Tag: kuningan

  • Pelajari Inovasi SIGAP dan ASIK, Baznas Kuningan Studi Tiru ke Baznas Majalengka

    Pelajari Inovasi SIGAP dan ASIK, Baznas Kuningan Studi Tiru ke Baznas Majalengka

    MAJALENGKA, KUNINGANID – Baznas Kabupaten Majalengka menerima kunjungan studi tiru dari jajaran Baznas Kabupaten Kuningan pada Rabu (4/8/2026). Oleh karena itu, pertemuan ini menjadi ajang strategis untuk saling berbagi pengetahuan, strategi, dan penguatan program pengelolaan ZIS.

    ​Ketua Baznas Kabupaten Kuningan, H. Yusron Kholid, memimpin langsung rombongan tersebut. Selain itu, para wakil ketua beserta jajaran amil turut hadir dalam agenda silaturahmi antar-lembaga ini.

    ​Kedatangan rombongan Kuningan bertujuan mempelajari berbagai inovasi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah (ZIS). Sebab, Baznas Majalengka dinilai sukses mengoptimalkan potensi ZIS di wilayahnya.

    ​Ketua Baznas Kabupaten Majalengka, H. Agus Asri Sabana, menyambut hangat jajaran tamu. Selanjutnya, ia memaparkan lima program unggulan daerahnya, yakni Majalengka Sehat, Majalengka Cerdas, Majalengka Peduli, Majalengka Mandiri, dan Majalengka Taqwa.

    ​”Inovasi lahir dari besarnya kebutuhan para mustahik di lapangan. Namun, kunci utamanya terletak pada dukungan penuh pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat,” ujar Agus Asri.

    ​Sementara itu, Ketua Baznas Kuningan, H. Yusron Kholid, mengungkapkan fokus utama dari studi tiru ini. Pihaknya ingin mendalami keberhasilan Program SIGAP (Sedekah Infak Generasi Anak Peduli) dan Program ASIK (Aksi Sedekah dan Infak Karyawan).

    ​Oleh sebab itu, pihaknya juga berdiskusi terkait proses penyusunan hingga implementasi Peraturan Bupati (Perbup) ZIS di Majalengka. With ini, Yusron berharap pengelolaan zakat di daerahnya bisa semakin transparan, akuntabel, dan profesional.

  • PNM Resmikan Ruang Pintar Arroyan di Kuningan, Dukung Pendidikan Anak Keluarga Prasejahtera

    PNM Resmikan Ruang Pintar Arroyan di Kuningan, Dukung Pendidikan Anak Keluarga Prasejahtera

    KUNINGANid – PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Cabang Cirebon terus memperkuat komitmennya dalam pemberdayaan masyarakat melalui sektor pendidikan. Melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PNM meresmikan Ruang Pintar Arroyan di Taman Raudhatul Athfal (TRA) Arroyan, Desa Haurkuning, Kecamatan Nusaherang, Kabupaten Kuningan, Selasa (28/7/2026).

    Program tersebut menjadi bagian dari upaya PNM memperluas akses pendidikan yang berkualitas bagi anak-anak, khususnya dari keluarga prasejahtera dan nasabah PNM Mekaar.

    Peresmian Ruang Pintar Arroyan merupakan pengembangan dari program serupa yang sebelumnya telah dilaksanakan di Kabupaten Cirebon. Pada tahap awal, PNM memberikan berbagai bantuan penunjang kegiatan belajar mengajar, meliputi 10 set meja dan kursi belajar, alat permainan edukatif (APE), alat tulis, wastafel, dukungan layanan internet, biaya pendamping, hingga bantuan token listrik selama enam bulan.

    Pemimpin Cabang PNM Cirebon, Wina Rustiani, mengatakan bahwa pendidikan menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari proses pemberdayaan yang selama ini dijalankan PNM.

    Menurutnya, pemberdayaan tidak hanya diwujudkan melalui akses pembiayaan kepada perempuan prasejahtera, tetapi juga dengan meningkatkan kualitas sumber daya manusia dalam keluarga.

    “Ruang Pintar Arroyan menjadi wujud komitmen PNM untuk mendukung tumbuh kembang anak-anak keluarga nasabah agar memperoleh lingkungan belajar yang lebih nyaman dan berkualitas. Kami berharap fasilitas ini dapat menjadi investasi jangka panjang yang melahirkan generasi yang lebih berdaya sekaligus memperkuat kesejahteraan keluarga,” ujar Wina.

