingga akhir Agustus.

    Baca juga: Pelajari Inovasi SIGAP dan ASIK, Baznas Kuningan Studi Tiru ke Baznas Majalengka

    ​Meskipun harus mengenakan seragam yang berbeda dari teman-temannya, Silvi tetap semangat menuntut ilmu. Setiap hari ia menumpang sepeda motor kawannya untuk menempuh perjalanan sejauh 20 kilometer menuju sekolah.

    ​”Alhamdulillah teman-teman di sekolah tidak ada yang menghina. Semuanya baik,” ujar Silvi saat ditemui di kediamannya.

    ​Keluarga Silvi tergolong kurang mampu. Ayahnya, Cecep Waluyo, bekerja serabutan, sementara ibunya, Sumiasih, tidak bekerja. Ibunda Silvi menuturkan bahwa putrinya selalu mengukir prestasi sejak duduk di bangku SMP dan memiliki tekad kuat untuk melanjutkan pendidikan.

    ​”Anaknya selalu masuk sepuluh besar. Dia sangat ingin sekolah, bahkan ingin lanjut sampai kuliah,” tutur Sumiasih.

    ​Merespons kondisi tersebut, Baznas Kabupaten Kuningan mendatangi rumah keluarga Silvi untuk memberikan bantuan biaya pembelian seragam. Wakil Ketua II Baznas Kuningan, Asep Z. Fauzi, hadir langsung mendampingi penyerahan bantuan bersama Abdul Jalil Hermawan.

    ​”Kebutuhan seragam ada lima potong. Kami membantu tidak seluruhnya, tetapi insyaAllah bermanfaat. Ini semua berasal dari para muzakki,” kata Asep Z. Fauzi.

    ​Asep berharap bantuan ini dapat memantik aksi gotong royong dari pihak lain untuk membantu meringankan beban keluarga Silvi. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen penyaluran zakat, infak, dan sedekah untuk mendukung keberlangsungan pendidikan anak-anak dari keluarga miskin di Kabupaten Kuningan.(ale)

  • Bungkam Persija 2-1 di Bali, Persib Melenggang ke Final Piala Presiden 2026 Tantang Persebaya

    Bungkam Persija 2-1 di Bali, Persib Melenggang ke Final Piala Presiden 2026 Tantang Persebaya

    GIANYAR, KUNINGANID – Persib Bandung sukses mengamankan tiket menuju babak final Piala Presiden 2026. Skuad Pangeran Biru mengunci tempat di partai puncak usai menumbangkan rival abadi mereka, Persija Jakarta. Laga sengit tersebut berakhir dengan skor tipis 2-1 di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, pada Selasa (4/8/2026).

    Persib bakal menantang Persebaya Surabaya pada pertarungan pamungkas mendatang. Oleh karena itu, para pencinta sepak bola nasional sangat menantikan duel panas antar-klub perserikatan ini.

    Baca juga: Andalkan Dana Sponsor, Ini Alasan Bupati Cup Kuningan 2026 Berani Tampil Tanpa Uang APBD

    Dua gol cepat di babak pertama menentukan kemenangan Persib dalam duel El Clasico Indonesia ini. Bahkan, Uilliam Barros mencetak gol pembuka lewat sundulan tajam pada menit ke-22. Ia memanfaatkan umpan sepak pojok matang dari Luciano Guaycochea.

    Selanjutnya, Balsa Sekulic menambah keunggulan Persib di menit ke-28 melalui eksekusi penalti yang tenang. Sementara itu, Kwon Chang-hoon baru memperkecil kedudukan untuk Persija di menit ke-86.

    Pelatih Persib Bandung memuji disiplin taktik yang para pemainnya tunjukkan di lapangan. Namun, ia meminta anak asuhnya untuk tidak cepat berpuas diri.

    “Kemenangan ini memberikan kepercayaan diri tinggi bagi tim. Oleh sebab itu, kami harus segera melakukan recovery untuk meladeni Persebaya,” tegas sang pelatih usai laga.

    Baca juga: Usai Juara Nasional, Proton FC Langsung Bidik Pemain Asing Asal Brasil

    Ia menilai Persebaya memiliki kedalaman skuad yang sangat tangguh sepanjang turnamen pramusim ini. Dengan demikian, partai final bakal menyajikan ajang pembuktian kesiapan kedua tim menjelang kompetisi liga resmi.

    Pihak penyelenggara turnamen bakal segera mengumumkan jadwal serta lokasi resmi partai final. Pihak panitia mengimbau para pendukung kedua tim untuk memantau informasi resmi terkait pembelian tiket pertandingan.

  • Pelajari Inovasi SIGAP dan ASIK, Baznas Kuningan Studi Tiru ke Baznas Majalengka

    Pelajari Inovasi SIGAP dan ASIK, Baznas Kuningan Studi Tiru ke Baznas Majalengka

    MAJALENGKA, KUNINGANID – Baznas Kabupaten Majalengka menerima kunjungan studi tiru dari jajaran Baznas Kabupaten Kuningan pada Rabu (4/8/2026). Oleh karena itu, pertemuan ini menjadi ajang strategis untuk saling berbagi pengetahuan, strategi, dan penguatan program pengelolaan ZIS.

    ​Ketua Baznas Kabupaten Kuningan, H. Yusron Kholid, memimpin langsung rombongan tersebut. Selain itu, para wakil ketua beserta jajaran amil turut hadir dalam agenda silaturahmi antar-lembaga ini.

    ​Kedatangan rombongan Kuningan bertujuan mempelajari berbagai inovasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Sebab, Baznas Majalengka dinilai sukses mengoptimalkan potensi ZIS di wilayahnya.

    ​Ketua Baznas Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menyambut hangat jajaran tamu. Selanjutnya, ia memaparkan lima program unggulan daerahnya, yakni Majalengka Sehat, Majalengka Cerdas, Majalengka Peduli, Majalengka Mandiri, dan Majalengka Taqwa.

    ​”Inovasi lahir dari besarnya kebutuhan para mustahik di lapangan. Namun, kunci utamanya terletak pada dukungan penuh pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Agus Asri.

    ​Sementara itu, Ketua Baznas Kuningan, H. Yusron Kholid, mengungkapkan fokus utama dari studi tiru ini. Pihaknya ingin mendalami keberhasilan Program SIGAP (Sedekah Infak Generasi Anak Peduli) dan Program ASIK (Aksi Sedekah dan Infak Karyawan).

    ​Oleh sebab itu, pihaknya juga berdiskusi terkait proses penyusunan hingga implementasi Peraturan Bupati (Perbup) ZIS di Majalengka. With ini, Yusron berharap pengelolaan zakat di daerahnya bisa semakin transparan, akuntabel, dan profesional.

  • Kondisi Kemarau Diprediksi Lebih Kering dari Biasanya, Apa Langkah Diskatan Kuningan?

    Kondisi Kemarau Diprediksi Lebih Kering dari Biasanya, Apa Langkah Diskatan Kuningan?

    KUNINGAN – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan mengimbau petani untuk menyesuaikan pola tanam. Langkah ini penting seiring masuknya puncak musim kemarau pada Agustus 2026. Oleh karena itu, penyesuaian strategi bercocok tanam menjadi kunci utama pencegahan gagal panen.

    ​Imbauan tersebut sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG menyebutkan puncak kemarau terjadi pada bulan Agustus dengan kondisi lebih kering.

    Baca juga: Empat Tahun Tinggal di Kandang Kambing, Warga Lumpuh di Sindangjawa Mendapat Survei IPSM Kuningan

    ​Kabupaten Kuningan, memfokuskqn perhatian pada wilayah tadah hujan dan area berketerbatasan air. Sebab, wilayah-wilayah tersebut sangat rentan mengalami penurunan pasokan air secara drastis.

    ​Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menegaskan pentingnya pertimbangan ketersediaan air sebelum bercocok tanam. Oleh sebab itu, ia melarang petani memaksakan diri menanam padi jika pasokan irigasi tidak memadai.

    ​”Keputusan menanam harus mendasarkan pada ketersediaan air. Jangan memaksakan menanam padi jika sumber air minim. Risiko puso akan jauh lebih besar,” kata Wahyu, Selasa (4/8/2026).

    ​Selanjutnya, Wahyu menyarankan petani untuk segera beralih ke komoditas yang lebih toleran terhadap cuaca kering. Sebagai contoh, petani dapat menanam jagung, kacang tanah, kacang hijau, ubi kayu, atau tanaman palawija lainnya.

    ​Sementara itu, Di skatan telah menyiapkan bantuan pinjaman pompa air bagi kelompok tani yang masih memiliki sumber air di sekitar lahan. Petani dapat berkoordinasi langsung dengan UPTD Pertanian atau Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) kecamatan.

    ​Selain itu, penyuluh pertanian akan terus memantau lapangan secara berkala untuk memberikan arahan teknis. With ini, Pemkab Kuningan optimistis mampu menekan risiko kekeringan sekaligus mempertahankan ketahanan pangan.​(ale)

  • Empat Tahun Tinggal di Kandang Kambing, Warga Lumpuh di Sindangjawa Disurvei IPSM Kuningan

    Empat Tahun Tinggal di Kandang Kambing, Warga Lumpuh di Sindangjawa Disurvei IPSM Kuningan

    KUNINGAN – Kisah memilukan datang dari Desa Sindangjawa, Kecamatan Cibingbin, Kabupaten Kuningan. Seorang warga bernama Ahmad Arifin dilaporkan telah tinggal selama kurang lebih empat tahun di bekas kandang kambing. Oleh karena itu, Ikatan Pekerja Sosial Masyarakat (IPSM) Kabupaten Kuningan turun langsung ke lokasi untuk melakukan peninjauan.

    ​Bangunan milik Sekretaris Desa Sindangjawa tersebut kini menjadi tempat berlindung Ahmad bersama istrinya, Carti. Selanjutnya, kondisi memprihatinkan ini memicu respons cepat dari organisasi sosial setempat.

    Baca juga: Motif Takut Ketahuan Keluarga, Ibu Muda di Pasawahan Nekat Buang Bayi Hingga Membusuk

    ​Ketua IPSM Kabupaten Kuningan, Amimah, bergerak usai menerima laporan dari relawan sosial Desa Cipondok. Bahkan, ia langsung berkoordinasi dengan Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kuningan, Cicih, sebelum meluncur ke lapangan.

    ​”Kami mendapat tugas untuk langsung melakukan survei lokasi setelah berkoordinasi dengan Ibu Kabid,” ujar Amimah, Selasa (4/8/2026).

    ​Hasil survei menunjukkan bahwa Ahmad mengalami kelumpuhan total sehingga tidak mampu berjalan. Selain itu, keluarga mengaku bahwa Ahmad belum mengantongi kartu BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI).

    ​Pendataan IPSM juga menemukan adanya kendala pada administrasi kependudukan. Ahmad dan Carti menikah secara siri sehingga pengurusan dokumen resmi menjadi terhambat. Namun, Pemerintah Desa Sindangjawa kini sedang mengupayakan pembuatan dokumen untuk Carti yang berasal dari Desa Ciroke.

    ​Oleh sebab itu, Amimah berharap semua pihak berkolaborasi membantu percepatan pengobatan Ahmad. With ini, penyelesaian dokumen kependudukan dan penyaluran bantuan sosial dapat segera terealisasi.

    ​Pemerintah Desa Sindangjawa dan Dinas Sosial Kuningan belum memberikan keterangan resmi terkait riwayat bantuan untuk Ahmad. Redaksi tetap memberikan ruang hak jawab demi menjaga keberimbangan berita.​(ale)

  • Motif Takut Ketahuan Keluarga, Ibu Muda di Pasawahan Nekat Buang Bayi Hingga Membusuk

    Motif Takut Ketahuan Keluarga, Ibu Muda di Pasawahan Nekat Buang Bayi Hingga Membusuk

    KUNINGAN – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kuningan berhasil membongkar kasus penemuan jasad bayi di Desa Cidahu, Kecamatan Pasawahan. Pihak kepolisian telah menetapkan seorang perempuan berinisial Fb (19) sebagai tersangka tunggal dalam perkara memilukan ini.

    Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Aziz, menyampaikan rincian kasus tersebut secara resmi. Oleh karena itu, polisi langsung menahan ibu kandung korban untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

    Buka Suara Soal Tagihan Resto, Manajemen Embun Sangga Langit Tegaskan Transparan dan Sesuai Aturan

    Pengungkapan kasus berawal dari penemuan jasad bayi membusuk di area kebun dekat aliran sungai pada Rabu (29/7/2026). Selanjutnya, warga sekitar melaporkan temuan tersebut kepada aparat kepolisian terdekat.

    “Petugas mengidentifikasi dan mengamankan pelaku berdasarkan hasil penyelidikan intensif serta pemeriksaan saksi. Bahkan, pelaku merupakan ibu kandung korban sendiri,” ujar AKP Abdul Aziz saat konferensi pers, Selasa (4/8/2026).

    Penyidik mengungkap bahwa tersangka nekat menghilangkan nyawa bayinya tak lama usai melahirkan secara mandiri. Sebab, tersangka merasa sangat takut jika kehamilan dan kelahiran anak tersebut diketahui oleh keluarga maupun tetangga.

    Setelah bayi meninggal dunia, tersangka membungkus jasad buah hatinya menggunakan pakaian pribadi. Kemudian, ia membuang jasad itu ke area kebun yang berjarak 100 meter dari kediamannya.

    Hasil pemeriksaan medis membuktikan bahwa bayi tersebut sebenarnya lahir cukup umur dan dalam kondisi normal. Oleh sebab itu, temuan medis ini makin memperkuat bukti kelalaian dan kesengajaan dari tindakan tersangka.

    Baca juga: Awali Masa Tugas, Kapolres Kuningan AKBP Bellen Kenalkan Jargon BAGEUR

    Polisi berhasil melacak keberadaan Fb setelah menerima keterangan berharga dari saksi warga. Dengan demikian, saksi yang curiga akan perubahan bentuk perut tersangka langsung melakukan klarifikasi hingga tersangka akhirnya mengakui semua perbuatannya.

    Atas tindakan keji tersebut, penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 460 ayat (1) atau Pasal 430 UU Nomor 1 Tahun 2023 (KUHP baru). Sementara itu, tersangka kini terancam hukuman pidana penjara paling lama tujuh tahun.

  • Buka Suara Soal Tagihan Resto, Manajemen Embun Sangga Langit Tegaskan Transparan dan Sesuai Aturan

    Buka Suara Soal Tagihan Resto, Manajemen Embun Sangga Langit Tegaskan Transparan dan Sesuai Aturan

    KUNINGAN – Pihak manajemen resto Embun Sangga Langit meluruskan isu terkait rincian nota transaksi (invoice). Usaha ini berlokasi di Desa Babakanmulya, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan. Pihak manajemen menegaskan bahwa seluruh rincian tagihan sudah tertera secara cermat. Selain itu, pihak manajemen membuat seluruh komponen biaya agar transparan dan sepenuhnya taat pada regulasi.

