KUNINGAN โ PDI Perjuangan Kabupaten Kuningan menggelar rangkaian kegiatan untuk memperingati tragedi 27 Juli 1996 atau Peristiwa Kudatuli pada Senin (27/7/2026). Rangkaian peringatan tersebut ialah pemutaran film sejarah, doa bersama, hingga pasar murah bertajuk Semarak Pangan.
โSeluruh elemen partai terlibat aktif melaksanakan kegiatan serentak berdasarkan instruksi DPP PDI Perjuangan ini. Personel tersebut mencakup 32 Pengurus Anak Cabang (PAC), pengurus ranting, anak ranting, hingga organisasi sayap partai.
Baca juga:ย Saat Program KB di Kuningan Dititipkan Pada Tangan yang Tak Tepat
โKetua DPC PDI Perjuangan Kuningan, Nuzul Rachdy, menyatakan bahwa peringatan ini merupakan bentuk penghormatan terhadap perjuangan para kader pada masa Orde Baru. Peristiwa Kudatuli menjadi salah satu tonggak penting bagi perjalanan demokrasi dan reformasi di Indonesia.
โ”Peristiwa 27 Juli merupakan salah satu tonggak reformasi. Saat itu demokrasi seolah mati ketika terjadi penyerangan terhadap Kantor DPP PDI di Jalan Diponegoro Nomor 58,” ujar Nuzul, Senin (27/7/2026).
โNuzul menegaskan bahwa PDI Perjuangan terbentuk dari perjalanan panjang yang penuh pengorbanan para kader. Partai ini tidak lahir melalui proses organisasi biasa.
โ”Partai ini lahir dari keringat, darah, air mata, bahkan nyawa. Peristiwa 27 Juli menjadi puncak dari perjuangan tersebut,” katanya.
โMelalui agenda ini, Nuzul berharap seluruh kader kembali mengingat sejarah perjuangan partai dan mengenang para korban. Ia mengungkapkan bahwa masih ada kader yang hilang sejak peristiwa tersebut dan belum ada petunjuk keberadaannya hingga kini.
โ”Kami ingin menyadarkan seluruh kader tentang bagaimana perjuangan PDI Perjuangan. Ada 124 kader yang hilang dan sampai sekarang belum ditemukan,” ungkap Nuzul.
Baca juga:ย Targetkan 54 Ribu Anak, Ini Misi Besar di Balik Gerakan Subuh Berjamaah di Ciwaru Kuningan
โNuzul menceritakan bahwa dirinya berada di sekitar Jalan Diponegoro saat peristiwa berlangsung karena saat itu ia masih berprofesi sebagai wartawan. Ia mengaku masih mengingat kuat suasana mencekam ketika tragedi itu terjadi.
โSelain mengenang sejarah, DPC PDI Perjuangan Kuningan menghadirkan program Semarak Pangan untuk merespons kondisi ekonomi masyarakat saat ini. Langkah sosial tersebut bertujuan membantu warga di tengah lemahnya daya beli.
โPihak panitia akan menyediakan pangan murah di Kantor DPC serta di sejumlah kantor PAC yang memiliki lokasi memungkinkan. Pasar murah tersebut terbuka untuk masyarakat umum agar mereka bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
โNuzul berharap peringatan Kudatuli dapat memperkuat komitmen kader dalam memperjuangkan kepentingan rakyat. Ia menegaskan PDI Perjuangan akan terus konsisten mengawal jalannya pemerintahan.
โ”Apabila pemerintah mengeluarkan kebijakan yang berpihak kepada rakyat, tentu kami akan berada di barisan terdepan untuk mendukung. Namun jika kebijakan tidak berpihak kepada rakyat, kami akan menyampaikan kritik secara konstruktif,” tegas Nuzul.