    Sementara itu, Kepala Sekolah TRA Arroyan, Rohaeni, S.Pd., menyambut baik bantuan yang diberikan PNM. Ia menuturkan, sekolah yang berdiri sejak 2020 tersebut saat ini memiliki 19 peserta didik dengan empat tenaga pendidik serta telah mengantongi Akreditasi B.

    Menurutnya, kehadiran Ruang Pintar Arroyan menjadi dorongan baru untuk meningkatkan kualitas proses belajar mengajar di sekolah.

    Apresiasi juga datang dari salah seorang wali murid yang merupakan nasabah PNM Mekaar. Ia mengaku bersyukur atas perhatian yang diberikan PNM, tidak hanya dalam mendukung usaha keluarga tetapi juga terhadap pendidikan anak-anak.

    “Kami sangat bersyukur atas hadirnya Ruang Pintar Arroyan. Anak-anak kini memiliki tempat belajar yang lebih nyaman, sementara kami sebagai orang tua semakin termotivasi untuk terus mendukung pendidikan mereka. Terima kasih kepada PNM yang tidak hanya membantu usaha kami, tetapi juga peduli terhadap masa depan anak-anak kami,” tuturnya.

    Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Angka Partisipasi Kasar (APK) Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di Indonesia terus mengalami peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Meski demikian, ketersediaan fasilitas belajar yang memadai masih menjadi tantangan di berbagai daerah.

    Melalui Program Ruang Pintar Arroyan, PNM menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pemberdayaan yang berkelanjutan dengan mengintegrasikan aspek ekonomi, sosial, dan pendidikan. Ke depan, perusahaan akan melakukan evaluasi dan pendampingan secara berkala terhadap lembaga penerima manfaat sebagai dasar pemberian dukungan lanjutan.

    PNM berharap Ruang Pintar Arroyan dapat berkembang menjadi pusat pembelajaran yang berkualitas dan membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak keluarga prasejahtera untuk memperoleh pendidikan yang lebih baik sebagai bekal menuju masa depan yang lebih sejahtera.(ale)

  • Ratusan Pelaku Rental Kendaraan Hadiri Kopdar Regional BRN di Kuningan

    Ratusan Pelaku Rental Kendaraan Hadiri Kopdar Regional BRN di Kuningan

    KUNINGANid – Buser Rent Car Nasional (BRN) menggelar Kopdar Regional Jawa Session 2 pada 17–18 Juli 2026 di Hotel Montana Panawuan, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi nasional yang mempertemukan pelaku usaha rental kendaraan.

    Selain mempererat hubungan antarsesama anggota, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk memperluas jaringan bisnis, berbagi pengalaman, serta memperkuat kolaborasi dalam menghadapi tantangan industri rental kendaraan yang terus berkembang.

    Ketua Pelaksana Kopdar Regional Jawa Session 2, Ocan Syahputra, mengatakan pemilihan Kabupaten Kuningan sebagai lokasi pelaksanaan merupakan bagian dari upaya BRN memperluas jangkauan organisasi sekaligus memperkenalkan potensi daerah kepada para anggota dari berbagai wilayah.

    “Kegiatan ini bukan hanya sekadar ajang kumpul anggota, tetapi menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat solidaritas, dan membangun sinergi antarpelaku usaha rental kendaraan di Indonesia. Kami juga membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra usaha agar tercipta kerja sama yang saling menguntungkan,” ujar Ocan.

    Menurutnya, kopdar regional tersebut juga memberikan peluang bagi perusahaan, instansi, maupun pelaku usaha untuk berpartisipasi sebagai sponsor dan mitra kegiatan.

    “Melalui kegiatan ini kami ingin menghadirkan manfaat nyata, baik bagi anggota BRN maupun bagi dunia usaha secara luas. Semakin kuat jejaring yang dibangun, semakin besar peluang bisnis yang bisa dikembangkan bersama,” tambahnya.

    Sementara itu, Ketua Umum BRN, Petra Aulia, menegaskan BRN hadir sebagai wadah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi bagi para pelaku usaha rental kendaraan di Indonesia.

    Menurut Petra, organisasi yang telah memiliki legalitas dari Kementerian Hukum dan HAM tersebut terus berkomitmen membangun komunitas yang profesional, solid, dan mampu memberikan manfaat bagi anggotanya.

    “BRN bukan hanya komunitas, tetapi rumah besar bagi para pelaku usaha rental kendaraan. Kami ingin terus memperkuat jaringan antaranggota, meningkatkan solidaritas, berbagi informasi, serta menciptakan kerja sama yang produktif sehingga mampu meningkatkan kualitas usaha para anggota,” kata Petra Aulia.

    Ia berharap kegiatan regional seperti ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai media konsolidasi organisasi sekaligus mempererat hubungan antarpengusaha rental kendaraan dari seluruh Indonesia.

    Dalam pelaksanaannya, Kopdar Regional Jawa Session 2 menghadirkan berbagai agenda, mulai dari silaturahmi, diskusi usaha, penguatan organisasi, hingga pengembangan kemitraan yang diharapkan mampu memberikan dampak positif terhadap pertumbuhan industri rental kendaraan nasional.

    Dengan mengusung semangat kebersamaan dan profesionalisme, BRN optimistis dapat terus menjadi organisasi yang memperkuat ekosistem usaha rental kendaraan sekaligus mendorong kolaborasi lintas sektor demi kemajuan anggotanya.(ale)

  • Gagal Rujuk dengan Istri, Pria di Kuningan Nekat Bacok Mertua Pakai Golok

    Gagal Rujuk dengan Istri, Pria di Kuningan Nekat Bacok Mertua Pakai Golok

    KUNINGANid – Persoalan rumah tangga kembali memicu tindak kekerasan. Seorang pria berinisial SR (33), warga Desa Citapen, Kecamatan Japara, Kabupaten Kuningan, diamankan Tim Resmob Satreskrim Polres Kuningan setelah diduga membacok mertuanya menggunakan sebilah golok di Desa Bunigeulis, Kecamatan Cigandamekar.

    Peristiwa yang kini ditangani sebagai dugaan tindak pidana penganiayaan itu terjadi pada Rabu (8/7/2026) sekitar pukul 18.30 WIB di rumah korban di Dusun III RT 010 RW 003 Desa Bunigeulis.

    Korban diketahui bernama Rasana (56), warga setempat. Akibat sabetan senjata tajam, korban mengalami luka pada bagian punggung tangan kiri saat berusaha melindungi anggota keluarganya dari serangan pelaku.

    Baca juga: Ribuan Warga Sambut Kepulangan PESIK Kuningan, Euforia Promosi ke Liga 3 Nusantara

    Berdasarkan hasil penyelidikan, pelaku datang ke rumah korban dengan maksud menemui istrinya, Ani Lismasari, yang merupakan anak korban. Diduga, kedatangan SR berkaitan dengan keinginannya untuk rujuk.

    Namun, situasi berubah tegang ketika pelaku datang dalam kondisi emosi. Di hadapan korban, pelaku melontarkan kata-kata bernada ancaman sambil menantang keluarga maupun warga sekitar. Pelaku juga sempat mondar-mandir di depan rumah sambil menelepon seseorang.

    Ketegangan meningkat saat sejumlah tetangga dan kerabat berusaha menenangkan pelaku. Adu mulut pun tak terhindarkan hingga akhirnya pelaku mengeluarkan sebilah golok yang diselipkan di pinggang kanannya.

    Golok tersebut kemudian diayunkan berulang kali ke arah salah seorang kerabat korban. Melihat kejadian itu, korban bersama anaknya berusaha melerai. Saat menahan ayunan golok, tangan kiri korban terkena sabetan hingga mengalami luka.

    Pelaku bahkan kembali mengayunkan golok ke arah kepala korban. Beruntung korban berhasil menahan tangan pelaku, merebut senjata tajam tersebut, lalu membuangnya sebelum akhirnya warga datang melerai.

    Usai melakukan aksinya, pelaku melarikan diri ke area kebun di sekitar lokasi. Sementara korban dilarikan ke Rumah Sakit El-Syifa Kuningan untuk mendapatkan perawatan medis sebelum melaporkan kejadian tersebut ke Polres Kuningan.

    Kurang dari sehari setelah kejadian, Tim Resmob Satreskrim Polres Kuningan berhasil menangkap SR pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 08.00 WIB di wilayah hukum Kabupaten Kuningan.

    Saat dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Kuningan AKP Abdul Azis membenarkan penangkapan terhadap terduga pelaku.

    “Benar, pelaku sudah diamankan oleh Tim Resmob Satreskrim Polres Kuningan dan saat ini sedang menjalani pemeriksaan lebih lanjut,” ujarnya.

    Baca juga: BAZNAS Kuningan Salurkan Bantuan Modal untuk Keluarga Anak Kembar Tiga Tuna Netra

    AKP Abdul Azis menambahkan, penyidik masih mendalami motif secara menyeluruh serta melengkapi keterangan saksi dan barang bukti untuk proses hukum selanjutnya.

    Dalam kasus ini, polisi mengamankan barang bukti berupa satu bilah golok sepanjang sekitar 35 sentimeter, pakaian yang dikenakan pelaku saat kejadian, serta pakaian milik korban yang terkena darah.

    Pelaku kini diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku atas dugaan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 466 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).(ale)

  • Pesik Kuningan Tantang Tim Racikan Bio Paulin di Final Liga 4, Misi Balas Kekalahan Sekaligus Rebut Gelar

    Pesik Kuningan Tantang Tim Racikan Bio Paulin di Final Liga 4, Misi Balas Kekalahan Sekaligus Rebut Gelar

    KUNINGANID – Pesik Kuningan kini tinggal selangkah lagi mencatatkan sejarah dengan menjuarai Liga 4 Piala Presiden 2026. Laskar Kuda Ciremai akan menghadapi Pasuruan United pada partai final di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Sabtu (11/7/2026) malam. Duel tersebut menjadi ajang pembuktian sekaligus kesempatan membalas kekalahan dari Pasuruan United pada fase delapan besar.

    Perjalanan Pesik menuju partai puncak terbilang impresif. Selain telah memastikan tiket promosi ke Liga Nusantara musim depan, skuad asuhan Dian Okta mampu melewati setiap fase kompetisi dengan performa yang konsisten sejak putaran nasional dimulai pada 30 Mei 2026.

    Baca juga: Andi Gani Bangga Pesik Kuningan Lolos ke Final Liga 4 Nasional: Bukti Talenta Putra Daerah Mampu Bersaing

    Di babak 64 besar, Pesik keluar sebagai juara grup usai mengalahkan Persiwah Mempawah 2-0 dan PS Badung 1-0. Langkah mereka berlanjut ke babak 32 besar setelah menundukkan Persemar Martapura dengan skor 2-1.

    Performa apik kembali mereka tunjukkan pada babak 16 besar. Pesik menjadi juara grup berkat kemenangan 2-1 atas Wahana FC Pekanbaru dan kemenangan meyakinkan 3-0 atas Persma 1960 Manado.

    Memasuki babak delapan besar, Pesik finis sebagai runner-up Grup A di bawah Pasuruan United. Meski sempat takluk dari calon lawannya di final, hasil tersebut sudah cukup mengantarkan tim asal Kabupaten Kuningan itu promosi ke Liga Nusantara musim depan.

    Setelah memastikan tiket ke partai final dengan menyingkirkan PSN Ngada lewat drama adu penalti. Sempat tertinggal lebih dahulu, Pesik bangkit melalui gol Arozi sebelum menang 5-4 pada babak adu penalti setelah bermain imbang 1-1 hingga waktu normal berakhir.

    Kini, Pesik berpeluang menutup perjalanan gemilangnya dengan gelar juara. Laga kontra Pasuruan United bukan hanya menjadi perebutan trofi Liga 4 Piala Presiden 2026. Tetapi, laga tersebut juga menjadi kesempatan bagi Laskar Kuda Ciremai membalas kekalahan sebelumnya dan menegaskan diri sebagai tim terbaik di kompetisi musim ini.

  • BAZNAS Kuningan Salurkan Bantuan Modal untuk Keluarga Anak Kembar Tiga Tuna Netra

    BAZNAS Kuningan Salurkan Bantuan Modal untuk Keluarga Anak Kembar Tiga Tuna Netra

    KUNINGANid – Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan. Kali ini, bantuan modal usaha diberikan kepada pasangan Ahmad Taufik dan Yuliwati, warga Desa Cikaso, yang berjuang membesarkan enam anak, termasuk tiga anak kembar penyandang tuna netra.

    Di tengah keterbatasan ekonomi, pasangan tersebut tetap menunjukkan semangat luar biasa dalam membesarkan buah hati mereka. Ahmad Taufik dan Yuliwati menggantungkan nafkah keluarga dari hasil berjualan gorengan serta bensin eceran dengan penghasilan yang tidak menentu.

    Kisah keluarga ini semakin menginspirasi karena ketiga anak kembar mereka, yakni Farhaz, Farhan, dan Farhat, mampu menghafal satu juz Al-Qur’an meski memiliki keterbatasan penglihatan. Saat ini, ketiganya juga menempuh pendidikan di sekolah khusus dengan cita-cita menjadi dosen.

    Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, Yusron Kholid, mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat.

    “Nilainya memang tidak besar, tetapi kami berharap bantuan ini dapat menjadi tambahan modal usaha sehingga penghasilan keluarga bisa meningkat,” ujar Yusron.

    Ia menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari sinergi BAZNAS dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam mendukung program Gema Sadulur (Gerakan Bersama Ngariksa Duafa, Lansia, dan Pengangguran).

    “BAZNAS berkomitmen hadir membantu masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program pemberdayaan. Kami ingin bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan penerima,” katanya.

