Bukan Cuma Plakat dan Piagam, 25 Nominator Pangajen Pinunjul Bakal Diperjuangkan Masuk PKH & Rutilahu

KUNINGAN – Forum Diskusi Waroeng Rakyat sukses menggelar puncak Pangajen Rakyat Pinunjul 2026 di Erion Space, Jalan Baru Awirarangan, Minggu (23/8/2026). Agenda ini menjadi sarana apresiasi bagi warga yang konsisten memberi manfaat tanpa mengejar sorotan.

​Sejumlah tokoh daerah tampak menghadiri gelaran ini, mulai dari Bupati Kuningan Dian Rachmat Yanuar, Sekda U Kusmana, Ketua DPRD Nuzul Rachdy, hingga mantan Wabup M Ridho Suganda. Oleh karena itu, sinergi lintas elemen sangat terasa sepanjang acara.

Baca juga: Bekerja dalam Senyap Tanpa Sorotan, Lima Warga Pelosok Kuningan Raih Penghargaan Rakyat Pinunjul

​Panitia menetapkan lima sosok berdedikasi tinggi sebagai penerima penghargaan:

  1. ​Petani Pinunjul: Amini (Desa Cikadu)
  2. ​Guru Pinunjul: Dede Eka (Desa Rajadanu)
  3. ​Buruh Pinunjul: Abdul Hakim (Desa Kadatuan)
  4. ​Pedagang Pinunjul: Nina Setianah (Desa Maleber)
  5. ​Marbot Pinunjul: Daskim (Desa Dukuhmaja)

​Bupati Dian mengaku bangga dan terharu menyaksikan pengabdian tulus masyarakat di tingkat tapak. Sebab, banyak warga desa yang terus bekerja tanpa pamrih selama bertahun-tahun.

​Bahkan, Bupati memberikan hadiah umrah beserta uang saku 300 riyal secara spontan kepada Daskim selaku pemenang kategori Marbot Pinunjul. Founder Waroeng Rakyat, Ilham Ramdhani, mengaku tidak menduga akan kejutan istimewa tersebut.

​”Kejutan ini di luar rencana panitia. Namun, Pak Bupati memang sudah menyiapkan hadiah tersebut,” kata Ilham.

​Tidak berhenti pada ajang seremonial berikut adalah komitmen Forum Waroeng Rakyat bersama Pemkab Kuningan:

​Akses Pendidikan: Memperjuangkan bantuan Program Indonesia Pintar (PIP) bagi anak-anak nominator.

​Jaminan Sosial: Memfasilitasi akses Program Keluarga Harapan (PKH) dan bantuan sosial lainnya.

​Perbaikan Hunian: Mengkoordinasikan program Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) bagi penerima yang membutuhkan.

​Ketua Panitia, M Dzikri Caesar R, menegaskan bahwa seluruh proses penilaian murni diserahkan kepada tim juri independen. Oleh sebab itu, panitia pun tidak mengetahui daftar pemenang sebelum pengumuman resmi.

​Dengan ini, Pangajen Rakyat Pinunjul 2026 menjadi gerakan nyata untuk terus menguatkan warga di pelosok desa. Dengan demikian, kisah pengabdian para pahlawan sunyi di Kabupaten Kuningan dapat terus terangkat ke permukaan.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *