KUNINGAN – Ratusan pecinta Seni Ketangkasan Domba Garut (SKDG) dari berbagai daerah di Jawa Barat memadati Lapangan Pamidangan Raksa Buana, Desa Sadamantra, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, kemarin.
Sebanyak 174 pasangan domba dengan total sekitar 400 peserta dari Banjar, Pangandaran, Tasikmalaya, Ciamis, Kuningan, Majalengka, Sumedang, hingga Bandung ikut ambil bagian dalam SKDG Tingkat Jawa Barat 2025. Ribuan penonton turut menyaksikan sejak pagi hingga sore hari, menjadikan ajang ini salah satu kegiatan budaya paling meriah di penghujung tahun.
Kegiatan yang digagas oleh Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (HPDKI) Kabupaten Kuningan ini menjadi wadah silaturahmi sekaligus pelestarian seni tradisional khas Sunda. Selain menjadi ajang lomba, kegiatan ini juga berfungsi sebagai latihan bersama yang rutin digelar dua bulan sekali.
Dalam sambutan Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, S.H., M.Kn., yang dibacakan oleh Kepala Dinas Peternakan, Dr. H. A. Taufik Rohman, disampaikan bahwa SKDG bukan sekadar tontonan rakyat, melainkan warisan budaya yang sarat makna.
“Seni ketangkasan domba Garut bukan hanya hiburan, tetapi simbol keberanian, ketangkasan, dan semangat juang masyarakat Jawa Barat. Tradisi ini harus terus dijaga dan dilestarikan,” ujar Taufik membacakan sambutan Wabup.
Sementara itu, Ketua Panitia, Solihin, menuturkan bahwa kegiatan ini bertujuan mempererat tali persaudaraan antarpecinta domba sekaligus mendorong ekonomi lokal.
“Ajang ini menjaga tradisi agar tetap hidup, sekaligus memberi dampak positif bagi masyarakat, termasuk meningkatkan nilai jual domba kontes,” katanya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua HPDKI Kuningan, H. Ade Petruk, Kepala Desa Sadamantra Dimyati, unsur Forkopimcam Jalaksana, serta sejumlah tokoh masyarakat dari berbagai daerah.
Sebagai bentuk apresiasi, panitia juga menyediakan doorprize menarik berupa kulkas, mesin cuci, kipas angin, dan perlengkapan elektronik lainnya bagi peserta dan penonton yang beruntung.
Ajang SKDG Tingkat Jawa Barat 2025 ini menjadi bukti nyata bahwa tradisi leluhur Sunda masih hidup dan dicintai masyarakat. Melalui semangat kebersamaan, kegiatan seperti ini diharapkan terus menjadi magnet budaya sekaligus penggerak ekonomi lokal di Kabupaten Kuningan.