    Sementara itu, Ahmad Taufik mengaku terharu saat menerima bantuan tersebut. Menurutnya, tambahan modal usaha itu akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengembangkan usaha kecil yang selama ini menjadi sumber penghasilan keluarga.

    “Alhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kuningan. Bantuan ini akan kami gunakan sebagai tambahan modal, termasuk untuk membuat gerobak jualan agar usaha kami lebih baik,” ucapnya.

    Ia menuturkan, perjuangan membesarkan enam anak, termasuk tiga anak kembar tuna netra, bukan hal yang mudah. Namun, ia dan istrinya tetap optimistis dapat memberikan pendidikan terbaik bagi seluruh anak-anak mereka.

    Dengan adanya bantuan modal usaha tersebut, keluarga Ahmad Taufik berharap usahanya dapat berkembang sehingga mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung pendidikan anak-anak mereka untuk meraih cita-cita.(ale)

  • Andi Gani Bangga Pesik Kuningan Lolos ke Final Liga 4 Nasional: Bukti Talenta Putra Daerah Mampu Bersaing

    Andi Gani Bangga Pesik Kuningan Lolos ke Final Liga 4 Nasional: Bukti Talenta Putra Daerah Mampu Bersaing

    KUNINGANid – Keberhasilan Pesik Kuningan melangkah ke partai final Liga 4 Nasional 2026 mendapat apresiasi dari Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, yang juga menjabat sebagai Penasihat Kapolri.

    Andi Gani yang merupakan putra asli Kabupaten Kuningan mengaku bangga atas pencapaian bersejarah yang diraih tim berjuluk Laskar Kuda Ciremai tersebut. Menurutnya, keberhasilan Pesik Kuningan menembus final menjadi bukti bahwa potensi sepak bola daerah mampu bersaing di level nasional.

    “Saya sebagai putra Kuningan tentu merasa sangat bangga. Lolosnya Pesik Kuningan ke final Liga 4 Nasional adalah prestasi luar biasa yang mengharumkan nama Kabupaten Kuningan di tingkat nasional,” ujar Andi Gani, Kamis (9/7/2026).

    Ia menilai perjuangan para pemain, pelatih, manajemen, serta dukungan penuh masyarakat menjadi faktor penting di balik keberhasilan tersebut. Semangat juang yang ditunjukkan para pemain dinilai mencerminkan karakter pantang menyerah yang patut diapresiasi.

    “Prestasi ini lahir dari kerja keras, disiplin, dan kekompakan seluruh tim. Saya mengucapkan selamat kepada seluruh pemain, pelatih, ofisial, pengurus Pesik Kuningan, Pemerintah Kabupaten Kuningan, PSSI Kabupaten Kuningan, dan seluruh masyarakat yang terus memberikan dukungan,” katanya.

    Andi Gani berharap momentum ini menjadi awal kebangkitan sepak bola Kuningan sekaligus mampu melahirkan lebih banyak talenta muda yang nantinya bisa memperkuat klub-klub profesional hingga Tim Nasional Indonesia.

    Ia juga mengajak seluruh masyarakat Kuningan untuk memberikan doa dan dukungan penuh kepada Pesik Kuningan yang akan menghadapi Pasuruan United pada partai final.

    “Mari kita satukan doa dan dukungan untuk Pesik Kuningan. Apa pun hasilnya nanti, mereka sudah membuktikan bahwa putra-putra Kuningan mampu bersaing di level nasional. Namun tentu kita berharap mereka bisa membawa pulang gelar juara untuk masyarakat Kuningan,” ungkapnya.

    Sebagai bentuk dukungan, masyarakat juga diundang mengikuti kegiatan nonton bareng final Liga 4 Nasional yang akan digelar di Taman Kota Kuningan pada Sabtu, 11 Juli 2026 mulai pukul 14.00 WIB. Acara tersebut diharapkan menjadi momentum kebersamaan masyarakat dalam memberikan semangat kepada Pesik Kuningan yang tengah mengukir sejarah.(ale)

  • Ribuan Guru Madrasah Padati Kuningan, PGMNI Bawa Kabar Gembira Insentif Naik hingga Rp1,5 Juta

    Ribuan Guru Madrasah Padati Kuningan, PGMNI Bawa Kabar Gembira Insentif Naik hingga Rp1,5 Juta

    KUNINGANid – Kabupaten Kuningan menjadi pusat perhatian dunia pendidikan madrasah nasional setelah menjadi tuan rumah peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-5 Pengurus Besar Persatuan Guru Madrasah Nasional Indonesia (PB PGMNI) yang dirangkaikan dengan Sarasehan Nasional Guru Madrasah Indonesia, Selasa (30/6/2026), di Diva Convention Hall Kuningan.

    Kegiatan berskala nasional tersebut dihadiri jajaran pimpinan Kementerian Agama Republik Indonesia, kepala kantor wilayah dan kantor kementerian agama dari sejumlah daerah, serta ribuan guru madrasah dari berbagai provinsi di Indonesia.

    Hadir mewakili Menteri Agama RI, Staf Ahli Menteri Agama Bidang Komunikasi dan Informasi Publik, Prof. Dr. H. Iswandi Syahputra, M.Si., bersama Direktur Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dr. H. Feesal Musaad, Direktur Pendidikan Agama Islam Dr. H. M. Munir, MA, serta perwakilan Direktur KSKK Madrasah, Dr. Anis Masykur, yang mewakili Prof. Nyayu Khodijah.

    Turut hadir Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Barat H. Dudi Rohman, M.Si., Kepala Kemenag Kabupaten Kuningan, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Majalengka, Kota Cirebon, Kabupaten Indramayu, serta pengurus wilayah PGMNI dari 18 provinsi di Indonesia.

    Mulai dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur hingga Maluku Utara, seluruhnya hadir memperkuat semangat kebersamaan guru madrasah di Indonesia.

    Ketua Umum PB PGMNI, Heri, mengatakan peringatan harlah tahun ini bukan sekadar seremoni organisasi, tetapi menjadi momentum mempererat silaturahmi guru madrasah lintas daerah dan provinsi.

    Menurutnya, PGMNI terus berkomitmen menjadi wadah perjuangan guru madrasah mulai dari jenjang RA, MI, MTs hingga MA agar semakin profesional dan sejahtera.

    “Guru madrasah harus tampil sebagai guru yang mulia dengan kepercayaan diri yang kuat, karena guru madrasah merupakan bagian penting dari para pendiri bangsa ini,” tegasnya.

    Ia juga menilai besarnya antusiasme peserta menunjukkan eksistensi PGMNI sebagai organisasi profesi guru madrasah yang memiliki legalitas kuat berdasarkan keputusan Kementerian Hukum dan HAM.

    Sementara itu, Wakil Bupati Kuningan Hj. Tuti Indriyani mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan nasional tersebut.

    Dalam sambutannya, ia menyebut PGMNI telah menjadi mitra strategis Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam memperjuangkan aspirasi guru madrasah agar semakin profesional sekaligus memperoleh kesejahteraan yang lebih baik.

    “Melihat hampir seribu guru madrasah, baik ASN maupun honorer, memenuhi Diva Convention Hall menjadi bukti besarnya semangat guru madrasah dalam membangun pendidikan,” ujarnya.

    Selain sarasehan nasional, kegiatan juga diramaikan pameran produk UMKM Kabupaten Kuningan serta aksi donor darah yang bekerja sama dengan PMI Kabupaten Kuningan.

    Salah satu momen yang paling mendapat sambutan meriah datang dari Staf Ahli Menteri Agama RI, Prof. Iswandi Syahputra.

    Menyampaikan salam dari Sekretaris Jenderal Kementerian Agama RI yang berhalangan hadir, ia mengungkapkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan insentif guru madrasah honorer murni.

    Menurutnya, insentif yang selama ini berkisar Rp250 ribu per bulan direncanakan meningkat menjadi sekitar Rp1 juta hingga Rp1,5 juta per bulan bagi setiap guru honorer madrasah.

    Pernyataan tersebut langsung disambut tepuk tangan dan sorak gembira ribuan peserta yang memenuhi ruang acara.

    Direktur GTK Kementerian Agama RI, Dr. H. Feesal Musaad, turut mempertegas komitmen pemerintah dalam memperjuangkan kesejahteraan guru madrasah.

    Ia menyampaikan sejumlah agenda strategis yang tengah diperjuangkan, di antaranya pengajuan lebih dari 630 ribu guru madrasah untuk formasi PPPK dan ASN, peningkatan insentif guru honorer, pencairan Tunjangan Profesi Guru (TPG) secara konsisten, hingga percepatan program Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi guru honorer.

    “Guru honorer yang hadir juga akan didata untuk menjadi calon peserta PPG sehingga memperoleh kesempatan mengikuti sertifikasi,” jelasnya.

    Direktur Pendidikan Agama Islam Kementerian Agama RI, Dr. H. M. Munir, MA., yang juga menjabat Ketua Umum Konfederasi Organisasi Profesi Guru Madrasah Kemenag, menegaskan pentingnya kolaborasi antarorganisasi profesi dalam mengawal berbagai aspirasi guru melalui jalur yang tepat dan konstruktif.