    General Manager Embun Sangga Langit, Melfie Lenggono, memberikan penjelasan resmi. Ia menyampaikan bahwa sistem kasir (Point of Sales) memisahkan setiap komponen biaya secara terbuka. Langkah ini bertujuan untuk menjaga kenyamanan para konsumen. Rincian tersebut mencakup harga dasar produk, Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PB1) sebesar 10 persen, serta Service Charge.

    Baca juga: Bisa Bikin Wisatawan Kapok, Wakil Ketua KADIN Desak Pemkab Tertibkan Oknum Pajak Nakal

    “Setiap komponen biaya pada nota resmi kami tercatat secara rinci dan terpisah. Pajak Daerah (PB1) sebesar 10 persen merupakan wujud kepatuhan kami menyetor pajak ke Bappenda Kuningan. Sementara itu, Service Charge murni untuk efisiensi operasional dan peningkatan pelayanan,” jelas Melfie, Selasa (4/8/2026).

    Kepatuhan manajemen memungut PB1 berlandaskan pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 tentang HKPD. Bahkan, hal ini diperkuat oleh Peraturan Daerah (Perda) Kabupaten Kuningan Nomor 1 Tahun 2026. Oleh karena itu, pengenaan service charge menjadi bagian dari standar industri jasa. Hal tersebut bertujuan untuk mengapresiasi kinerja staf dan menjaga kualitas layanan.

    Dukungan penuh juga datang dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kabupaten Kuningan. Ketua PHRI Kuningan, Hanyen Tenggono, membenarkan hal tersebut. Ia menilai mekanisme tax and service di resto itu sudah sesuai dengan standar baku industri.

    Baca juga: Bunda Ika Ajak Masyarakat Kuningan Hidup Sehat Lewat Gebyar Senam Merah Putih

    “Penetapan biaya oleh Embun Sangga Langit sudah sangat tepat dan sesuai aturan. Dengan demikian, pemisahan antara kewajiban pajak ke pemerintah daerah dan service charge untuk karyawan sudah sangat jelas,” ungkap Hanyen.

    Ia menambahkan bahwa pihak industri menyambut baik setiap masukan masyarakat. Namun, publik juga perlu memahami mekanisme perpajakan daerah secara tepat. Sebab, pemahaman yang baik akan mencegah timbulnya salah paham yang berlarut-larut.

    Oleh sebab itu, Kepala Bappenda Kuningan, Laksono Dwi Putranto, turut menegaskan aturan Pajak Barang dan Jasa Tertentu (PBJT). Aturan baru tersebut berpedoman pada Perda Nomor 1 Tahun 2026. Selanjutnya, Laksono membenarkan bahwa pengenaan service charge oleh pihak pengelola usaha memang diperbolehkan dalam regulasi.(ale)

  • Awali Masa Tugas, Kapolres Kuningan AKBP Bellen Kenalkan Jargon BAGEUR

    Awali Masa Tugas, Kapolres Kuningan AKBP Bellen Kenalkan Jargon BAGEUR

    KUNINGAN – Mengawali masa tugasnya di Kabupaten Kuningan, Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama meluncurkan jargon baru “Polres Kuningan BAGEUR”. Langkah awal ini menjadi identitas sekaligus pemacu semangat kerja bagi seluruh personel kepolisian setempat dalam melayani masyarakat.

    ​Jargon BAGEUR merupakan akronim dari Berintegritas, Amanah, Gesit, Empatik, Unggul, dan Responsif. Oleh karena itu, filosofi ini akan menjadi pedoman bagi setiap anggota Polri di Kuningan saat bertugas sebagai pelindung dan pengayom publik.

    Baca juga: Meriahkan HUT RI ke-81, Turnamen Bola Voli Antar Desa di Sangkanurip Dapat Apresiasi Ketua PBVSI Kuningan

    ​Kapolres menyertakan pesan khusus dalam peluncuran visi ini, yaitu “BAGEUR dina lampah, tegas dina hukum”. Selanjutnya, pesan tersebut menggambarkan komitmen korps bhayangkara untuk mengedepankan sikap santun dan humanis tanpa mengabaikan ketegasan dalam penegakan hukum.

