Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomiPemerintahan

Aduan Petani Ditindak Cepat, Kadis Ketahanan Pangan Kuningan Turun Sawah Kendalikan OPT Padi

11
×

Aduan Petani Ditindak Cepat, Kadis Ketahanan Pangan Kuningan Turun Sawah Kendalikan OPT Padi

Sebarkan artikel ini

KUNINGAN – Aduan petani soal serangan organisme pengganggu tanaman (OPT) langsung direspons cepat Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan. Tanpa menunggu lama, Diskatan menggelar Gerakan Pengendalian OPT (Gerdal) secara serentak di enam titik lokasi pada Jumat (23/1/2026) untuk melindungi tanaman padi dari ancaman gagal panen.

Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., bahkan turun langsung ke sawah memimpin pengendalian penyakit Bacterial Leaf Blight (BLB) seluas 15 hektare di Desa Cidahu, Kecamatan Cidahu. Kehadiran orang nomor satu di Diskatan itu disambut antusias petani yang tengah resah akibat serangan penyakit pada fase pertumbuhan kritis padi.

“Begitu ada laporan dari petani, kami langsung bergerak. Ini bagian dari komitmen kami agar serangan OPT tidak berkembang dan produksi padi tetap aman,” ujar Wahyu di sela kegiatan.

BLB Ancam Produksi, Pengendalian Terpadu Ditekankan

Di hadapan petani, Wahyu menjelaskan bahwa BLB atau hawar daun bakteri merupakan penyakit berbahaya yang dapat menurunkan hasil panen secara signifikan jika tidak ditangani sejak dini. Penyakit ini umumnya berkembang cepat pada kondisi lahan lembap dan pemupukan nitrogen berlebih.

Karena itu, ia menegaskan pentingnya pengendalian terpadu, mulai dari penggunaan varietas toleran, pemupukan berimbang, pengaturan jarak tanam, hingga perbaikan sanitasi dan drainase lahan.

“Penanganan tidak bisa setengah-setengah. Harus dilakukan bersama, tepat, dan sesuai rekomendasi teknis,” tegasnya.

Enam Titik Gerdal, Target Tikus hingga Wereng

Selain di Cidahu, Diskatan juga menggelar Gerdal serentak di lima lokasi lain dengan sasaran OPT tikus, wereng batang cokelat, serta BLB/Kresek. Total puluhan hektare sawah menjadi fokus pengendalian sebagai langkah pencegahan dini meluasnya serangan.

Seluruh kegiatan dikoordinasikan oleh UPTD Brigade Proteksi bersama POPT dan petugas lapangan, dimulai sejak pagi hari untuk memastikan efektivitas pengendalian.

Diskatan Tegaskan Siap Gercep Berdasarkan Laporan Petani

Wahyu menegaskan, ke depan Diskatan akan terus memperkuat sistem respon cepat berbasis aduan petani, dengan pemantauan intensif di lapangan.

“Petani jangan ragu melapor. Setiap laporan akan kami tindaklanjuti agar potensi kehilangan hasil bisa ditekan dan ketahanan pangan daerah tetap terjaga,” pungkasnya.

Langkah gercep Diskatan ini dinilai menjadi bukti kehadiran pemerintah di tengah petani, sekaligus bentuk perlindungan nyata terhadap sektor pertanian sebagai tulang punggung ketahanan pangan Kabupaten Kuningan.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *