LAOS— Isu eksploitasi pekerja lintas negara di Asia Tenggara kembali mencuat setelah laporan meningkatnya praktik penyelundupan tenaga kerja ke jaringan mafia online. Persoalan ini menjadi fokus utama dalam pertemuan antara ASEAN Trade Union Council (ASEAN TUC) dan Lao Federation of Trade Unions (LFTU) di Vientiane, Laos, Jumat (12/12/2025)
Presiden ASEAN TUC Andi Gani Nena Wea menegaskan bahwa perdagangan manusia kini menjadi ancaman serius bagi keamanan dan keselamatan para pekerja di kawasan. Ia menilai hanya solidaritas kuat antarnegara yang mampu menghadapi persoalan ini.
“Perdagangan manusia adalah ancaman nyata. ASEAN TUC harus berdiri paling depan untuk memastikan setiap pekerja terlindungi, dan ini membutuhkan kerja sama yang kuat antar negara,” tegas Andi Gani.
Dalam kunjungan kerjanya tersebut, Andi Gani mengungkapkan keberhasilan 10 pekerja migran Indonesia melarikan diri dari jaringan mafia judi online di Kamboja. Mereka saat ini berada di lokasi persembunyian yang dirahasiakan demi keamanan.
“Saya sudah berkomunikasi langsung dengan Presiden Serikat Buruh Kamboja dan Desk Ketenagakerjaan Polri untuk mempercepat proses pemulangan mereka,” ujarnya.
ASEAN TUC memastikan bahwa proses pemulangan ke-10 WNI itu sedang dipercepat. KBRI serta Desk Ketenagakerjaan Polri telah menyiapkan langkah penjemputan dalam waktu dekat. Presiden Serikat Buruh Kamboja, Chin, juga turut membantu jalur komunikasi dengan pemerintah Kamboja untuk memastikan penyelamatan berjalan lancar.
Dalam pertemuan dengan jajaran pimpinan LFTU—termasuk Senior Vice President LFTU Phonensan Vilaymeing hingga sejumlah direktur di jajaran organisasi tersebut—Andi Gani menyampaikan apresiasi atas hubungan baik yang selama ini terjalin antara KSPSI, ASEAN TUC, dan LFTU.
“Dukungan LFTU sangat berarti bagi perjuangan kita bersama,” ujarnya.
Senior Vice President LFTU, Phonesan Vilaymeing, menegaskan dukungan penuh kepada Andi Gani untuk melanjutkan kepemimpinannya di ASEAN TUC.
“Kami mendukung penuh Presiden ASEAN TUC Andi Gani Nena Wea untuk melanjutkan kepemimpinnya. Beliau membawa energi baru dalam memperkuat suara buruh di kawasan,” kata Phonesan.
KSPSI dan LFTU kini tengah merumuskan draft kerja sama yang mencakup bidang pendidikan, advokasi, serta manajemen organisasi. Program ini ditujukan untuk memperkuat kapasitas serikat buruh sekaligus memperluas perlindungan bagi pekerja di tingkat regional.
Kunjungan kerja Andi Gani ke kantor pusat LFTU di Laos menjadi momentum penting dalam meningkatkan kolaborasi antaranggota ASEAN, khususnya dalam memerangi perdagangan manusia dan memastikan perlindungan menyeluruh bagi pekerja lintas negara.(red)