    ​”Jargon ‘Polres Kuningan BAGEUR’ bukan sekadar slogan di atas kertas. Namun, kalimat ini menjadi komitmen dan budaya kerja nyata yang harus seluruh personel wujudkan,” ujar Bellen dalam keterangan persnya, Senin (3/8/2026).

    ​Selain itu, Bellen merinci makna setiap poin dalam jargon tersebut kepada media. Nilai Berintegritas dan Amanah menuntut kejujuran serta tanggung jawab penuh dari personel dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

    Baca juga: Profil AKBP Bellen Anggara Pratama: Lulusan Akpol 2006 yang Kini Jadi Orang Nomor Satu di Polres Kuningan

    ​Varian nilai lain seperti Gesit dan Responsif menuntut kecepatan anggota dalam menindaklanjuti laporan kamtibmas. Sementara itu, nilai Empatik dan Unggul berfokus pada komunikasi humanis serta peningkatan kualitas kinerja kepolisian secara berkelanjutan.

    ​Menurut Bellen, kehadiran Polri di tengah warga harus mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi solusi konkret. Oleh sebab itu, ia meminta doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat Kuningan agar jajarannya bisa menjalankan amanah ini dengan optimal.(ale)

  • Meriahkan HUT RI ke-81, Turnamen Bola Voli Antar Desa di Sangkanurip Dapat Apresiasi Ketua PBVSI Kuningan

    Meriahkan HUT RI ke-81, Turnamen Bola Voli Antar Desa di Sangkanurip Dapat Apresiasi Ketua PBVSI Kuningan

    KUNINGAN – Semangat menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 diwujudkan melalui penyelenggaraan Turnamen Bola Voli Antar Desa yang digelar di Lapangan Bola Voli Desa Sangkanurip, Kabupaten Kuningan, Minggu (2/8/2026).

     

    Pembukaan turnamen berlangsung meriah dengan dihadiri Ketua PBVSI Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, S.E., yang secara langsung memberikan dukungan terhadap penyelenggaraan kompetisi olahraga tersebut.

    Baca juga: Bunda Ika Ajak Masyarakat Kuningan Hidup Sehat Lewat Gebyar Senam Merah Putih

    Dalam sambutannya, Nuzul Rachdy mengaku bangga atas terselenggaranya turnamen yang dinilai mampu menjadi ruang pembinaan sekaligus pencarian bibit-bibit atlet bola voli berbakat di Kabupaten Kuningan.

     

    “Saya merasa bangga kegiatan ini dapat terlaksana dengan baik. Turnamen seperti ini menjadi wadah bagi atlet-atlet bola voli untuk mengembangkan kemampuan dan menunjukkan prestasinya. Kalah atau menang itu hal yang biasa, tetapi sportivitas, disiplin, dan rasa persaudaraan harus menjadi kemenangan yang sesungguhnya,” ujar Nuzul.

     

    Selain memberikan motivasi kepada para peserta, Ketua PBVSI juga menyampaikan apresiasi kepada panitia penyelenggara, khususnya Karang Taruna Bhakti Sangkan Desa Sangkanurip, yang dinilai berhasil menghadirkan kegiatan positif bagi generasi muda.

     

    “Saya mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada Karang Taruna Bhakti Sangkan, terutama kepada Ketua Karang Taruna beserta seluruh panitia yang telah bekerja keras menyelenggarakan turnamen ini. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut dan mampu melahirkan atlet-atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama Kabupaten Kuningan,” tambahnya.

     

    Sementara itu, Ketua Karang Taruna Bhakti Sangkan, Iman Saediman, S.H., M.H., mengatakan turnamen ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut HUT Kemerdekaan RI ke-81 sekaligus upaya mempererat silaturahmi antarwarga melalui olahraga.

