kuninganid.com
Berita Nasional Pemerintahan

Pemkab Kuningan Perkuat Keamanan Pangan Program MBG Lewat Pelatihan Penjamah Makanan

KUNINGAN — Pemerintah Kabupaten Kuningan terus memperkuat upaya peningkatan mutu dan keamanan pangan bagi anak-anak penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Salah satunya melalui Pelatihan Keamanan Pangan Olahan Siap Saji bagi Penjamah Pangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), yang digelar oleh Himpunan Ahli Kesehatan Lingkungan Indonesia (HAKLI) Kabupaten Kuningan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan, di Aula Hotel Purnama Mulia, Cigugur, kemarin.

 

Sebanyak 225 peserta dari 9 yayasan pengelola SPPG mengikuti kegiatan ini. Mereka berasal dari Yayasan Arkina Raya Jaya (Cidahu, Luragung Landeuh, Subang, Cigedang, Cieurih 2, Selajambe, dan Kuningan) serta Yayasan Amanah Harapan Rakyat (Dapur Awirarangan dan Dapur Cigugur).

 

Dalam pelatihan tersebut, para penjamah pangan mendapatkan pembekalan mengenai prinsip higienitas, standar sanitasi dapur, serta tata cara pengolahan pangan siap saji yang aman dan sesuai standar kesehatan.

 

Penjabat Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan sekaligus Ketua Satgas MBG, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., hadir memberikan arahan dan motivasi. Ia menegaskan bahwa keberhasilan program MBG tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bahan pangan bergizi, tetapi juga oleh jaminan keamanan dan kebersihan dalam setiap proses pengolahan makanan.

 

“Kualitas gizi harus berjalan seiring dengan keamanan pangan. Program Makan Bergizi Gratis bukan hanya tentang memberi makan, tapi memastikan setiap porsi yang disajikan benar-benar aman dan layak untuk anak-anak kita,” tegas Wahyu.

 

Menurutnya, pelatihan ini merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan pengelola lapangan dalam menjaga kepercayaan publik terhadap program MBG.

 

“Setiap orang yang bekerja di dapur SPPG sejatinya memiliki peran penting dalam membangun masa depan. Dari makanan yang sehat dan aman, akan lahir anak-anak yang kuat, cerdas, dan siap menatap masa depan,” ujarnya.

 

Wahyu juga memberikan apresiasi terhadap sinergi Dinas Kesehatan dan HAKLI dalam memperkuat kapasitas para penjamah pangan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar seluruh proses penyajian makanan memenuhi standar kesehatan dan keselamatan pangan.

 

“Sinergi seperti inilah yang akan menjaga keberlanjutan program MBG di Kuningan,” katanya.

 

Selain fokus pada peningkatan kualitas layanan, Wahyu menyoroti dampak sosial dan ekonomi dari keberadaan SPPG. Ia mengungkapkan bahwa lebih dari 4.000 warga kini terlibat dalam kegiatan SPPG di seluruh Kabupaten Kuningan, yang berarti program MBG juga berkontribusi pada pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal.

 

“Program ini bukan hanya berdampak bagi kesehatan, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat,” jelasnya.

 

Menutup arahannya, Wahyu berpesan agar seluruh peserta menjadikan pelatihan ini sebagai momentum untuk memperkuat profesionalisme, disiplin, dan tanggung jawab moral.

 

“Mari kita jaga kepercayaan masyarakat dengan kerja tulus dan sungguh-sungguh. Anak-anak kita berhak mendapat makanan bergizi, aman, dan disiapkan dengan niat baik,” pungkasnya.

Related posts

Uniku Kukuhkan 1.286 Guru Profesional Lewat Program PPG FKIP

Editor1

Polda Jabar Ungkap Korupsi Proyek Jalan Lingkar Timur Kuningan, Kerugian Negara Capai Rp1,236 Miliar

Editor1

4.289 Pegawai Non ASN Kuningan Diusulkan Jadi PPPK Paruh Waktu, Pemkab Pastikan Proses Transparan

Editor1

Leave a Comment