KUNINGAN – Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Kuningan, Hj Ika Siti Rahmatika, menanggapi peluang dirinya kembali maju dalam bursa pemilihan Ketua PMI Kabupaten Kuningan yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026.
Hal itu disampaikan Ika saat dimintai tanggapan seusai audiensi Pengurus PMI Kabupaten Kuningan dengan Bupati Kuningan, di ruang kerja Bupati, Gedung Sekretariat Daerah, Kompleks Kuningan Islamic Center (KIC), Selasa (13/10/2026).
Baca juga: Belum Terima Surat Resmi ESDM, Bupati Dian Minta Kejelasan Status Geothermal di Kuningan
Audiensi tersebut digelar dalam rangka persiapan Musyawarah Kabupaten (Muskab) PMI Kabupaten Kuningan. Ika menyebut, sejumlah program yang telah dijalankan selama kepemimpinannya masih perlu disempurnakan, sekaligus dilanjutkan oleh kepengurusan mendatang.
“Sebagai ketua hari ini, tentu masih ada hal-hal yang belum sempurna. Artinya, beberapa kegiatan dan program yang sudah dilaksanakan perlu dilanjutkan dan disempurnakan,” ujarnya.
Ika memaparkan, selama masa kepemimpinannya, PMI Kabupaten Kuningan telah melakukan sejumlah pembenahan, mulai dari perbaikan akses jalan menuju bagian belakang kantor, rehabilitasi gedung kantor selama dua tahun berturut-turut, hingga pengadaan kendaraan operasional untuk menunjang pelayanan.
Selain itu, PMI Kabupaten Kuningan juga telah melaksanakan proses akreditasi. Berbagai capaian tersebut, menurutnya, tidak terlepas dari kekompakan jajaran pengurus, dukungan para senior, serta kolaborasi dengan berbagai pihak.
Ia juga menyinggung pelaksanaan sejumlah kegiatan PMI yang selama tiga tahun terakhir diupayakan tanpa bergantung pada APBD. Meski demikian, pihaknya berharap sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Kuningan dapat terus diperkuat agar program-program kemanusiaan berjalan lebih optimal.
Terkait pelayanan donor darah, Ika mengatakan bahwa kebutuhan darah di Kabupaten Kuningan sejauh ini relatif terpenuhi. Namun, PMI tetap berupaya meningkatkan jumlah pendonor sekaligus menjaga kualitas darah dan pelayanan pengolahannya.
“Keinginan kami tentu mendapatkan lebih banyak darah. Di Kabupaten Kuningan masih banyak masyarakat yang membutuhkan darah, sehingga kualitas pelayanan dan pengelolaannya juga harus terus ditingkatkan,” ungkapnya.
Ke depan, kegiatan donor darah di tingkat desa juga menjadi salah satu hal yang ingin terus didorong. Upaya tersebut diharapkan dapat memperluas partisipasi masyarakat sekaligus menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan.
Mengenai rencana Muskab pada November mendatang, Ika menyebut pihaknya masih menunggu kepastian dari PMI tingkat provinsi terkait jadwal pelaksanaan. Muskab tersebut berdekatan dengan berakhirnya masa jabatan kepengurusan saat ini pada 17 November 2026.
Meski demikian, terkait kemungkinan kembali maju sebagai calon ketua, proses pemilihan nantinya akan menjadi bagian dari mekanisme organisasi dalam Muskab.
Ika berharap, siapa pun yang nantinya mendapat amanah memimpin PMI Kabupaten Kuningan dapat melanjutkan program yang sudah berjalan, menyempurnakan kekurangan, serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat.
“Harapannya, ke depan PMI dan pemerintah daerah bisa terus bersinergi sehingga program-program kemanusiaan dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya.(ale)






