kuninganid.com
Berita Ekonomi

Sorabi Jadi Simbol Kebangkitan UMKM di Kuningan Lewat Program PENA

KUNINGAN – Sorabi, kuliner tradisional khas Sunda, kini menjadi lambang baru kebangkitan ekonomi mikro di Kabupaten Kuningan. Melalui Program Ekonomi Nasional (PENA), pemerintah daerah mendorong transformasi usaha kecil menjadi lebih mandiri dan berdaya saing.

 

Peluncuran program ini berlangsung pada Selasa (24/6) di Aula Masjid Syiarul Islam, dihadiri oleh puluhan pelaku usaha mikro, khususnya pedagang sorabi. Program ini tidak hanya sekadar memberikan bantuan finansial, tetapi juga menawarkan pendekatan baru terhadap pengelolaan keuangan dan pengembangan usaha.

 

“Dulu sorabi hanya dikenal sebagai jajanan pinggir jalan. Kini kita dorong agar pelakunya masuk dalam sistem ekonomi produktif,” ujar Kepala Dinas Sosial Kabupaten Kuningan, Toto Toharudin.

 

Sebanyak 93 desa dari dua daerah pemilihan di Kuningan terlibat dalam program ini. Setiap penerima manfaat mendapatkan bantuan senilai Rp1 juta—separuh untuk modal usaha langsung, separuh lagi disimpan sebagai tabungan di Bank Kuningan. Skema ini bertujuan membentuk kebiasaan menabung bagi pelaku usaha kecil.

 

“Kami siapkan celengan, tapi kuncinya ada di bank. Jadi uangnya tetap aman dan tidak mudah diambil. Ini bagian dari pendidikan finansial,” tambah Toto.

 

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, turut hadir dalam peluncuran dan memberikan pesan inspiratif kepada para peserta.

 

“Kita tidak hanya memberi uang, tapi membangun pola pikir usaha jangka panjang. Modal itu bukan cuma uang, tapi juga ide, inovasi, dan semangat,” kata Bupati.

 

Ia juga mendorong agar usaha tradisional seperti sorabi berani melakukan inovasi. “Kalau perlu, bikin ‘kopi sorabi’. Jangan takut berkreasi,” ujarnya penuh semangat.

 

Kisah inspiratif pun datang dari Ibu Yuyun, pedagang sorabi telur oncom asal Karangtawang. “Biasanya modal utang, sekarang bisa pakai uang sendiri. Rasanya beda, ada semangat baru,” ujarnya sambil tersenyum.

 

Hal serupa juga dirasakan Sukaenah (69), pedagang sorabi dari Desa Cageur. Meski usia tidak muda lagi, ia tetap bersemangat membesarkan usahanya. “Kalau bisa tambah usaha, kenapa tidak?” katanya lugas.

 

Program PENA diyakini akan berlanjut ke sektor usaha kecil lainnya, seperti penjual gorengan, tukang bakso keliling, hingga tukang cukur. Pemerintah daerah berharap program ini mampu menjadi penggerak ekonomi mikro berbasis kemandirian.

 

“Usaha kecil yang dibina dengan serius akan jadi kekuatan besar. Jangan remehkan mereka yang berjuang dari pinggir jalan, mereka justru paling tangguh,” tutup Bupati Dian.(Red)

Related posts

Dua Mantan Pejabat Bank BUMN di Kuningan Jadi Tersangka Dugaan Korupsi Kredit Rp4,6 Miliar

Editor1

Agun Gunandjar Apresiasi Golkar Berhasil Menang Di Pilkada Kuningan

Editor1

Bupati Kukuhkan Dewan Pengawas LPPL Kuningan, Dorong Transformasi Digital dan Profesionalisme

Editor1

Leave a Comment