Scroll untuk baca artikel
BeritaPemerintahan

Bupati Dian: Tenaga Kesehatan Garda Terdepan Memuliakan Manusia

8
×

Bupati Dian: Tenaga Kesehatan Garda Terdepan Memuliakan Manusia

Sebarkan artikel ini

KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan menegaskan pentingnya peran tenaga kesehatan sebagai garda terdepan dalam memuliakan manusia dan membangun kualitas sumber daya manusia. Penegasan tersebut disampaikan Bupati Kuningan Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda dan Sumpah Profesi ke-I Mahasiswa Program Studi Gizi dan Fisioterapi Jenjang Diploma III Politeknik Kesehatan KMC Kuningan, di Grand Hotel Cordela Kuningan, Rabu (21/1/2026).

Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa wisuda bukan sekadar penanda kelulusan akademik, melainkan awal dari tanggung jawab sosial yang lebih besar bagi para lulusan. Ilmu yang diperoleh, menurutnya, merupakan amanah yang harus diabdikan dan dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

“Ini bukan hanya tentang lulus atau tidak lulus, tetapi lahirnya tanggung jawab baru. Ilmu itu bukan milik pribadi, melainkan amanah sosial,” tegas Bupati Dian.

Ia menyampaikan bahwa pembangunan sejatinya tidak hanya diukur dari infrastruktur fisik atau capaian angka statistik, melainkan sejauh mana pembangunan tersebut mampu memuliakan manusia. Dalam konteks itu, profesi ahli gizi dan fisioterapis dinilai memiliki posisi strategis karena bersentuhan langsung dengan kualitas hidup masyarakat.

Menurutnya, ahli gizi berperan penting dalam membangun generasi yang sehat, cerdas, dan kuat melalui edukasi serta intervensi gizi seimbang. Sementara fisioterapis memiliki kontribusi besar dalam memulihkan fungsi tubuh, mengembalikan harapan, serta meningkatkan produktivitas masyarakat yang mengalami keterbatasan fisik.

“Ananda semua adalah penjaga keseimbangan kehidupan manusia. Ketika seseorang kembali pulih dan berfungsi, di situlah harkat dan martabat manusia ditegakkan,” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati Dian juga menyampaikan apresiasi kepada civitas akademika Politeknik Kesehatan KMC Kuningan atas terselenggaranya wisuda pertama yang menjadi tonggak sejarah institusi. Meski tergolong baru, Poltekkes KMC dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam penguatan sumber daya manusia bidang kesehatan di Kabupaten Kuningan.

Ia juga memberikan penghargaan kepada para orang tua wisudawan dan wisudawati yang telah menjadi penopang utama keberhasilan para lulusan.

“Di balik toga yang dikenakan hari ini, ada doa yang tidak pernah putus dan pengorbanan orang tua yang sering kali tak terlihat,” tuturnya.

Bupati turut menyinggung tantangan yang masih dihadapi Pemerintah Kabupaten Kuningan, khususnya dalam kondisi fiskal dan pembangunan sektor kesehatan. Meski demikian, ia optimistis dengan sinergi seluruh pihak serta hadirnya tenaga kesehatan muda yang kompeten, Kuningan mampu sejajar dengan daerah lain.

Ia berharap Politeknik Kesehatan KMC Kuningan terus berkembang menjadi pusat lahirnya tenaga kesehatan yang unggul secara keilmuan, berkarakter, beretika, serta memiliki kecerdasan intelektual, spiritual, emosional, dan sosial.

Sementara itu, Ketua Yayasan Widya Insan Mandiri Kuningan (YWIM) Drs. H. Momon Rochmana, M.M., menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Kuningan, termasuk fasilitasi pemanfaatan aset daerah untuk pengembangan kampus. Ia berpesan agar para lulusan terus belajar, menjunjung tinggi soft skill seperti kejujuran, disiplin, dan kecintaan terhadap profesi, serta menjadi agen perubahan di tengah masyarakat.

Acara wisuda tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat H. Dudy Pamuji, S.E., M.Si., unsur Forkopimda, pimpinan dan civitas akademika Politeknik Kesehatan KMC Kuningan, serta para orang tua wisudawan dan wisudawati.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *