KUNINGANid โ Kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Kuningan. Kali ini, bantuan modal usaha diberikan kepada pasangan Ahmad Taufik dan Yuliwati, warga Desa Cikaso, yang berjuang membesarkan enam anak, termasuk tiga anak kembar penyandang tuna netra.
Di tengah keterbatasan ekonomi, pasangan tersebut tetap menunjukkan semangat luar biasa dalam membesarkan buah hati mereka. Ahmad Taufik dan Yuliwati menggantungkan nafkah keluarga dari hasil berjualan gorengan serta bensin eceran dengan penghasilan yang tidak menentu.
Kisah keluarga ini semakin menginspirasi karena ketiga anak kembar mereka, yakni Farhaz, Farhan, dan Farhat, mampu menghafal satu juz Al-Qurโan meski memiliki keterbatasan penglihatan. Saat ini, ketiganya juga menempuh pendidikan di sekolah khusus dengan cita-cita menjadi dosen.
Ketua BAZNAS Kabupaten Kuningan, Yusron Kholid, mengatakan bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian sekaligus upaya mendorong kemandirian ekonomi keluarga penerima manfaat.
โNilainya memang tidak besar, tetapi kami berharap bantuan ini dapat menjadi tambahan modal usaha sehingga penghasilan keluarga bisa meningkat,โ ujar Yusron.
Ia menjelaskan, penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari sinergi BAZNAS dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan dalam mendukung program Gema Sadulur (Gerakan Bersama Ngariksa Duafa, Lansia, dan Pengangguran).
โBAZNAS berkomitmen hadir membantu masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program pemberdayaan. Kami ingin bantuan yang diberikan tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi juga produktif sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan penerima,โ katanya.
Sementara itu, Ahmad Taufik mengaku terharu saat menerima bantuan tersebut. Menurutnya, tambahan modal usaha itu akan dimanfaatkan sebaik mungkin untuk mengembangkan usaha kecil yang selama ini menjadi sumber penghasilan keluarga.
โAlhamdulillah, kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada BAZNAS Kuningan. Bantuan ini akan kami gunakan sebagai tambahan modal, termasuk untuk membuat gerobak jualan agar usaha kami lebih baik,โ ucapnya.
Ia menuturkan, perjuangan membesarkan enam anak, termasuk tiga anak kembar tuna netra, bukan hal yang mudah. Namun, ia dan istrinya tetap optimistis dapat memberikan pendidikan terbaik bagi seluruh anak-anak mereka.
Dengan adanya bantuan modal usaha tersebut, keluarga Ahmad Taufik berharap usahanya dapat berkembang sehingga mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari sekaligus mendukung pendidikan anak-anak mereka untuk meraih cita-cita.(ale)





