Raih Program TMT Kemenaker, 16 Alumni SMK Auto Matsuda Ikuti Pelatihan Digital Marketing

KUNINGAN — Dalam upaya meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan di dunia kerja, SMK Auto Matsuda terus memperkuat kemitraan strategis dengan instansi pemerintah. Langkah nyata ini dibuktikan lewat keberhasilan sekolah meraih program pelatihan Tenaga Kerja Mandiri (TMT) dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) RI melalui Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Jawa Barat.

​Sebanyak 16 alumni SMK Auto Matsuda dari berbagai jurusan berkesempatan mengikuti pelatihan kompetensi bidang Digital Marketing. Pelatihan intensif tersebut berlangsung selama satu minggu dengan total durasi pembelajaran mencapai 40 jam.

Baca juga: Hadapi Tren Kendaraan Listrik, Ini Langkah Nyata yang Disiapkan SMK Auto Matsuda di IHT 2026

​Wakil Kepala Sekolah Bidang Humas dan Hubungan Industri SMK Auto Matsuda, Dedi Nurwiandi, menjelaskan bahwa seluruh fasilitas pelatihan dan materi kurikulum didanai penuh oleh pihak balai. Usai pelatihan, para alumni diproyeksikan mengikuti tahapan uji kompetensi untuk memperoleh sertifikat resmi.

​”Program ini merupakan wujud komitmen sekolah dalam menyelaraskan kompetensi alumni dengan kebutuhan industri digital. Para peserta tidak hanya menerima materi, tetapi juga disiapkan mengikuti uji kompetensi,” ujar Dedi Nurwiandi, Rabu (14/10/2026).

​Sementara itu, Kepala SMK Auto Matsuda, Abdul Muhyi, menegaskan bahwa tanggung jawab sekolah tidak berhenti saat siswa lulus. Pihaknya terus memfasilitasi pengembangan soft skill dan keahlian teknis alumni sesuai tagline sekolah, yakni Profesional & Character.

​Abdul Muhyi turut menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kemenaker dan BBPVP Jabar atas kepercayaan yang diberikan. Keterampilan digital marketing dinilai sangat relevan untuk membekali alumni, baik saat memasuki dunia kerja formal maupun merintis usaha mandiri.

​Rangkaian pelatihan Digital Marketing ini telah rampung dilaksanakan pada 2 Oktober 2026. Para alumni kini tengah bersiap menghadapi tahapan sertifikasi guna memperbesar peluang penyerapan kerja di era transformasi digital.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *