Penulis: Redaksi

  • Tanggap Krisis Air Bersih, Polres Kuningan dan Perumda Tirta Kamuning Terjun ke Pakembangan

    Tanggap Krisis Air Bersih, Polres Kuningan dan Perumda Tirta Kamuning Terjun ke Pakembangan

    KUNINGAN – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kekeringan terus berlanjut. Polres Kuningan bekerja sama dengan PERUMDA Air Minum Tirta Kamuning. Mereka menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Pakembangan, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, Kamis (6/8/2026).

    ​Dalam aksi sosial tersebut, petugas membagikan 12.000 liter air bersih pada hari pelaksanaan. Bahkan, total air bersih yang terdistribusi ke wilayah tersebut telah mencapai 24.000 liter selama dua hari.

    Baca juga: Kapolres Kuningan Sambangi Kantor DPC KSPSI AGN Demi Perkuat Sinergi Hubungan Industrial

    ​Warga menyambut gembira bantuan air tersebut. Sebab, masyarakat dapat langsung menggunakannya untuk kebutuhan harian. Contohnya seperti memasak, mandi, mencuci, hingga konsumsi air minum.

    ​Kapolres Kuningan, AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., menegaskan komitmen kepolisian. Ia menyebutkan bahwa aksi ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah kesulitan warga.

    ​”Kami hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga berupaya memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Melalui kolaborasi dengan PAM Tirta Kamuning, kami berharap kebutuhan air bersih warga Desa Pakembangan dapat terbantu selama musim kemarau ini,” kata AKBP Bellen.

    ​Selain membagikan air bersih, Polres Kuningan menyerahkan paket sembako. Selanjutnya, jajaran kepolisian memastikan akan terus memantau wilayah berpotensi kering lain di Kabupaten Kuningan.

    ​Sementara itu, Direktur Utama PAM Tirta Kamuning Dr. Ukas Suhafaputra memberikan penjelasan teknis melalui Staf Humas Gery Aditya Pratama. Ia menjelaskan bahwa petugas mengerahkan tiga tangki air berkapasitas total 12.000 liter setiap hari ke lokasi.

    ​“Kolaborasi dengan Polres Kuningan menjadi wujud sinergi antar lembaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Kuningan,” ujar Gery.

  • Kapolres Kuningan Sambangi Kantor DPC KSPSI AGN Demi Perkuat Sinergi Hubungan Industrial

    Kapolres Kuningan Sambangi Kantor DPC KSPSI AGN Demi Perkuat Sinergi Hubungan Industrial

    KUNINGAN – Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., melakukan kunjungan silaturahmi ke Kantor DPC KSPSI AGN Kabupaten Kuningan, Jumat (7/8/2026) pukul 09.00 WIB. Selain itu, para pejabat utama Polres Kuningan turut mendampingi Kapolres dalam pertemuan tersebut untuk memperkuat sinergi.

    ​Ketua DPC KSPSI AGN Kabupaten Kuningan, Andang Koswara, S.E., bersama jajaran pengurus menyambut langsung kedatangan Kapolres. Selanjutnya, kedua pihak menggelar pertemuan hangat sebagai komitmen bersama untuk membangun komunikasi yang efektif.

    Baca juga: Minta Said Iqbal Tak Klaim Buruh, KBPBI Siapkan Aksi Susulan Bulan September

    ​Dalam kesempatan itu, Andang Koswara menyampaikan apresiasi tinggi kepada jajaran Polres Kuningan atas kunjungan kelembagaan ini. Sebab, ia menilai langkah kepolisian tersebut mencerminkan kebersamaan dalam menjaga stabilitas hubungan industrial di wilayahnya.

    ​“KSPSI AGN siap terus berkontribusi sesuai tugas dan fungsi dalam mendorong kemajuan sektor ketenagakerjaan,” ujar Andang. Bahkan, ia menambahkan bahwa organisasi yang dipimpinnya berkomitmen menciptakan hubungan kerja yang harmonis, produktif, dan kondusif.

    ​Melalui silaturahmi ini, kedua belah pihak berharap komunikasi antara Polres Kuningan dan KSPSI AGN terjalin semakin erat. Dengan demikian, para pemangku kepentingan dapat menyelesaikan setiap dinamika ketenagakerjaan secara dialogis demi menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di Kabupaten Kuningan.(ale)

  • Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, BAZNAS dan Pemkab Kuningan Resmikan KATANA

    Tingkatkan Kesiapsiagaan Bencana, BAZNAS dan Pemkab Kuningan Resmikan KATANA

    KUNINGAN – Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., menghadiri sekaligus memberikan sambutan pada Peresmian Nasional dan Exit Program Kampung Tanggap Bencana (KATANA) di Desa Sangkanerang, Kecamatan Jalaksana, Kamis (6/8/2026). Selain itu, program gagasan BAZNAS RI ini bertujuan membangun masyarakat yang tangguh menghadapi potensi bencana melalui penguatan kapasitas warga.

    ​Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, H. Yusron Kholid, M.S.I., menjelaskan bahwa pelaksanaan pelatihan KATANA telah berlangsung sejak 28 Juli 2026. Selama sepuluh hari, masyarakat menerima edukasi kebencanaan, pelatihan kesiapsiagaan, penyusunan jalur evakuasi, hingga simulasi penanganan darurat.

    Baca juga: Minta Said Iqbal Tak Klaim Buruh, KBPBI Siapkan Aksi Susulan Bulan September

    ​“Kami berharap Kampung Tanggap Bencana tidak berhenti sebagai program semata, tetapi terus berlanjut menjadi budaya masyarakat. Relawan harus menjadi motor penggerak kesiapsiagaan sekaligus menjadi contoh bagi desa-desa lain di Kabupaten Kuningan,” ujar Yusron.

    ​Sementara itu, Ketua BAZNAS Provinsi Jawa Barat Dr. H. Anang Jauharuddin, M.M.Pd. menegaskan bahwa keberhasilan program ini memerlukan kolaborasi kuat antara pemerintah daerah, pemerintah desa, relawan, serta masyarakat. Bahkan, BAZNAS Jawa Barat siap memberikan dukungan sarana dan program kemanusiaan lanjutan.

    ​Dalam kesempatan yang sama, Bupati Dian Rachmat Yanuar menyambut baik hadirnya program kesiapsiagaan ini di Desa Sangkanerang. Sebab, ia menilai ketangguhan sebuah wilayah sangat bergantung pada kesadaran serta kekompakan masyarakatnya.

    ​“Kita berprinsip bahwa korban bencana dapat dikurangi apabila masyarakat memiliki kesadaran, kekompakan, serta kolaborasi yang baik. Bencana memang tidak bisa dihindari, tetapi dampaknya bisa diminimalkan melalui kesiapsiagaan,” kata Bupati Dian.

    ​Sebagai bentuk kesiapan, Pemkab Kuningan bersama BPBD, TNI, Polri, Balai TNGC, dan Perhutani telah menyiapkan langkah antisipasi kekeringan serta kebakaran hutan untuk menghadapi musim kemarau. Apalagi, potensi bencana di Kabupaten Kuningan terbilang beragam, mulai dari tanah longsor, angin puting beliung, hingga banjir.

    ​Secara simbolis, Bupati Kuningan memukul kentongan bersama jajaran BAZNAS dan unsur Forkopimcam untuk menandai peresmian KATANA. Setelah acara seremoni, para relawan bersama warga setempat langsung menggelar simulasi penanganan bencana letusan gunung api dan gempa bumi secara sigap serta terkoordinasi.

  • Minta Said Iqbal Tak Klaim Buruh, KBPBI Siapkan Aksi Susulan Bulan September

    Minta Said Iqbal Tak Klaim Buruh, KBPBI Siapkan Aksi Susulan Bulan September

    JAKARTA, KUNINGANID –  ​Perwakilan Koalisi Besar Perjuangan Buruh Indonesia (KBPBI), Andi Gani Nena Wea, menolak keras pernyataan Presiden KSPI Said Iqbal yang menjamin ketiadaan aksi unjuk rasa buruh hingga September 2026. Andi Gani menegaskan bahwa Said Iqbal bukan bagian dari koalisi mereka. Oleh karena itu, ia meminta Said Iqbal tidak lagi mengklaim mewakili seluruh elemen buruh di Indonesia.

