Tag: Polres Kuningan

  • Kunjungi Polres Kuningan, Kapolda Jabar Gaungkan Semangat Bersama Lawan Begal

    Kunjungi Polres Kuningan, Kapolda Jabar Gaungkan Semangat Bersama Lawan Begal

    KUNINGAN – Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama memerangi aksi kejahatan, termasuk begal. Sebab, menjaga keamanan dan ketertiban bukan hanya menjadi tugas kepolisian.

     

    Pernyataan tersebut disampaikan Pipit saat berkunjung ke Mapolres Kuningan, Selasa (11/8/2026). Dalam kunjungan tersebut, Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama mendampingi langsung Kapolda Jabar.

     

    Baca jugaTerancam Sanksi Disiplin Berat, ASN Kuningan Terindikasi Judi Online Bakal Diverifikasi

     

    Pipit menjelaskan bahwa berbagai aksi kriminalitas di Jawa Barat tidak muncul begitu saja. Oleh karena itu, penanganan tindak kejahatan membutuhkan kerja sama dari berbagai pihak.

     

    “Setiap kejadian kejahatan itu tidak berdiri sendiri, pasti ada faktor-faktor pemicu yang lain,” kata Pipit.

     

    Salah satu hal yang menjadi perhatian utama Kapolda adalah maraknya keterlibatan remaja dalam aksi kejahatan. Bahkan, beberapa pelaku kriminal tepergok masih berstatus sebagai pelajar aktif.

     

    Melihat fenomena ini, Pipit meminta peran aktif orang tua dan pihak sekolah. Sebab, pengawasan ketat terhadap anak dapat mencegah mereka terjerumus ke dunia kriminal.

     

    Baca juga: Motif Kesal, Terduga Anak Kandung Habisi Ibu di Wanasaraya

     

    Selain faktor keluarga, Pipit menilai persoalan keamanan berkaitan erat dengan kondisi ekonomi masyarakat. Dengan demikian, pembukaan lapangan kerja dan penekanan angka pengangguran oleh pemerintah turut membantu menjaga kondusivitas wilayah.

     

    Sejalan dengan hal itu, Polda Jabar mengusung tagline baru bertajuk JAWARA. Melalui semangat tersebut, kepolisian bersama pemerintah dan masyarakat siap berkomitmen merawat keamanan Jawa Barat.(ale)

  • Kesal Dibangunkan Salat Subuh, Anak Kandung Diduga Habisi Ibu di Wanasaraya

    Kesal Dibangunkan Salat Subuh, Anak Kandung Diduga Habisi Ibu di Wanasaraya

    KUNINGAN – Kasus dugaan pembunuhan di Desa Wanasaraya, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, memasuki babak baru. Tim Satreskrim Polres Kuningan berhasil menangkap tersangka berinisial T (38) kurang dari 24 jam setelah kejadian.

    Petugas mengamankan T di rumah istrinya di Kabupaten Brebes tanpa perlawanan. Oleh karena itu, pelaku langsung dibawa ke Mapolres Kuningan untuk menjalani proses hukum.

    Baca juga: Pelarian Berakhir di Brebes! Tim Resmob Polres Kuningan Amankan Terduga Pelaku yang Habisi Lansia di Wanasaraya

    Kapolres Kuningan menjelaskan bahwa peristiwa berdarah ini terjadi pada 8 Agustus 2026. Selanjutnya, polisi membeberkan motif awal yang memicu tindakan nekat pelaku.

    Hasil pemeriksaan awal menunjukkan pelaku merasa sangat kesal karena sang ibu membangunkannya untuk salat Subuh. Sebab, teguran tersebut memicu emosi pelaku hingga tega menganiaya ibu kandungnya sendiri.

    “Kami mengamankan tersangka di Kabupaten Brebes dalam waktu kurang dari 24 jam. Bahkan, proses penangkapan berjalan aman dan kooperatif,” ujar pihak kepolisian, Senin (10/8/2026).

    Polisi menduga pelaku memukul kepala korban menggunakan palu besi hingga terluka parah. Kemudian, pelaku memasukkan jasad korban ke dalam sumur untuk menghilangkan jejak.

    Penyidik menyita palu dan pakaian korban sebagai barang bukti utama di lapangan. Selain itu, polisi membantah isu yang menyebut pelaku merupakan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

    Baca juga: Pelarian Berakhir di Brebes! Tim Resmob Polres Kuningan Amankan Terduga Pelaku

    Pihak kepolisian menegaskan belum ada dokumen medis resmi yang menyatakan kondisi kejiwaan pelaku. Oleh sebab itu, penyidik bakal mendatangkan ahli psikologi forensik untuk memeriksa kondisi mental T secara obyektif.

    Penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 458 ayat (1) dan (2) tentang pembunuhan. Dengan demikian, T terancam hukuman maksimal 20 tahun penjara dengan pemberatan karena membunuh orang tua kandung.

  • Tanggap Krisis Air Bersih, Polres Kuningan dan Perumda Tirta Kamuning Terjun ke Pakembangan

    Tanggap Krisis Air Bersih, Polres Kuningan dan Perumda Tirta Kamuning Terjun ke Pakembangan

    KUNINGAN – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak kekeringan terus berlanjut. Polres Kuningan bekerja sama dengan PERUMDA Air Minum Tirta Kamuning. Mereka menyalurkan bantuan air bersih kepada warga Desa Pakembangan, Kecamatan Garawangi, Kabupaten Kuningan, Kamis (6/8/2026).

    ​Dalam aksi sosial tersebut, petugas membagikan 12.000 liter air bersih pada hari pelaksanaan. Bahkan, total air bersih yang terdistribusi ke wilayah tersebut telah mencapai 24.000 liter selama dua hari.

    Baca juga: Kapolres Kuningan Sambangi Kantor DPC KSPSI AGN Demi Perkuat Sinergi Hubungan Industrial

    ​Warga menyambut gembira bantuan air tersebut. Sebab, masyarakat dapat langsung menggunakannya untuk kebutuhan harian. Contohnya seperti memasak, mandi, mencuci, hingga konsumsi air minum.

    ​Kapolres Kuningan, AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., menegaskan komitmen kepolisian. Ia menyebutkan bahwa aksi ini menjadi bukti nyata kehadiran Polri di tengah kesulitan warga.

    ​”Kami hadir tidak hanya dalam menjaga keamanan, tetapi juga berupaya memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi masyarakat. Melalui kolaborasi dengan PAM Tirta Kamuning, kami berharap kebutuhan air bersih warga Desa Pakembangan dapat terbantu selama musim kemarau ini,” kata AKBP Bellen.

    ​Selain membagikan air bersih, Polres Kuningan menyerahkan paket sembako. Selanjutnya, jajaran kepolisian memastikan akan terus memantau wilayah berpotensi kering lain di Kabupaten Kuningan.

    ​Sementara itu, Direktur Utama PAM Tirta Kamuning Dr. Ukas Suhafaputra memberikan penjelasan teknis melalui Staf Humas Gery Aditya Pratama. Ia menjelaskan bahwa petugas mengerahkan tiga tangki air berkapasitas total 12.000 liter setiap hari ke lokasi.

    ​“Kolaborasi dengan Polres Kuningan menjadi wujud sinergi antar lembaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan dampak kekeringan di Kabupaten Kuningan,” ujar Gery.

  • Antisipasi Kebakaran Hutan, Pemkab dan Polres Kuningan Siagakan Pasukan

    Antisipasi Kebakaran Hutan, Pemkab dan Polres Kuningan Siagakan Pasukan

    KUNINGAN – Pemerintah Kabupaten Kuningan bersama Polres Kuningan menggelar Apel Gelar Pasukan Siaga Tanggap Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Tahun 2026 di Halaman Kantor Pemda Kuningan, Rabu (5/8/2026). Langkah ini bertujuan memperkuat mitigasi serta sinergi lintas sektor dalam menghadapi potensi kebakaran hutan saat musim kemarau.

    Apel dipimpin langsung oleh Bupati Kuningan, Dr. H. Dian Rachmat Yanuar, M.Si., bersama Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H., dan jajaran Forkopimda. Kegiatan tersebut melibatkan personel dari TNI, BPBD, Perhutani, BTNGC, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, hingga relawan kebencanaan.

    Baca juga: BPBD Majalengka Catat 12 Kasus Karhutla dalam 10 Hari, Lahan Terbakar Capai 10,85 Hektare

    Dalam amanatnya, Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa penanganan karhutla yang berulang setiap tahun memerlukan peningkatan kewaspadaan. Oleh karena itu, pemerintah daerah mengedepankan langkah pencegahan sebelum titik api muncul dan membesar.

    “Karhutla yang sering terjadi setiap tahun jangan dianggap biasa. Justru ini harus menjadi motivasi untuk meningkatkan kewaspadaan. Kita tidak boleh menunggu api muncul dan membesar baru bergerak, tetapi harus mengedepankan mitigasi dan kesiapsiagaan,” ujar Dian.

    Dian menambahkan, Kabupaten Kuningan memiliki tanggung jawab besar menjaga kelestarian hutan sebagai daerah konservasi kawasan Gunung Ciremai. Karena itu, seluruh elemen masyarakat perlu menyadari pentingnya menjaga fungsi hutan sebagai penyangga kehidupan. Selain itu, ia mengapresiasi Polres Kuningan yang menginisiasi konsolidasi personel serta pengecekan sarana dan prasarana penanggulangan bencana lebih dini.

    Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, pemda mengimbau para pendaki dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan di kawasan Gunung Ciremai. Dian meminta warga tidak membuang puntung rokok sembarangan, tidak meninggalkan api unggun dalam kondisi menyala, serta tidak membuka lahan dengan cara membakar.

    Baca juga: Tak Mampu Beli Seragam SMK, Siswi Asal Cibeureum Dapat Bantuan Baznas Kuningan

    Pada kesempatan yang sama, Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama menyatakan seluruh personel dan peralatan siap menghadapi potensi karhutla. Kepolisian mengedepankan langkah preventif melalui sosialisasi, namun tetap menyiapkan upaya pemadaman serta penegakan hukum bagi pelaku pembakaran liar.

    “Kami bersama seluruh stakeholder siap melaksanakan pencegahan, pemadaman, hingga penegakan hukum apabila ditemukan unsur pidana dalam kejadian kebakaran hutan dan lahan,” kata Bellen.

    Pihak kepolisian memastikan akan menindak tegas setiap pihak yang terbukti secara sengaja membakar hutan atau lahan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Melalui apel siaga ini, Pemkab Kuningan berharap kesiapsiagaan dan koordinasi antarinstansi semakin solid dalam menjaga kelestarian lingkungan.

  • Awali Masa Tugas, Kapolres Kuningan AKBP Bellen Kenalkan Jargon BAGEUR

    Awali Masa Tugas, Kapolres Kuningan AKBP Bellen Kenalkan Jargon BAGEUR

    KUNINGAN – Mengawali masa tugasnya di Kabupaten Kuningan, Kapolres Kuningan AKBP Bellen Anggara Pratama meluncurkan jargon baru “Polres Kuningan BAGEUR”. Langkah awal ini menjadi identitas sekaligus pemacu semangat kerja bagi seluruh personel kepolisian setempat dalam melayani masyarakat.

    ​Jargon BAGEUR merupakan akronim dari Berintegritas, Amanah, Gesit, Empatik, Unggul, dan Responsif. Oleh karena itu, filosofi ini akan menjadi pedoman bagi setiap anggota Polri di Kuningan saat bertugas sebagai pelindung dan pengayom publik.

    Baca juga: Meriahkan HUT RI ke-81, Turnamen Bola Voli Antar Desa di Sangkanurip Dapat Apresiasi Ketua PBVSI Kuningan

    ​Kapolres menyertakan pesan khusus dalam peluncuran visi ini, yaitu “BAGEUR dina lampah, tegas dina hukum”. Selanjutnya, pesan tersebut menggambarkan komitmen korps bhayangkara untuk mengedepankan sikap santun dan humanis tanpa mengabaikan ketegasan dalam penegakan hukum.

    ​”Jargon ‘Polres Kuningan BAGEUR’ bukan sekadar slogan di atas kertas. Namun, kalimat ini menjadi komitmen dan budaya kerja nyata yang harus seluruh personel wujudkan,” ujar Bellen dalam keterangan persnya, Senin (3/8/2026).

    ​Selain itu, Bellen merinci makna setiap poin dalam jargon tersebut kepada media. Nilai Berintegritas dan Amanah menuntut kejujuran serta tanggung jawab penuh dari personel dalam menjaga kepercayaan masyarakat.

    Baca juga: Profil AKBP Bellen Anggara Pratama: Lulusan Akpol 2006 yang Kini Jadi Orang Nomor Satu di Polres Kuningan

    ​Varian nilai lain seperti Gesit dan Responsif menuntut kecepatan anggota dalam menindaklanjuti laporan kamtibmas. Sementara itu, nilai Empatik dan Unggul berfokus pada komunikasi humanis serta peningkatan kualitas kinerja kepolisian secara berkelanjutan.

    ​Menurut Bellen, kehadiran Polri di tengah warga harus mampu memberikan rasa aman sekaligus menjadi solusi konkret. Oleh sebab itu, ia meminta doa dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat Kuningan agar jajarannya bisa menjalankan amanah ini dengan optimal.(ale)

  • Profil AKBP Bellen Anggara Pratama: Lulusan Akpol 2006 yang Kini Jadi Orang Nomor Satu di Polres Kuningan

    Profil AKBP Bellen Anggara Pratama: Lulusan Akpol 2006 yang Kini Jadi Orang Nomor Satu di Polres Kuningan

    KUNINGAN – Pucuk kepemimpinan Polres Kuningan kini resmi berpindah tangan ke AKBP Bellen Anggara Pratama, S.I.K., M.H. Perwira menengah Polri lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 2006 ini membawa rekam jejak mumpuni dalam urusan penegakan hukum dan manajemen keamanan.

    Pria kelahiran Bandar Lampung, 28 Maret 1985 tersebut memiliki pengalaman panjang di garis depan bidang reserse kriminal serta reserse narkoba. Oleh karena itu, penunjukannya sebagai Kapolres Kuningan mendapat respons positif dari berbagai kalangan yang mengharapkan ketegasan dalam membasmi kriminalitas.

    Baca juga: Lewati Gerbang Pedang Pora, Ini Langkah Pertama AKBP Bellen Anggara Pratama di Kuningan

    Sebelum berlabuh di kaki Gunung Ciremai, Bellen mengemban tugas sebagai Koordinator Spripim Polda Sumatera Utara sejak Juni 2024. Selanjutnya, ia resmi menggantikan AKBP Muhammad Ali Akbar yang kini berpindah tugas memimpin Polres Brebes, Polda Jawa Tengah.

    Bellen tergolong perwira yang rajin menempa diri di dunia akademik dan kepolisian. Ia berturut-turut merampungkan pendidikan PTIK pada 2015, S2 di Universitas Tanjungpura Pontianak pada 2021, hingga lulus Sespimmen Polri pada 2023.

    Rekam jejak penugasan Bellen tersebar luas di wilayah hukum Polda Sulawesi Tengah, Polda Kalimantan Barat, hingga Polda Sumatera Utara. Dengan demikian, ia sudah kenyang menghadapi berbagai dinamika sosial dan karakteristik keamanan yang berbeda di Indonesia.

    Baca juga: AKBP Muhammad Ali Akbar Resmi Serahkan Jabatan Kapolres Kuningan kepada AKBP Bellen Anggara Pratama

    Beberapa posisi mentereng yang pernah ia duduki antara lain Kasat Reskrim Polres Ketapang, Kapolsek Pontianak Selatan, Kasubdit I Ditreskrimsus Polda Sumut, dan Kasubdit I Ditresnarkoba Polda Sumut. Selain itu, ia juga membekali diri dengan keahlian khusus seperti penanganan kasus pendanaan terorisme (Terrorist Financing) dan pencucian uang (Money Laundering).

    Menariknya, Kapolres baru ini tidak hanya mahir dalam strategi kepolisian, tetapi juga menguasai kemampuan linguistik yang mumpuni. Bellen tercatat aktif menguasai bahasa Inggris, Prancis, serta Melayu untuk menunjang komunikasi globalnya.

    Oleh sebab itu, kehadiran AKBP Bellen Anggara Pratama di Kabupaten Kuningan memicu harapan besar. Mantan Kasat Reskrim ini diproyeksikan mampu menekan angka kriminalitas, memberantas peredaran gelap narkoba, sekaligus merangkul insan pers dan tokoh masyarakat lewat pendekatan yang responsif dan humanis.

  • Lewati Gerbang Pedang Pora, Ini Langkah Pertama AKBP Bellen Anggara Pratama di Kuningan

    Lewati Gerbang Pedang Pora, Ini Langkah Pertama AKBP Bellen Anggara Pratama di Kuningan

    KUNINGAN – Suasana khidmat dan penuh semangat mewarnai halaman Mapolres Kuningan pada Jumat (31/7/2026). Jajaran personel kepolisian menggelar tradisi Pedang Pora untuk menyambut kedatangan pimpinan baru mereka, AKBP Bellen Anggara Pratama.

    Tradisi Pedang Pora ini merupakan bentuk penghormatan sakral bagi perwira menengah yang akan mengemban amanah sebagai pimpinan wilayah. Oleh karena itu, momentum ini sekaligus menandai dimulainya babak baru kepemimpinan korps bayangkara di Kabupaten Kuningan.

    Baca juga: AKBP Muhammad Ali Akbar Resmi Serahkan Jabatan Kapolres Kuningan kepada AKBP Bellen Anggara Pratama

    AKBP Bellen Anggara Pratama berjalan melewati gerbang hunusan pedang bersama Ketua Bhayangkari Cabang Kuningan. Selanjutnya, jajaran pejabat utama, para perwira, serta seluruh personel Polres Kuningan menyambut hangat kehadiran mereka.

    Dalam kesempatan tersebut, AKBP Bellen Anggara Pratama menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas sambutan luar biasa dari jajarannya. Ia berkomitmen kuat untuk menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif melalui kerja sama tim yang solid.

    “Penyambutan ini menjadi modal semangat bagi saya untuk mengemban amanah. Oleh sebab itu, saya memohon doa dan dukungan dari seluruh personel serta masyarakat Kuningan,” ujar Bellen, Jumat (31/7/2026).

    Selain itu, mantan Koorspripim Polda Sumut ini mengajak anggotanya untuk terus meningkatkan profesionalisme di lapangan. Dengan demikian, Polres Kuningan dapat konsisten memberikan pelayanan yang humanis sesuai dengan semangat Polri Presisi.

    Baca juga: Bikin Bising Jalanan, 67 Pelanggar Knalpot Brong Terjaring Razia Satlantas Polres Kuningan

    Sebelumnya, Kapolda Jawa Barat memimpin langsung upacara serah terima jabatan dari AKBP Muhammad Ali Akbar kepada AKBP Bellen Anggara Pratama. Usai menyerahkan jabatan, AKBP Muhammad Ali Akbar kini resmi berpindah tugas untuk memimpin Polres Brebes.

    Sementara itu, AKBP Muhammad Ali Akbar turut menyampaikan pesan perpisahan yang penuh haru kepada warga dan instansi terkait. Ia mengapresiasi dukungan penuh dari Forkopimda, insan pers, serta tokoh masyarakat selama ia menjabat.

    “Saya berharap sinergi yang telah terbangun baik selama ini dapat terus bertahan. Bahkan, jajaran Polres Kuningan harus meningkatkannya lagi di bawah kepemimpinan Kapolres baru,” pungkas Ali Akbar.(ale)

  • Bikin Bising Jalanan, 67 Pelanggar Knalpot Brong Terjaring Razia Satlantas Polres Kuningan

    Bikin Bising Jalanan, 67 Pelanggar Knalpot Brong Terjaring Razia Satlantas Polres Kuningan

    KUNINGAN – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Kuningan kembali menggelar penindakan tegas terhadap para pengendara yang nekat menggunakan knalpot brong. Operasi penertiban ini menyasar kendaraan roda dua yang tidak menggunakan knalpot sesuai spesifikasi teknis di jalanan pusat kota.

    ​Petugas dari Unit Turjawali Satlantas Polres Kuningan memimpin langsung jalannya razia di lapangan pada Kamis (30/7/2026). Sebelum bergerak, para personel mengikuti apel kesiapan untuk menyamakan persepsi mengenai penegakan hukum yang humanis namun tetap tegas.

    Baca juga: AKBP Muhammad Ali Akbar Resmi Serahkan Jabatan Kapolres Kuningan kepada AKBP Bellen Anggara Pratama

    ​Dalam operasi kali ini, petugas di lapangan menindak total 67 pelanggar lalu lintas. Oleh karena itu, polisi langsung mengamankan barang bukti berupa 66 unit sepeda motor berknalpot bising serta 1 lembar STNK untuk dikenakan sanksi tilang.

    ​Kasat Lantas Polres Kuningan, AKP Aktuin Moniharapon, menjelaskan bahwa razia ini menjadi respons cepat kepolisian atas laporan masyarakat. Sebab, kebisingan yang ditimbulkan oleh knalpot brong sudah sangat mengganggu ketenteraman warga Kuningan.

    ​”Suara bising dari knalpot brong sangat mengganggu kenyamanan masyarakat dan berpotensi memicu gangguan kamtibmas,” ujar Aktuin Moniharapon kepada awak media, Kamis (30/7/2026).

    ​Selain itu, Aktuin mengimbau seluruh lapisan pengendara agar selalu menggunakan knalpot standar pabrikan yang ramah lingkungan. Dengan demikian, suasana berkendara di jalan raya dapat kembali aman, tertib, dan kondusif tanpa polusi suara.

    ​Pihak kepolisian memastikan bahwa agenda penertiban serupa akan terus berjalan secara berkala di berbagai titik rawan. Selanjutnya, Satlantas Polres Kuningan meminta kerja sama dari para orang tua agar ikut mengawasi kendaraan milik anak-anak mereka.

    Baca juga: Baru Tahu dari Media, Ini Jawaban Direktur PT Bhakti Artha Mulya Soal Kasus Lahan di Cidahu

    ​Langkah tegas aparat penegak hukum ini memicu respons positif dari kalangan warga sipil. Salah seorang warga setempat, Suryana, mengaku sangat bersyukur dengan adanya razia berkala tersebut karena suara bising kerap membuat kaget pengguna jalan lain.

    ​”Saya sangat mendukung razia seperti ini karena knalpot brong sering membuat kaget pengguna jalan dan warga yang sedang beristirahat,” ungkap Suryana.

  • AKBP Muhammad Ali Akbar Resmi Serahkan Jabatan Kapolres Kuningan kepada AKBP Bellen Anggara Pratama

    AKBP Muhammad Ali Akbar Resmi Serahkan Jabatan Kapolres Kuningan kepada AKBP Bellen Anggara Pratama

    KUNINGAN – Tongkat estafet kepemimpinan di Polres Kuningan resmi berganti pada Selasa (28/7/2026). Pucuk pimpinan kepolisian resor tersebut kini beralih dari AKBP Muhammad Ali Akbar kepada AKBP Bellen Anggara Pratama.

    ​Pergantian ini merujuk pada Surat Telegram Kapolri Nomor ST/1341/VI/KEP./2026 tertanggal 25 Juni 2026. Melalui surat telegram tersebut, AKBP Muhammad Ali Akbar mendapat promosi jabatan baru sebagai Kapolres Brebes di Polda Jawa Tengah.

    Baca juga: Sasar Target Indonesia Emas 2045, 10 Kepala Daerah di Perbatasan Jabar-Jateng Bersatu di Jakarta

    ​Sementara itu, AKBP Bellen Anggara Pratama resmi mengemban jabatan Kapolres Kuningan. Perwira menengah tersebut sebelumnya menjabat sebagai Koorspripim di Polda Sumatera Utara.

    ​Kapolda Jawa Barat, Irjen Pol. Pipit Rismanto, memimpin langsung upacara serah terima jabatan (sertijab) pejabat utama dan Kapolres jajaran. Agenda resmi ini berlangsung di Aula Ditlantas Polda Jabar pada Selasa (28/7/2026).

    ​Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Jabar menegaskan bahwa pergantian jabatan merupakan bagian penting dari proses pembinaan di lingkungan Polri. Oleh karena itu, dinamika ini mutlak diperlukan demi penyegaran organisasi.

    ​”Serah terima jabatan merupakan bentuk pembinaan karier sekaligus upaya meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat,” ujar Pipit Rismanto sebagaimana dikutip dari Humas Polda Jabar, Selasa (28/7/2026).

    ​Selain itu, setelah melantik pejabat baru Pipit juga berharap agar dapat segera beradaptasi di lingkungan kerja yang baru. Dengan demikian, mereka bisa langsung melanjutkan program kerja yang telah berjalan di wilayah masing-masing.

    ​Mantan wartawan tersebut menambahkan bahwa penguatan kehadiran Polri yang Presisi harus terus ditingkatkan. Kehadiran personel kepolisian di lapangan sangat krusial dalam memberikan perlindungan, pengayoman, dan pelayanan kepada warga.

    ​Melalui pergantian kepemimpinan ini, Polres Kuningan semoga dapat terus meningkatkan performa kinerja di lapangan. Selanjutnya, korps korps bayangkara daerah ini di tuntut konsisten menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat secara profesional.

  • Maling Motor di Kuningan Ditangkap Warga Usai Tabrak Korban Saat Kabur

    Maling Motor di Kuningan Ditangkap Warga Usai Tabrak Korban Saat Kabur

    KUNINGAN – Warga Desa Tinggar, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan, menggagalkan aksi pencurian sepeda motor yang terjadi pada Senin (20/7/2026) pagi. Seorang pelaku berinisial M (37), warga Kecamatan Krangkeng, Kabupaten Indramayu, berhasil ditangkap warga. Sementara rekannya berinisial R melarikan diri dan kini masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

    Kasat Reskrim Polres Kuningan, AKP Abdul Azis, membenarkan penangkapan tersebut. Polisi kini menahan pelaku untuk menjalani proses hukum.

    Baca juga: Belajar Langsung ke Tiongkok, Legislator Kuningan Bongkar Rahasia Pesatnya Pembangunan Negeri Tirai Bambu

    “Benar, kami telah mengamankan seorang pelaku dugaan pencurian sepeda motor yang sempat diamankan warga di Desa Tinggar, Kecamatan Kadugede. Satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran petugas,” ujar AKP Abdul Azis, Selasa (21/7/2026).

    Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.45 WIB di jalan menuju Dusun Wage, Desa Tinggar. Korban diketahui bernama Maman Karsiman, seorang sopir asal Desa Tinggar.

    Sebelum beraksi, kedua pelaku berangkat dari Kecamatan Krangkeng menuju Kabupaten Kuningan dengan membawa kunci letter T untuk mencari sasaran.

    Mereka sempat mencoba mencuri sepeda motor Honda Vario menggunakan kunci letter T. Namun, upaya tersebut gagal karena mesin motor tidak bisa menyala.

    Saat hendak pulang, keduanya melihat sepeda motor Honda Beat tahun 2023 bernomor polisi E 4974 KAB terparkir di pinggir jalan dengan kunci masih menempel di kontak. Pelaku langsung membawa kabur kendaraan tersebut.

    Baca juga: Peluang Emas! Kebutuhan Gula Jabar Belum Terpenuhi, Petani Tebu Jamin Untung

    Aksi itu diketahui anak korban yang langsung berteriak meminta pertolongan. Korban kemudian menghadang pelaku hingga terjadi tarik-menarik.

    Pelaku bahkan menabrakkan sepeda motor ke arah korban saat berusaha melarikan diri. Korban lalu menendang motor pelaku hingga terjatuh. Warga yang berdatangan segera menangkap M, sedangkan R kabur menggunakan sepeda motor yang mereka bawa.

    Polisi menyita sejumlah barang bukti, yaitu:

    • Satu unit Honda Beat milik korban.
    • Satu buah kunci letter T.
    • Empat mata kunci letter T.
    • Satu unit telepon genggam milik pelaku.

    AKP Abdul Azis mengatakan penyidik menjerat pelaku dengan Pasal 476 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

    Polisi juga terus memburu pelaku yang kabur dan mendalami kemungkinan keterlibatan keduanya dalam jaringan pencurian kendaraan bermotor lainnya.

    “Kami mengimbau masyarakat agar selalu waspada dan tidak meninggalkan kunci kendaraan di kontak meski hanya sebentar. Kelalaian seperti itu bisa memicu terjadinya pencurian kendaraan bermotor,” tegas AKP Abdul Azis.