Mewah di Tengah Efisiensi: Retret Kepala Sekolah Kuningan Disorot, Anggaran Masih ‘Gelap’

KUNINGAN – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan menggelar agenda retret Pembekalan Pendidikan Karakter (Character Building) bagi puluhan Kepala SMP. Kegiatan luar ruang tersebut berlangsung di kawasan Kebun Raya Kuningan pada 21–23 Agustus 2026.

Langkah Disdikbud ini memicu tanggapan miring di tengah efisiensi anggaran pemerintah daerah. Oleh karena itu, publik mempertanyakan urgensi dan transparansi pembiayaan acara tersebut.

Baca juga: Adopsi Strategi Singapura, Bupati Kuningan Minta Kepala Sekolah Fokus Investasi Manusia

Sorotan publik makin menguat setelah Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kuningan, U. Kusmana, mengaku belum menerima laporan sumber dana acara. Padahal, Kadisdikbud Dr. Carlan menandatangani Surat Tugas Nomor 400.3.5/623/P.SMP yang mewajibkan 80 Kepala SMP untuk hadir.

Para peserta terdiri atas 70 Kepala SMP Negeri, 7 Sekolah Satu Atap (Satap), dan 3 Sekolah Swasta. Selanjutnya, mereka diwajibkan mengikuti seluruh rangkaian pembekalan sejak Jumat pagi.

“Saya belum menerima laporan mengenai asal pendanaannya. Dengan demikian, saya belum bisa memastikan apakah ada dukungan pihak ketiga atau sumber lainnya,” ujar Sekda Kusmana.

Terdapat silang pendapat yang menjadi perbedaan pandangan di internal Pemkab Kuningan kini memicu perhatian publik:

  • Argumen Bupati Kuningan: Bupati Dr. H. Dian Rachmat Yanuar menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk investasi kapasitas manusia, bukan sekadar pos pemborosan (cost).

  • Kritik Transparansi Publik: Masyarakat menyayangkan minimnya akuntabilitas anggaran di tengah retorika kedisiplinan dan penghematan fiskal daerah.

  • Spekulasi Pembiayaan: Ketidakjelasan laporan dana menimbulkan pertanyaan apakah acara ini menyerap APBD atau membebankan dana pihak ketiga.

Bupati Dian yang hadir sebagai keynote speaker meminta para kepala sekolah berfokus pada esensi iklim belajar ketimbang bangunan fisik. Namun, retorika tersebut terasa kontras dengan minimnya transparansi anggaran kegiatan.

Sebab, Pemkab Kuningan belum merinci total biaya operasional retret tiga hari di Kebun Raya tersebut. Oleh sebab itu, ketidakpastian ini menjadi ujian terbuka bagi integritas tata kelola pendidikan di Kabupaten Kuningan.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *