kuninganid.com
Berita

DPRD Kuningan Awasi Pembukaan Lahan di Lereng Ciremai, Tekankan Infrastruktur Ramah Lingkungan

KUNINGAN — Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kuningan melakukan Kunjungan Kerja Dalam Daerah (KDD) ke kawasan lereng Gunung Ciremai, Jumat (19/12). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari fungsi pengawasan DPRD terhadap aktivitas pembukaan lahan dan pembangunan infrastruktur di kawasan strategis yang memiliki tingkat kerawanan bencana tinggi.

 

Ketua DPRD Kabupaten Kuningan, Nuzul Rachdy, menegaskan bahwa pengawasan ini bertujuan memastikan seluruh aktivitas pembangunan tetap sejalan dengan prinsip pelestarian lingkungan serta mematuhi ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

 

“Kami mengapresiasi adanya upaya awal pelestarian lingkungan melalui penanaman sekitar 7.000 pohon. Namun tentu tidak berhenti di situ. DPRD perlu melihat langsung dan mengkaji secara lebih komprehensif agar kegiatan ini benar-benar ramah lingkungan dan tidak menimbulkan dampak jangka panjang,” ujar Nuzul di sela-sela kunjungan.

 

Menurutnya, DPRD menaruh perhatian serius terhadap pembangunan infrastruktur penunjang di kawasan tersebut. Ia menekankan pentingnya menghindari betonisasi berlebihan yang berpotensi mengurangi daya resap air dan meningkatkan risiko longsor.

 

“Kami mendorong penggunaan infrastruktur ramah lingkungan, seperti paving block yang memungkinkan air tetap meresap ke tanah. Betonisasi sebisa mungkin dibatasi, kecuali pada bangunan yang memang tidak dapat dihindari,” tegasnya.

 

Dalam kunjungan tersebut, DPRD juga menyoroti kondisi akses jalan di area pembukaan lahan yang dinilai perlu penataan lebih baik agar tidak menjadi lintasan air saat hujan. Selain itu, Nuzul mengingatkan pentingnya perawatan dan pemeliharaan infrastruktur agar tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang.

 

Kunjungan kerja ini melibatkan sejumlah perangkat daerah terkait, di antaranya DPMPTSP, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Dinas Lingkungan Hidup, serta BPBD Kabupaten Kuningan. Pihak pengelola, PT Puspita Grup (Arunika), juga turut hadir untuk memberikan penjelasan langsung terkait aktivitas pembukaan lahan dan rencana pengelolaannya.

 

Rombongan DPRD berangkat sejak pukul 07.30 WIB menuju lokasi pembukaan lahan di lereng Gunung Ciremai. Hasil monitoring lapangan ini akan menjadi bahan evaluasi DPRD dalam merumuskan rekomendasi kebijakan ke depan.

 

Nuzul Rachdy menegaskan komitmen DPRD Kabupaten Kuningan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian lingkungan, khususnya di kawasan strategis dan rawan bencana.

 

“Prinsipnya, pembangunan boleh berjalan, tetapi kelestarian lingkungan dan keselamatan masyarakat harus tetap menjadi prioritas utama,” pungkasnya.

Related posts

Kisah Haru Rara Baraspatih: Terlantar di Kuningan Usai Diusir Tante, Kini Dipertemukan Kembali dengan Keluarga

Editor1

Proyek PJU Rp117 Miliar Kuningan Masih Bermasalah, Kejaksaan Turun Tangan

Editor1

IMK Gandeng DISPORAPAR: Bahas Pariwisata dan Lingkungan di Desa Gewok

Editor1

Leave a Comment