KUNINGAN – Manajemen Puspita Cipta Group akhirnya memberikan klarifikasi terkait penghentian aktivitas alat berat di lahan milik perusahaan yang berada di lereng Gunung Ciremai, Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur. Ramainya isu yang beredar—termasuk dugaan bahwa kegiatan tersebut berkaitan dengan proyek pembangunan—dinilai telah jauh dari fakta di lapangan.
Dalam konferensi pers di Minara House Kuningan, Senin (8/12) sore, Manajer Agro Puspita Cipta Group, Heri Ruhiyat Taufik, menegaskan bahwa penggunaan alat berat semata-mata untuk pembersihan gulma yang selama ini mendominasi lahan. Ia memastikan aktivitas itu tidak ada kaitannya dengan pengembangan kawasan Arunika maupun proyek usaha lainnya.
Heri menjelaskan bahwa lahan yang dibeli dari warga sejak lama tersebut sebelumnya tidak produktif dan sulit mendapat pasokan air. Kondisi itu membuat area dipenuhi gulma dan pepohonan liar, termasuk Kaliandra yang tumbuh sangat lebat. Upaya penanaman bibit produktif seperti alpukat dan nangka pun gagal karena kalah bersaing dengan gulma.
“Kami hanya melakukan pembersihan dan membuka sedikit akses jalan untuk mobilisasi bibit pohon. Bibitnya pun kami datangkan dari Jawa Tengah,” ujarnya.
Korlap Agrowisata, Nuky Nurholis, S.P., menambahkan, pembersihan manual sudah dilakukan, namun tidak efektif karena medan terjal dan luas lahan yang cukup besar. Saat zona A selesai dibersihkan, gulma kembali tumbuh ketika pekerjaan beralih ke zona B.
“Atas dasar efisiensi, alat berat digunakan untuk mempercepat pembersihan gulma Kaliandra. Bukan untuk pembangunan,” tegasnya.
Ia memastikan tidak ada rencana pembangunan apa pun di lahan tersebut saat ini. Puspita Cipta Group justru menyiapkan konsep penghijauan berkelanjutan berupa hutan tematik atau laboratorium alam (arboretum) yang dapat dimanfaatkan untuk edukasi, penelitian, hingga wisata berbasis lingkungan.
Kepala Bagian Hukum Puspita Cipta Group, Ady Waggos, S.H., M.H., turut membantah isu pembangunan sirkuit di kawasan tersebut. Menurutnya, isu tersebut sama sekali tidak berdasar.
“Kalau suatu saat nanti ada pengembangan usaha, tentu kami akan mematuhi aturan termasuk penyusunan Amdal. Komitmen Pak Rokhmat Ardiyan terhadap pelestarian lingkungan itu kuat sejak dulu,” katanya.
Manajemen berharap upaya pemulihan vegetasi di kawasan lereng Ciremai ini mendapat dukungan dari berbagai pihak. Puspita Cipta Group mengklaim telah menanam sedikitnya 20 ribu bibit pohon di lahan tersebut.
“Kami ingin lahan itu kembali hijau dan bermanfaat bagi ekosistem. Fokus kami sekarang adalah rehabilitasi, bukan pembangunan,” pungkas Ady.

