KUNINGAN – Pembangunan Gerai Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Bandorasa Wetan, Kecamatan Cilimus, terus dikebut dan ditargetkan rampung pada 31 Januari 2026. Gerai ini menjadi salah satu koperasi desa dengan progres pembangunan tercepat di Kabupaten Kuningan, didukung kesiapan lahan yang telah tersedia sejak awal.
Kepala Desa Bandorasa Wetan, Yayan Fudiani, S.H., mengatakan percepatan pembangunan tidak terlepas dari kesiapan desa dalam menyiapkan lokasi. Lahan yang digunakan sebelumnya tidak difungsikan, sehingga tidak memerlukan pekerjaan cut and fill, pengurugan, maupun penggalian yang kerap memperlambat proses pembangunan.
“Pembangunan dimulai sejak November 2025. Target pekerjaan fisik selesai 31 Januari, dan penyerahan gerai koperasi dijadwalkan Februari 2026,” ujar Yayan, Senin (27/1/2026).
Ia menjelaskan, pembangunan gerai koperasi dilaksanakan melalui skema Dana Desa sesuai ketentuan yang berlaku. Anggaran tersebut mencakup pembangunan fisik gedung serta kebutuhan pendukung operasional koperasi. Adapun pelaksanaan pembangunan Gerai KDMP dikerjakan oleh PT Agrinas Pangan Nusantara.
Keberadaan Gerai KDMP diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat desa. Sejumlah jenis usaha yang direkomendasikan antara lain penyediaan kebutuhan pokok, obat murah, klinik desa, logistik dan distribusi barang, pergudangan atau cold storage, hingga layanan simpan pinjam dan keuangan mikro.
Selain itu, Gerai KDMP Desa Bandorasa Wetan juga direncanakan menjadi sentra oleh-oleh khas Kuningan serta wadah pemasaran produk UMKM lokal. Produk unggulan desa yang akan dipasarkan di antaranya keripik ubi jalar dan potensi kerajinan yang tengah dirintis melalui program Batik Bandorasa.
Menurut Yayan, posisi Desa Bandorasa Wetan yang strategis karena dilalui jalur wisata menuju sejumlah destinasi populer seperti Cibulan, Linggarjati, dan Arunika, menjadi potensi besar bagi gerai koperasi sebagai tempat singgah wisatawan sekaligus pusat penggerak ekonomi desa.
Untuk tahap awal operasional, pengurus koperasi akan memfokuskan pada pembentukan kepengurusan dan perekrutan anggota. “Layanan simpan pinjam masih dalam tahap kajian. Fokus awal kami pada keanggotaan dan simpanan,” jelasnya.
Ia pun menyampaikan apresiasi kepada pemerintah atas dukungan pembangunan Gerai KDMP dan berharap fasilitas tersebut menjadi aset desa yang mampu menggerakkan perekonomian warga serta mendorong pengembangan UMKM lokal.
Gerai KDMP ini dibangun di atas lahan seluas sekitar 1.000 meter persegi, dilengkapi area parkir, gerai usaha, gudang, gerai sembako, kantor sekretariat koperasi, serta fasilitas pendukung lainnya.
Sementara itu, Babinsa Bandorasa Wetan, Kopka Abdul Hamed, mengapresiasi percepatan pembangunan KDMP. Menurutnya, sinergi perangkat desa dan masyarakat menjadi faktor utama kelancaran pembangunan.
“Kami berterima kasih atas kerja sama seluruh pihak. Komunikasi yang sederhana dan humanis menjadi kunci kelancaran program ini,” ujarnya.













