KUNINGAN – Sebanyak 1.517 mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Guru Tertentu Dalam Jabatan (Daljab) Tahap II Tahun 2025 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Kuningan (Uniku) dinyatakan lulus. Prosesi yudisium digelar di Ballroom Asmarandana Grand Cordela Hotel Kuningan, Senin (29/12/2025) pagi.
Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Yayasan Pendidikan Sang Adipati Kuningan (YPSAK) yang terdiri dari unsur pembina, pengurus, dan pengawas, Rektor Uniku beserta Wakil Rektor IV, Dekan FKIP, Koordinator Program PPG Dr. Ilah Nurlaelah, M.Si., para guru pamong, peserta yudisium, serta tamu undangan lainnya.
Dekan FKIP Uniku, Dr. Asep Jejen Jaelani, M.Pd., dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh peserta yudisium. Dari total 1.517 peserta PPG, sebanyak 98 orang hadir secara langsung dalam prosesi tersebut.
“Alhamdulillah seluruh peserta PPG Guru Tertentu Daljab Tahap II Tahun 2025 dinyatakan lulus dengan baik. Selamat dan sukses kepada Bapak dan Ibu semuanya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan menyelesaikan PPG bukan sekadar meraih sertifikat pendidik, melainkan kesiapan untuk menjadi agen perubahan di tengah tantangan global.
“Guru dituntut untuk berpikir kritis, adaptif, dan berwawasan luas, serta mampu membentuk generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berkarakter dan berdaya saing,” katanya.
Sementara itu, Rektor Uniku, Prof. Dr. Dikdik Harjadi, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa pendidikan merupakan investasi peradaban dan penentu arah masa depan bangsa.
“Melalui pendidikan, nilai, ilmu, dan karakter generasi penerus dibentuk secara berkelanjutan,” tuturnya.
Rektor yang akan mengakhiri masa jabatannya pada akhir Desember 2025 tersebut menekankan pentingnya komitmen bersama dalam penguatan mutu pendidikan agar perguruan tinggi mampu melahirkan sumber daya manusia unggul.
“Berintegritas, berdaya saing global, dan memiliki kepedulian sosial dalam membangun Indonesia yang berkemajuan,” tegasnya.
Wakil Ketua Pembina YPSAK, Prof. Dr. Eeng Ahman, M.S., menambahkan bahwa mutu Program Pendidikan Profesi Guru harus menjadi fondasi utama dalam mencetak guru profesional.
“Guru tidak hanya berperan di ruang kelas, tetapi juga sebagai agen perubahan dalam ekosistem pendidikan dan masyarakat,” ujarnya.
Menurutnya, PPG yang berkualitas diharapkan mampu melahirkan guru yang adaptif terhadap perkembangan zaman serta berkontribusi aktif dalam membangun peradaban dan masa depan pendidikan bangsa.
Prosesi yudisium diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dan sari tilawah oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia serta Pendidikan Biologi. Acara turut dimeriahkan penampilan tari dari Dapur Sastra Uniku dan iringan seni musik Pusaka Aria Kamuning.

