kuninganid.com
Berita Peristiwa

Jenazah Pendaki Misterius di Gunung Ciremai Berhasil Dievakuasi Setelah Medan Ekstrem Dihadapi Tim Gabungan

KUNINGAN – Setelah melalui proses panjang dan medan yang ekstrem, jenazah seorang pendaki tanpa identitas yang ditemukan di kawasan puncak Gunung Ciremai akhirnya berhasil dievakuasi oleh tim gabungan pada Jumat (31/10).

 

Evakuasi dilakukan melalui Jalur Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, yang dikenal sebagai jalur paling terjal di Gunung Ciremai. Proses penurunan dimulai sejak siang hari, sekitar pukul 12.00 WIB, setelah jenazah dibungkus dan disiapkan untuk dibawa turun dari ketinggian lebih dari 3.000 meter di atas permukaan laut.

 

Menurut informasi dari BPBD Kabupaten Kuningan, tim gabungan yang terlibat terdiri dari unsur TNI, Polri, Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC), relawan SAR, serta sejumlah komunitas pecinta alam.

 

“Proses evakuasi berlangsung cukup lama karena kondisi medan curam, licin, dan cuaca berkabut di sekitar puncak,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana.

 

Tim berhasil membawa jenazah dan tiba di Pos Linggarjati sekitar pukul 20.30 WIB malam. Jenazah kemudian langsung dibawa ke RSUD 45 Kuningan untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim Inafis Polres Kuningan.

 

Sebelumnya, pada Rabu (29/10/2025), petugas BTNGC menemukan sesosok mayat pria di sekitar area puncak, sekitar 200 meter dari jalur utama pendakian Linggarjati. Saat ditemukan, korban mengenakan pakaian berwarna biru menyerupai jas dan terbungkus sarung.

 

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, korban diduga telah meninggal dunia sekitar 7–10 hari sebelum ditemukan. Namun, belum ditemukan identitas maupun penyebab pasti kematian.

 

Sebagai langkah antisipasi dan untuk menjaga keselamatan pendaki lain, pihak BTNGC menutup sementara jalur pendakian Linggarjati hingga 6 November 2025 mendatang.

 

“Penutupan dilakukan agar proses penyelidikan berjalan lancar dan tidak ada gangguan dari aktivitas pendakian,” ungkap Humas BTNGC, Adi Sularso.

 

BTNGC juga mengingatkan agar para pendaki selalu melakukan registrasi resmi sebelum naik gunung dan memperhatikan kondisi cuaca yang kerap berubah cepat di kawasan Ciremai.

 

Gunung Ciremai dengan ketinggian 3.078 mdpl dikenal memiliki medan pendakian yang menantang, terutama melalui jalur Linggarjati yang curam dan berbatu.

 

“Keselamatan adalah prioritas utama. Kami harap para pendaki lebih disiplin dan tidak memaksakan diri naik dalam kondisi cuaca buruk,” tambah Adi.

 

Dengan keberhasilan evakuasi ini, pihak berwenang berharap proses identifikasi korban segera menemukan titik terang, sekaligus menjadi pelajaran penting bagi seluruh pendaki agar lebih berhati-hati dalam setiap ekspedisi ke gunung tertinggi di Jawa Barat tersebut.

Related posts

Jadi Penasihat Kapolri, Andi Gani Akan Ngantor Di Mabes

Editor1

Bupati Kuningan Siapkan Retret SKPD di Zona Blankspot: Fokus Bahas Regulasi Bermasalah

Editor1

Bupati Dian Lantik 150 Pejabat di Pemkab Kuningan, Tekankan Komitmen Konservasi Alam

Editor1

Leave a Comment