kuninganid.com
Berita

Di Bawah Kepemimpinan Ukas Suharfaputra, PAM Tirta Kamuning Kuningan Tumbuh Sehat dan Berkelanjutan

KUNINGAN — Kinerja PAM Tirta Kamuning Kabupaten Kuningan menunjukkan tren positif yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Di bawah kepemimpinan Dr. Ukas Suharfaputra, M.P., perusahaan daerah air minum tersebut berhasil tumbuh sehat, efisien, dan berkelanjutan.

 

Ukas Suharfaputra ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur PAM Tirta Kamuning pada 8 November 2022, sebelum kemudian dilantik sebagai Direktur definitif pada 25 September 2023. Dalam kurun waktu sekitar tiga tahun, berbagai indikator kinerja menunjukkan peningkatan yang konsisten.

 

Berdasarkan data Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), pendapatan PAM Tirta Kamuning meningkat 13,8 persen, dari Rp58,46 miliar pada 2021 menjadi Rp66,53 miliar pada 2024. Peningkatan pendapatan tersebut diiringi dengan efisiensi biaya operasional yang berhasil ditekan hingga 4,4 persen, dari Rp21,824 miliar pada 2021 menjadi Rp20,855 miliar pada 2022.

 

Dari sisi profitabilitas, kinerja perusahaan juga terus membaik. Pada 2021, laba tercatat sebesar Rp5,007 miliar dengan kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp1,939 miliar. Tahun 2022, laba meningkat menjadi Rp5,343 miliar dengan setoran PAD Rp2,303 miliar. Pada 2023, laba kembali naik menjadi Rp6,038 miliar, meski kontribusi PAD tercatat Rp1,885 miliar. Selanjutnya pada 2024, laba mencapai Rp6,680 miliar dengan PAD Rp2,321 miliar, dan pada 2025 meningkat lagi menjadi Rp6,940 miliar dengan kontribusi PAD Rp2,586 miliar.

 

Secara akumulatif, laba perusahaan meningkat hingga 38,61 persen, sementara kontribusi PAD naik sebesar 64,7 persen. Manajemen menjelaskan bahwa penurunan PAD pada periode 2022–2023 bukan disebabkan oleh penurunan kinerja, melainkan dampak kebijakan pemerintah pusat terkait kenaikan tarif Pajak Penghasilan (PPh) Badan. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan, tarif PPh Badan naik dari 11 persen menjadi 22 persen bagi perusahaan dengan pendapatan bruto di atas Rp50 miliar, kondisi yang juga dialami sebagian besar PDAM di Indonesia.

 

Selain kinerja keuangan, hasil evaluasi BPKP mencatat peningkatan skor kinerja PAM Tirta Kamuning. Skor audit meningkat dari 3,60 pada 2021 menjadi 3,70 pada 2022, naik lagi menjadi 3,76 pada 2023, dan mencapai 3,81 pada 2024 dengan kategori sehat.

 

Cakupan layanan air bersih juga terus bertambah. Jumlah sambungan pelanggan meningkat dari 52.443 pada 2021 menjadi 55.748 sambungan pada 2024, atau naik sekitar 6,30 persen.

 

Dari sisi ketersediaan air baku, PAM Tirta Kamuning berhasil menambah debit dari sejumlah sumber baru sepanjang 2023–2024, di antaranya Mata Air Cijalatong Cipari sebesar 21,46 liter per detik, Cibangir Cipari 35,38 liter per detik, Cilukutuk Cileuleuy 10 liter per detik, serta Curug Mangkok Cisantana 50 liter per detik. Total penambahan debit mencapai 116,84 liter per detik, yang berdampak langsung pada peningkatan cakupan pelayanan air minum di Kabupaten Kuningan.

 

Capaian tersebut menegaskan keberhasilan kepemimpinan Dr. Ukas Suharfaputra dalam membawa PAM Tirta Kamuning menjadi perusahaan daerah yang sehat, produktif, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.

Related posts

Kapolri Kunjungi PT Tah Sung Hung, Solusi bagi Buruh Terdampak PHK

Editor1

LPPL Kuningan Punya Nahkoda Baru, Ini Sosok Dewan Pengawas Terpilih!

Editor1

APUDSI Dorong Produk Unggulan Desa Tembus Pasar Eropa Lewat DMI Expo Belanda

Editor1

Leave a Comment