MAJALENGKA, KUNINGANID – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka menetapkan status siaga terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selama periode 12 hingga 21 Juli 2026, BPBD mencatat 12 kejadian kebakaran yang menghanguskan lahan seluas 10,85 hektare.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka, Agus Tamim, mengatakan cuaca kering selama musim kemarau menjadi penyebab utama meningkatnya kasus kebakaran. Angin kencang memperparah kondisi yang mempercepat penyebaran api, terutama di kawasan semak belukar, kebun, dan lahan kritis di wilayah perbukitan.
Baca juga: KDM Sayembarakan Rp5 Juta hingga Rp50 Juta bagi Warga yang Lumpuhkan Begal di Jabar
“Dari data rekapitulasi penanganan bencana, akumulasi luas lahan terdampak kebakaran hutan dan lahan sudah mencapai 10,85 hektare. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama unsur Pemadam Kebakaran, TNI, Polri, pemerintah desa, dan relawan terus bergerak cepat melakukan pemadaman serta asesmen di lokasi agar api tidak meluas ke kawasan permukiman,” ujar Agus Tamim, Kamis (24/7/2026).
Berdasarkan data BPBD, Kecamatan Cigasong menjadi wilayah dengan jumlah kejadian terbanyak. Tiga kebakaran terjadi di Desa Baribis dengan total lahan terbakar sekitar 4,02 hektare. Sementara itu, satu kejadian lainnya melanda Desa Kawunghilir dengan luas sekitar 1 hektare.
Selain Cigasong, kebakaran juga terjadi di Kecamatan Kasokandel. Api membakar sekitar 2 hektare lahan di Desa Wanajaya. Tiga kejadian lainnya di Desa Girimukti menghanguskan lahan seluas sekitar 0,22 hektare.
BPBD juga mencatat kebakaran di Kecamatan Kadipaten, tepatnya di Desa Kadipaten, dengan luas lahan terdampak sekitar 2 hektare. Di Kecamatan Majalengka, api membakar sekitar 1,5 hektare lahan di Kelurahan Majalengka Wetan dan sekitar 0,06 hektare di Desa Babakan Jawa.
Sementara itu, satu kejadian kebakaran terjadi di Desa Gunung Kuning, Kecamatan Sindang. Luas lahan yang terbakar di lokasi tersebut mencapai sekitar 0,05 hektare.
Agus memastikan petugas gabungan telah menangani seluruh kejadian tersebut. Tim melakukan pemadaman, pendinginan, dan asesmen untuk memastikan api tidak kembali menyala.
Baca juga: Rumah Sayur Kuningan Resmi Diluncurkan, Siap Serap Hingga 20 Ton Hasil Panen Petani per Hari
“Di seluruh lokasi yang terdampak kebakaran telah dilakukan upaya pemadaman, pendinginan, dan asesmen oleh petugas gabungan guna memastikan api benar-benar padam dan tidak kembali menyala,” katanya.
Memasuki puncak musim kemarau, BPBD mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla. Warga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta menghindari pembakaran sampah maupun jerami di sekitar vegetasi kering.
BPBD juga mengingatkan masyarakat agar tidak membuang puntung rokok yang masih menyala sembarangan. Selain itu, pemilik lahan perkebunan disarankan membuat sekat bakar untuk mencegah api merambat ke area lain.
Apabila masyarakat menemukan titik api atau kepulan asap agar melaporkan kepada pemerintah desa, kecamatan, petugas pemadam kebakaran, maupun BPBD Kabupaten Majalengka melalui Call Center (0233) 283044 atau layanan darurat 112.
“Personel kami akan siaga penuh selama 24 jam untuk memantau potensi titik panas (hotspot) dan memberikan respons cepat terhadap setiap laporan kebakaran, demi melindungi keselamatan masyarakat serta menjaga kelestarian lingkungan selama musim kemarau,” pungkas Agus.(mjlk)






