KUNINGAN – SMK Auto Matsuda Kabupaten Kuningan menyelenggarakan kegiatan In House Training (IHT) Tahun Ajaran 2026/2027 pada Jumat (24/7/2026). Agenda yang mengusung tema “Building Professionals with Character” ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kompetensi guru dan tenaga kependidikan. Selain itu, kegiatan tersebut bertujuan memperkuat arah pengembangan sekolah berbasis kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Rangkaian IHT kali ini melibatkan jajaran Yayasan Raihan Matsuda, guru, tenaga kependidikan, serta jajaran struktural sekolah. Selanjutnya, agenda kegiatan meliputi pembagian surat keputusan, pengukuhan struktural, penyampaian materi pembaruan kurikulum, hingga pemaparan program kerja baru.
Baca juga: Sasar Target Indonesia Emas 2045, 10 Kepala Daerah di Perbatasan Jabar-Jateng Bersatu di Jakarta
Kepala SMK Auto Matsuda, Abdul Muhyi, menyatakan bahwa IHT harus menjadi ruang penyamaan visi bagi seluruh warga sekolah. Oleh karena itu, kegiatan ini tidak boleh hanya sebagai rutinitas tahunan semata.
”IHT ini harus menghasilkan perubahan nyata dalam proses pembelajaran, pelayanan, disiplin, dan budaya kerja sekolah. Dengan demikian, kita bisa memastikan siswa mendapatkan pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja,” ujar Abdul Muhyi, Jumat (24/7/2026).
Sementara itu, Ketua Yayasan Raihan Matsuda, Muhammad Raihan Suganda, menyampaikan apresiasi tinggi atas dedikasi dan loyalitas para guru. Kendati demikian, ia mengakui bahwa pihak yayasan masih terus berproses untuk memenuhi segala kebutuhan sekolah secara bertahap.
”Kami akan terus melakukan pembenahan. Oleh sebab itu, inovasi akan terus kami arahkan pada peningkatan fasilitas, kualitas SDM, serta perluasan jejaring dengan mitra industri,” tutur Raihan.
Kegiatan IHT ini juga menghadirkan Pengawas SMK Wilayah X Provinsi Jawa Barat, Agus Supriatna, sebagai pemateri kurikulum. Dalam paparannya, Agus menekankan bahwa kurikulum SMK masa kini harus bergerak adaptif, fleksibel, dan responsif terhadap perkembangan teknologi.
Baca juga: Bukan Cuma Doa Bersama, Ini Alasan PDIP Kuningan Gelar Pasar Murah Saat Peringatan Kudatuli
Di sisi lain, Ketua Pembina Yayasan Raihan Matsuda, H.T. Mamat Robby Suganda, menegaskan pentingnya orientasi sekolah sebagai laboratorium industri. Menurutnya, konsep tersebut tidak hanya berkaitan dengan kelengkapan alat praktik, melainkan tentang pembiasaan budaya kerja nyata di sekolah.
”Laboratorium industri berarti sekolah menghadirkan standar kerja industri dalam keseharian. Oleh karena itu, di dalamnya harus ada kedisiplinan, standar mutu, keselamatan kerja, dan produktivitas,” jelas Mamat Robby.
Mamat Robby menambahkan bahwa perkembangan teknologi seperti kendaraan listrik dan kecerdasan buatan harus segera direspons oleh pihak sekolah. Oleh karena itu, guru dituntut menjadi mentor dan teladan budaya kerja, sementara tenaga kependidikan harus membangun pelayanan profesional berbasis digital.