    Sementara itu, perwakilan Direktorat KSKK Madrasah memaparkan berbagai program penguatan kelembagaan madrasah, mulai dari peningkatan sarana prasarana hingga penguatan implementasi kurikulum sesuai regulasi.

    Kemeriahan acara semakin terasa melalui penampilan Upacara Lengser, Aubade, Tari Jaipong dari IGRA Kabupaten Kuningan, serta Tari Jaipong persembahan siswi MTs Yaspika Karangtawang Kuningan yang mendapat apresiasi para tamu undangan.

    Rangkaian Harlah ke-5 PB PGMNI dan Sarasehan Nasional Guru Madrasah Indonesia kemudian ditutup dengan doa yang dipimpin Ketua PD PGMNI Kabupaten Kuningan, Abdul Rojak, S.Pd.((ale)

  • Perkuat Linmas dan Siskamling, Rakor Sindangagung Siapkan Desa Lebih Tangguh

    Perkuat Linmas dan Siskamling, Rakor Sindangagung Siapkan Desa Lebih Tangguh

    KUNINGANid – Pemerintah Kecamatan Sindangagung menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Kasi Pemerintahan Desa se-Kecamatan Sindangagung di Aula Balai Desa Sindangagung, Kabupaten Kuningan, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini bertujuan memperkuat koordinasi, meningkatkan kinerja pemerintahan desa, serta membangun sinergi lintas sektor dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.

    Rakor tersebut dihadiri Kasi Linmas Satpol PP Kabupaten Kuningan, Sekretaris Kecamatan Sindangagung mewakili Camat Sindangagung, Kanit Intelkam Polsek Garawangi, Kepala Desa Sindangagung, personel BKO Satpol PP, Ketua Forum Kasi Pemerintahan Desa T. Irwansyah, serta para Kasi Pemerintahan Desa se-Kecamatan Sindangagung.

    Kasi Trantibum Kecamatan Sindangagung, Asep Kamaludin, S.IP, mengatakan kegiatan ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat komunikasi dan kolaborasi antara pemerintah kecamatan dengan pemerintah desa.

    “Perlu adanya sinergitas antara pemerintah kecamatan dan desa. Kasi Pemerintahan Desa harus dipandang sebagai mitra kerja, bukan bawahan. Melalui rakor ini kami juga menghadirkan instansi terkait untuk berbagi program dan solusi atas berbagai permasalahan yang ada di desa,” ujarnya.

    Asep menambahkan, rakor juga menjadi sarana menyampaikan sejumlah program prioritas, mulai dari penguatan sistem keamanan lingkungan (siskamling), antisipasi bencana seperti kebakaran, longsor dan banjir, hingga menghidupkan kembali Gerakan Jumat Bersih atau Jumat Bersepeda (Bersih, Sehat, Peduli dan Damai).

    Ke depan, pihak kecamatan berencana mengundang instansi lain seperti Koramil, BPBD, dan Dinas Pemadam Kebakaran secara bergiliran sesuai tema yang dibahas agar para perangkat desa mendapatkan pemahaman yang lebih komprehensif terkait tugas dan fungsi masing-masing stakeholder.

    Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Sindangagung, Tatang Sutarna, S.Sos., A.KP., M.Si, menyampaikan permohonan maaf Camat Sindangagung yang berhalangan hadir karena mengikuti agenda Rembug Stunting di Desa Sindangsari.

    Dalam sambutannya, Tatang menegaskan pentingnya peran Kasi Pemerintahan Desa sebagai ujung tombak penyelenggaraan pemerintahan di tingkat desa.

    “Kasi Pemerintahan memiliki posisi strategis dalam memastikan roda pemerintahan desa berjalan dengan baik. Karena itu, kompetensi, profesionalitas, dan integritas harus terus ditingkatkan,” katanya.

    Menurutnya, rakor seperti ini perlu dijadikan agenda rutin guna memperkuat koordinasi dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan desa di wilayah Kecamatan Sindangagung.

    Pada kesempatan yang sama, Kanit Intelkam Polsek Garawangi, Ramli, mengapresiasi soliditas jajaran pemerintah Kecamatan Sindangagung dalam membangun komunikasi dengan pemerintah desa.

    Ia mengingatkan pentingnya mengoptimalkan kegiatan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), terutama dalam mengantisipasi meningkatnya kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor), potensi bencana alam, serta kebakaran yang dapat terjadi sewaktu-waktu.

    “Peran aktif masyarakat dan pemerintah desa sangat dibutuhkan dalam menjaga keamanan lingkungan serta meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi gangguan,” ujarnya.

    Sementara itu, Kasi Linmas Satpol PP Kabupaten Kuningan, Kurnadi, S.Sos, mengapresiasi gagasan penyelenggaraan rakor bulanan bagi para Kasi Pemerintahan Desa atau yang dikenal dengan Forum Ngabihi.

    Menurutnya, forum tersebut menjadi wadah penting untuk mempererat silaturahmi, membangun komunikasi, serta meningkatkan sinergitas antarperangkat desa.

    Kurnadi juga menjelaskan peran strategis Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) berdasarkan Permendagri Nomor 26 Tahun 2020, yakni membantu penanganan bencana, menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, mendukung kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga membantu pelaksanaan pemilihan umum dan upaya pertahanan negara.

    Ia mendorong agar seluruh anggota Satlinmas di desa terus dilibatkan dalam kegiatan peningkatan kapasitas dan pemberdayaan masyarakat agar mampu menjalankan tugas secara optimal sesuai kewenangannya.

    “Koordinasi yang baik antara Satlinmas, pemerintah desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas sangat penting agar penyelenggaraan ketentraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat dapat berjalan maksimal,” jelasnya.

    Rakor diakhiri dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang dimanfaatkan para Kasi Pemerintahan Desa untuk menyampaikan berbagai aspirasi, kendala, serta masukan demi meningkatkan kualitas pelayanan dan pembangunan di desa masing-masing.(ale)

  • Soekarno Run 5K Siap Digelar, 525 Peserta Bakal Ramaikan Kuningan

    Soekarno Run 5K Siap Digelar, 525 Peserta Bakal Ramaikan Kuningan

    KUNINGANid – Ratusan peserta dari berbagai daerah dipastikan akan ambil bagian dalam kegiatan Soekarno Run 5K yang akan digelar di Kabupaten Kuningan. Hingga penutupan pendaftaran, tercatat sebanyak 525 peserta telah mendaftarkan diri untuk mengikuti kegiatan tersebut.

    Ketua Banteng Muda Indonesia (BMI) Kabupaten Kuningan, Pengkuh, mengatakan peserta yang akan mengikuti Soekarno Run tidak hanya berasal dari Kabupaten Kuningan, tetapi juga dari sejumlah daerah lain seperti Tegal dan Jakarta.

    “Total peserta yang terdaftar sebanyak 525 orang. Mereka berasal dari berbagai daerah, termasuk Kuningan, Tegal, dan Jakarta. Dari jumlah tersebut, sekitar 224 peserta berasal dari unsur partai,” kata Pengkuh, Rabu.

    Menurutnya, persiapan pelaksanaan kegiatan saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Panitia kini fokus menyelesaikan kebutuhan teknis di lapangan agar acara dapat berjalan lancar.

    Pengkuh menjelaskan, pendaftaran peserta telah resmi ditutup. Saat ini panitia tengah mendistribusikan race pack yang dapat diambil peserta di Kedai Semoga Jaya mulai pukul 16.00 hingga 20.00 WIB.

    Untuk rute, peserta akan menempuh jarak sejauh 5 kilometer. Start dimulai dari kawasan Panda Prapa Martha, kemudian melintasi Pendopo Kuningan, SMPN 7 Kuningan, SMAN 2 Kuningan, pertigaan Juanda, lampu merah bunderan cijoho, bunderan bola Dunia, hingga kembali finis di depan SMAN 3 Kuningan.

    Panitia juga menyiapkan berbagai fasilitas pendukung di sepanjang lintasan, termasuk water station dan layanan medis untuk memberikan kenyamanan serta keamanan bagi peserta.

    “Ini bukan ajang kompetisi profesional. Konsepnya lebih kepada fun run yang bisa diikuti masyarakat umum. Jadi suasananya santai dan menyenangkan,” ujarnya.

    Keunikan Soekarno Run tahun ini, lanjut Pengkuh, peserta akan diiringi musik DJ sepanjang rute lari. Konsep tersebut diharapkan mampu menambah semangat peserta sekaligus menghadirkan pengalaman berbeda dalam berolahraga.

    Usai kegiatan lari, panitia juga telah menyiapkan berbagai hiburan untuk peserta dan masyarakat yang hadir, mulai dari pertunjukan musik dangdut, penampilan DJ, hingga pembagian doorprize.

    Area kegiatan akan mulai dibuka pada pukul 05.00 WIB, sedangkan start lari dijadwalkan berlangsung pukul 06.00 WIB.

    “Kami berharap kegiatan ini menjadi ajang olahraga yang sehat, menyenangkan, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat,” pungkas Pengkuh.(ale)