    Baca juga: Kejari Kuningan Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Fasilitas Kredit Bank BUMN

    ​Andi Gani menyampaikan penegasan tersebut saat memberikan keterangan resmi mewakili presidium KBPBI di Jakarta, Kamis (6/8/2026). Selain itu, ia menjelaskan bahwa KBPBI merupakan wadah independen yang menaungi sekitar 90 persen kekuatan serikat buruh nasional.

    ​Sebelumnya, KBPBI telah merancang aksi unjuk rasa berskala besar dengan menurunkan sedikitnya 50.000 buruh pada 10 Agustus 2026. Namun, Andi Gani mengonfirmasi penundaan rencana aksi massa tersebut hingga awal September 2026.

    ​Keputusan penundaan ini terjadi karena Pimpinan DPR RI dan Panja Komisi IX DPR RI memberikan respons positif terhadap tuntutan buruh. Mereka resmi menerima draf RUU Perlindungan Ketenagakerjaan yang diajukan oleh KBPBI. Bahkan, DPR menjadwalkan pertemuan audiensi dengan pengurus KBPBI pada 18 Agustus 2026 mendatang.

    ​Meskipun demikian, Andi Gani menegaskan pihaknya tidak memberikan jaminan untuk meniadakan demonstrasi. Sebab, KBPBI akan terus mengawal proses pembahasan regulasi tersebut. Aksi massa dipastikan bakal meletus kembali jika DPR gagal mengesahkan RUU Perlindungan Ketenagakerjaan sesuai aspirasi buruh.  (ale)

  • Kejari Kuningan Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Fasilitas Kredit Bank BUMN

    Kejari Kuningan Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi Fasilitas Kredit Bank BUMN

    KUNINGAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kuningan menetapkan mantan pejabat kredit salah satu Bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi. Penetapan tersangka berinisial ANA ini berlangsung pada Kamis (6/8/2026) setelah penyidik mengantongi bukti permulaan yang cukup.

    ​Dalam perkara ini, tersangka diduga kuat menyalahgunakan fasilitas pinjaman atau kredit pada bank tempatnya bekerja. Akibatnya, tindakan tersebut menimbulkan kerugian keuangan negara mencapai Rp529.822.846.

    Baca juga: Pendaftaran MELESAT RUN 2026 Dibuka, Lomba Lari Ceria Berhadiah Menarik di Kuningan

    ​Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Kuningan, Alexander Apriyanto, S.H., menyampaikan perkembangan penyidikan ini melalui siaran pers resmi. Ia menjelaskan bahwa penetapan tersangka berdasar pada hasil penyelidikan mendalam oleh Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejari Kuningan.

    ​Selanjutnya, penyidik menjerat tersangka dengan Pasal 603 jo. Pasal 126 ayat (1) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, juncto Pasal 18 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Selain itu, tim jaksa juga mengencangkan dakwaan subsider melalui Pasal 604 jo. Pasal 126 ayat (1) UU KUHP baru juncto UU Pemberantasan Tipikor.

    ​Setelah menjalani pemeriksaan, penyidik langsung menjebloskan ANA ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kuningan. Sebab, jaksa membutuhkan penahanan selama 20 hari ke depan untuk mempercepat proses penyidikan serta pelengkapan berkas perkara.

    Baca juga: Soroti BUMD Jabar, KDM: “Enak betul dapat uang tanpa kerja

    ​Oleh karena itu, Kejaksaan Negeri Kuningan menegaskan komitmennya untuk menuntaskan seluruh perkara korupsi yang menggerogoti keuangan negara. Bahkan, pihak kejaksaan menjamin penanganan kasus ini berjalan secara profesional, transparan, dan akuntabel demi menjamin keadilan hukum.

  • Uniku Jadi Tuan Rumah Pendampingan Penyusunan Dokumen SPMI LLDIKTI Wilayah IV

    Uniku Jadi Tuan Rumah Pendampingan Penyusunan Dokumen SPMI LLDIKTI Wilayah IV

    KUNINGAN – Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah IV memilih Universitas Kuningan (Uniku) sebagai tuan rumah pendampingan penyusunan dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) Regional IV.

    ​Kegiatan yang berlangsung di Gedung Student Center Iman Hidayat Kampus I Uniku tersebut melibatkan 100 perguruan tinggi se-Jawa Barat. Selain itu, program ini menjadi langkah konkret dalam menindaklanjuti penerbitan Permen Diktisaintek Nomor 10 Tahun 2026 jo. Permen Diktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi.

    ​Pada kesempatan tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah IV Dr. Lukman, S.T., M.Hum., membuka acara secara resmi. Selanjutnya, ia memberikan arahan strategis kepada seluruh peserta dan tamu undangan yang hadir.

    ​Sementara itu, Rektor Uniku Dr. Anna Fitri Hindriana, M.Si., menyampaikan ucapan terima kasih yang tulus atas kepercayaan lembaga pembina tersebut. Bahkan, ia menegaskan bahwa penunjukan ini menjadi bukti komitmen Uniku dalam menguatkan mutu pendidikan tinggi.

    ​“Kepercayaan ini kami maknai sebagai kehormatan sekaligus amanah untuk terus berkomitmen bagi penguatan mutu pendidikan tinggi,” kata Anna dalam sambutannya.

    ​Menurut Anna, kegiatan pendampingan ini memiliki arti yang sangat penting bagi keberlangsungan institusi. Sebab, regulasi baru memerlukan penyelarasan pemahaman agar para pengelola perguruan tinggi mampu menyusun dokumen yang sesuai aturan.

    ​“Oleh karena itu, kegiatan pendampingan seperti ini memiliki nilai strategis yang sangat besar, agar seluruh perguruan tinggi memiliki pemahaman yang sama dan mampu menyusun dokumen SPMI yang benar-benar sesuai dengan regulasi terbaru,” ujarnya.

    ​Oleh sebab itu, ia berharap para peserta dapat mempercepat implementasi penjaminan mutu di kampus masing-masing secara tepat dan berkelanjutan. Dengan demikian, seluruh perguruan tinggi dapat mewujudkan pendidikan yang bermutu serta berdaya saing tinggi.

    ​Sebagai penutup, Anna mengapresiasi keikutsertaan seluruh perwakilan kampus yang telah hadir di Kabupaten Kuningan. Adapun acara tersebut dihadiri pula oleh Ketua Pengurus Yayasan Pendidikan Sang Adipati Kuningan (YPSAK) Drs. Ngatimin DS, M.Pd., beserta jajaran pimpinan universitas.

  • Pemkab dan Polres Kuningan Gelar Nobar Final Piala Presiden 2026 Persib vs Persebaya

    Pemkab dan Polres Kuningan Gelar Nobar Final Piala Presiden 2026 Persib vs Persebaya

    KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Polres Kuningan menggelar acara Nonton Bareng (Nobar) Laga Final Piala Presiden 2026. Pertandingan penentu ini mempertemukan Persib Bandung dengan Persebaya Surabaya pada Kamis (6/8/2026) malam.

    Panitia membuka area nobar mulai pukul 19.00 WIB di Open Space Gallery, Desa Linggasana, Kecamatan Cilimus. Oleh karena itu, kegiatan ini menjadi wujud sinergi Pemkab Kuningan dan Polres Kuningan dalam menghadirkan ruang kebersamaan. Langkah tersebut sekaligus memfasilitasi warga untuk menyaksikan laga final secara aman, tertib, dan sportif.

    Baca juga: Bungkam Persija 2-1 di Bali, Persib Melenggang ke Final Piala Presiden 2026 Tantang Persebaya

    Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, S.Sos., M.Si., mengonfirmasi partisipasi jajaran pimpinan daerah. Ia menyebutkan bahwa Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., serta Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., akan menghadiri langsung acara tersebut.

    Selain menyaksikan pertandingan, warga yang datang juga berpeluang membawa pulang hadiah menarik. Panitia telah menyiapkan berbagai doorprize untuk menyemarakkan suasana.

    Selanjutnya, Pemkab dan Polres Kuningan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga situasi kondusif. Mereka mengimbau warga mempertahankan keamanan dan ketertiban selama acara berlangsung.

    “Mari kita jadikan nobar ini sebagai ajang mempererat kebersamaan, mendukung Persib dengan penuh sportivitas, serta menjaga Kuningan tetap aman dan damai,” ujar U. Kusmana.

    Sementara itu, Kasat Intelkam Polres Kuningan AKP Asep Dody Hermawan, S.H., M.H., menjelaskan latar belakang acara tersebut. Ia menegaskan bahwa pelaksanaan nobar ini menindaklanjuti instruksi langsung dari pimpinan kepolisian daerah.

    “Ini sesuai perintah Pak Kapolda Jawa Barat, bahwa seluruh Kapolres di Jawa Barat harus ada kegiatan nobar,” kata Asep.

    Asep menambahkan, kegiatan ini menjadi sarana masyarakat untuk menikmati pertandingan dalam suasana meriah. Oleh sebab itu, ia berharap masyarakat Kuningan tetap mengedepankan nilai persaudaraan saat memberikan dukungan kepada Persib Bandung.

  • Soroti BUMD Jabar, KDM: “Enak betul dapat uang tanpa kerja!”

    Soroti BUMD Jabar, KDM: “Enak betul dapat uang tanpa kerja!”

     BANDUNG, KUNINGANID – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melontarkan kritik keras terhadap tata kelola Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di wilayahnya. Ia menilai beberapa BUMD selama bertahun-tahun menikmati aliran dana APBD dalam jumlah besar tanpa melakukan pekerjaan nyata.

    Dedi Mulyadi menyampaikan pernyataan tegas tersebut saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat di Bandung, Rabu (5/8/2026).

    Baca juga: Antisipasi Kebakaran Hutan, Pemkab dan Polres Kuningan Siagakan Pasukan

    “Artinya ada sebuah BUMD yang bertahun-tahun di Jawa Barat menikmati uang dengan mudah tanpa bekerja. Lima persen dari Rp119 miliar itu menjadi uang yang diterima BUMD, ditambah keuntungan lainnya. Saya lihat ini sesuatu yang bodoh yang dilakukan secara terus-menerus,” kata Dedi.

    Kritik Dedi menyasar pada praktik BUMD PT Jasa Sarana dalam skema pengelolaan bus TransJabar. BUMD ini mengantongi fee 5 persen serta biaya operasional tambahan dari pemerintah daerah, padahal pihak lain yang menjalankan langsung operasional bus tersebut.

    “Enak betul jadi BUMD di Jawa Barat. Setiap tahun bisa memperoleh Rp10 miliar tanpa harus bekerja dan tanpa harus melalui pemilu. Kita anggota DPRD harus ikut pemilu dulu. Ini cukup jadi komisaris atau direktur dapat uang saku, sah mengikat tanpa pernah di curigai siapa pun,” ujar Dedi.

    Untuk merespons fenomena BUMD yang membebani keuangan daerah ini, Pemprov Jawa Barat merombak total skema pengadaan layanan transportasi publik. Dinas Perhubungan kini menjalin kerja sama langsung dengan operator Damri dan Bluebird tanpa melalui perantara BUMD. Langkah ini memotong rantai fee perantara dan langsung menghemat anggaran daerah hingga Rp10 miliar per tahun.

    Baca juga: Tak Mampu Beli Seragam SMK, Siswi Asal Cibeureum Dapat Bantuan Baznas Kuningan

    Selain itu, Gubernur juga menghentikan praktik sewa mobil listrik BUMD MUJ senilai Rp11 miliar per tahun. Dedi Mulyadi juga menerbitkan Peraturan Gubernur yang mewajibkan BUMD menyetorkan 90 persen laba bersih langsung ke kas daerah agar pengurus tidak memarkir modal atau menggunakannya untuk investasi berisiko tinggi.

  • Pendaftaran MELESAT RUN 2026 Dibuka, Lomba Lari Ceria Berhadiah Menarik di Kuningan

    Pendaftaran MELESAT RUN 2026 Dibuka, Lomba Lari Ceria Berhadiah Menarik di Kuningan

    KUNINGAN – Kabupaten Kuningan kembali bersiap menjadi tuan rumah ajang olahraga masyarakat. Panitia bakal menggelar MELESAT RUN 2026 pada Minggu, 6 September 2026. Ajang lari berkonsep Colour Run ini bertujuan mempromosikan potensi pariwisata, ekonomi kreatif, dan gaya hidup sehat.

    ​Event ini mengusung tema “Berlari Bersama, Melesatkan Semangat Kuningan”. Para peserta akan menempuh rute sepanjang 5,28 kilometer. Panitia menetapkan Lapangan Pandapa Paramarta sebagai titik start dan finish. Jalur lari menyuguhkan suasana Kota Kuningan yang asri dan hijau.

    Baca juga: Antisipasi Kebakaran Hutan, Pemkab dan Polres Kuningan Siagakan Pasukan

    ​Ketua Panitia MELESAT RUN 2026 menjelaskan bahwa ajang ini memadukan olahraga, hiburan, dan promosi daerah.

    ​”MELESAT RUN kami hadirkan sebagai ajang yang menyatukan olahraga, hiburan, dan promosi daerah. Kami berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk mengajak masyarakat semakin aktif berolahraga sekaligus memperkenalkan potensi Kabupaten Kuningan kepada peserta dari berbagai daerah,” ujarnya.

    ​Direktur Perumda Aneka Usaha Kabupaten Kuningan menilai kegiatan ini membawa dampak positif bagi perekonomian warga.

    ​”Kami ingin menghadirkan sebuah kegiatan yang mampu menggerakkan berbagai sektor, mulai dari UMKM, kuliner, perhotelan, transportasi, hingga destinasi wisata. Kehadiran peserta dari luar daerah diharapkan memberikan multiplier effect bagi perekonomian masyarakat Kabupaten Kuningan,” katanya.

    ​Masa pendaftaran berlangsung mulai 17 Juli hingga 20 Agustus 2026 dengan biaya Rp150.000. Peserta berhak menerima T-shirt eksklusif, nomor BIB, medali finisher, powder pack, air mineral, serta produk sponsor. Selain itu, panitia membagikan kacamata gratis bagi 100 pendaftar pertama.(ale)

  • Antisipasi Kebakaran Hutan, Pemkab dan Polres Kuningan Siagakan Pasukan

    Antisipasi Kebakaran Hutan, Pemkab dan Polres Kuningan Siagakan Pasukan

    KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Polres Kuningan menggelar Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Halaman Kantor Pemda Kuningan, Rabu (5/8/2026). Langkah ini bertujuan memperkuat mitigasi serta sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran hutan saat musim kemarau.

    Apel dipimpin langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., bersama Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., dan jajaran Forkopimda. Kegiatan tersebut melibatkan personel dari TNI, BPBD, Perhutani, BTNGC, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga relawan kebencanaan.

    Baca juga: BPBD Majalengka Catat 12 Kasus Karhutla dalam 10 Hari, Lahan Terbakar Capai 10,85 Hektare

    Dalam amanatnya, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa penanganan karhutla yang berulang setiap tahun memerlukan peningkatan kewaspadaan. Oleh karena itu, pemerintah daerah mengedepankan langkah pencegahan sebelum titik api muncul dan membesar.

    “Karhutla yang sering terjadi setiap tahun jangan dianggap biasa. Justru ini harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kewaspadaan. Kita tidak boleh menunggu api muncul dan membesar baru bergerak, tetapi harus mengedepankan mitigasi dan kesiapsiagaan,” ujar Dian.

    Dian menambahkan, Kabupaten Kuningan memiliki tanggung jawab besar menjaga kelestarian hutan sebagai daerah konservasi kawasan Gunung Ciremai. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu menyadari pentingnya menjaga fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan. Selain itu, ia mengapresiasi Polres Kuningan yang menginisiasi konsolidasi personel serta pengecekan sarana dan prasarana penanggulangan bencana lebih dini.

    Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, pemda mengimbau para pendaki dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di kawasan Gunung Ciremai. Dian meminta warga tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak meninggalkan api unggun dalam kondisi menyala, serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.

    Baca juga: Tak Mampu Beli Seragam SMK, Siswi Asal Cibeureum Dapat Bantuan Baznas Kuningan

    Pada kesempatan yang sama, Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama menyatakan seluruh personel dan peralatan siap menghadapi potensi karhutla. Kepolisian mengedepankan langkah preventif melalui sosialisasi, namun tetap menyiapkan upaya pemadaman serta penegakan hukum bagi pelaku pembakaran liar.

    “Kami bersama seluruh stakeholder siap melaksanakan pencegahan, pemadaman, hingga penegakan hukum apabila ditemukan unsur pidana dalam kejadian kebakaran hutan dan lahan,” kata Bellen.

    Pihak kepolisian memastikan akan menindak tegas setiap pihak yang terbukti secara sengaja membakar hutan atau lahan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Melalui apel siaga ini, Pemkab Kuningan berharap kesiapsiagaan dan koordinasi antarinstansi semakin solid dalam menjaga kelestarian lingkungan.