KUNINGAN — Duka mendalam menyelimuti keluarga almarhum Jamil, warga Desa Timbang, Kecamatan Cigandamekar, Kabupaten Kuningan. Pria yang berangkat ke luar negeri sejak Oktober 2025 tersebut dilaporkan meninggal dunia di kawasan Zona Ekonomi Khusus Golden Triangle, Laos, pada 11 Agustus 2026.
Iyah Samsiyah, bibi almarhum, menjelaskan bahwa kepastian kabar duka tersebut baru diterima pihak keluarga pada 7 September 2026 melalui surat resmi KBRI di Laos yang diteruskan oleh pengurus RT dan RW setempat. Komunikasi terakhir keluarga dengan almarhum sendiri terputus sejak 22 Juli 2026.
Baca juga: Jelang Muskab PMI Kuningan, Hj Ika Siti Rahmatika Siap Kembali Bertarung?
Kini keluarga terkendala keterbatasan ekonomi untuk membiayai proses pemulangan jenazah almarhum ke kampung halaman. Pada 6 Oktober 2026, pihak keluarga telah melayangkan surat permohonan bantuan resmi kepada Kementerian Luar Negeri RI dan instansi terkait.
”Kami sangat berharap pemerintah dapat menjembatani komunikasi dengan otoritas di Laos, mengurus kelengkapan administrasi, hingga memberikan dukungan pembiayaan. Kami ingin almarhum dimakamkan secara layak di kampung halaman,” ujar Iyah Samsiyah, Senin (12/10/2026).
Keprihatinan senada disampaikan oleh tokoh warga setempat, Iman Saepurrohman alias Boim. Pihaknya mendesak Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Disnakertrans serta DPRD Kabupaten Kuningan untuk segera mengambil langkah konkret membantu pengawalan kasus ini.
Boim menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar urusan pribadi, melainkan masalah kemanusiaan yang membutuhkan kepedulian bersama. Kehadiran pemerintah daerah dan wakil rakyat dinilai sangat krusial agar keluarga yang sedang berduka tidak berjuang sendirian di tengah keterbatasan.(ale)