     

    Menurutnya, antusiasme peserta sangat tinggi dengan keikutsertaan sebanyak 10 tim yang berasal dari berbagai desa dan unsur TNI.

    Baca juga: Bisa Bikin Wisatawan Kapok, Wakil Ketua KADIN Desak Pemkab Tertibkan Oknum Pajak Nakal

    “Turnamen ini kami selenggarakan sebagai bentuk partisipasi Karang Taruna dalam memeriahkan HUT RI ke-81. Selain menjadi hiburan masyarakat, kami berharap kompetisi ini dapat mempererat persaudaraan sekaligus menumbuhkan semangat olahraga di kalangan generasi muda,” kata Iman Saediman.

     

    Adapun tim yang mengikuti turnamen berasal dari Desa Manis Kidul, Desa Rajadanu, Desa Kertawinangun, Desa Babakan Mulya, Desa Gereba, Desa Sukamukti, Desa Sangkanurip, serta tim dari Yonif TP 839/SA

     

    Turnamen berlangsung dalam suasana penuh semangat dan sportivitas dengan dukungan masyarakat yang memadati area lapangan. Kegiatan ini diharapkan menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya memeriahkan peringatan HUT Kemerdekaan RI, tetapi juga menjadi sarana pembinaan olahraga bola voli di Kabupaten Kuningan.(ale)

  • Bunda Ika Ajak Masyarakat Kuningan Hidup Sehat Lewat Gebyar Senam Merah Putih

    Bunda Ika Ajak Masyarakat Kuningan Hidup Sehat Lewat Gebyar Senam Merah Putih

    KUNINGAN – Semangat hidup sehat dan kebersamaan mewarnai pelaksanaan Gebyar Senam Merah Putih di kawasan OSG Linggajati, Kabupaten Kuningan. Agenda massal ini berlangsung meriah dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia pada Minggu (2/8/2026).

    ​Bunda Ika, Hj. Ika Siti Rahmatika, S.E., memprakarsai langsung kegiatan olahraga ini. Oleh karena itu, ia menggandeng Komunitas Senam Kuningan (KSK) untuk menggerakkan sekitar 2.500 peserta dari berbagai kecamatan.

    Baca juga: Bisa Bikin Wisatawan Kapok, Wakil Ketua KADIN Desak Pemkab Tertibkan Oknum Pajak Nakal

    ​Sejak pagi hari, ribuan warga memadati area luar ruangan dengan mengenakan atribut bernuansa merah putih. Mereka kompak mengikuti instruktur senam di atas panggung utama sebagai bentuk kampanye hidup sehat.

    ​Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, turut hadir memberikan dukungan penuh di lokasi acara. Selanjutnya, suasana bertambah seru saat panitia mulai mengundi deretan hadiah hiburan untuk para peserta.

    ​Andi Gani Nena Wea, putra asli daerah Kuningan, menyumbang seluruh hadiah menarik tersebut. Sebagai contoh, ia menyediakan dua unit sepeda listrik, kulkas, mesin cuci, hingga rice cooker.

    ​Dalam arahannya, Bunda Ika mengajak seluruh warga Kuningan untuk menjadikan olahraga sebagai rutinitas harian. Sebab, kebiasaan baik ini dapat mendongkrak produktivitas dan kebahagiaan dalam keluarga.

    ​”Melalui Gebyar Senam Merah Putih ini, kami ingin warga terbiasa hidup sehat. Selain itu, momentum bulan kemerdekaan sangat tepat untuk mempererat silaturahmi antarwarga,” ujar Bunda Ika, Minggu (2/8/2026).

    ​Ia menyampaikan apresiasi tinggi atas kerja keras panitia KSK dan bantuan logistik dari Andi Gani. Dengan demikian, tingginya partisipasi publik membuktikan bahwa kesadaran berolahraga dan rasa nasionalisme warga Kuningan berjalan beriringan.