Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Rizal Kaget Namanya Dicatut untuk Ferrari Rp4,2 Miliar: Saya Tak Pernah Beli Mobil Itu

103
×

Rizal Kaget Namanya Dicatut untuk Ferrari Rp4,2 Miliar: Saya Tak Pernah Beli Mobil Itu

Sebarkan artikel ini
Screenshot

KUNINGAN – Rizal Nurdimansyah, warga Winduherang, Kabupaten Kuningan, mengaku terkejut setelah mengetahui namanya tercantum dalam dokumen pembelian mobil mewah Ferrari 458 Speciale Aperta senilai Rp4,2 miliar. Ia menegaskan tidak pernah membeli ataupun memiliki kendaraan tersebut.

Kasus ini mencuat setelah data kepemilikan Ferrari mewah itu viral di media sosial dan memancing perhatian publik. Nama Rizal mendadak menjadi sorotan karena tercatat sebagai pemilik kendaraan bernilai fantastis yang jauh di luar profil ekonominya sebagai warga biasa.

Rizal mengatakan dirinya baru mengetahui namanya digunakan setelah kabar itu ramai diperbincangkan. Ia mengaku kaget sekaligus bingung bagaimana identitas pribadinya bisa dipakai dalam transaksi kendaraan mewah tersebut.

“Saya sama sekali tidak pernah membeli Ferrari. Tahu-tahu nama saya muncul sebagai pemilik. Jelas saya kaget dan merasa dirugikan,” ujar Rizal ketika ditemui akan membuat laporan ke Satreskrim Polres Kuningan, Kamis (16/4/2026)

Merasa ada yang tidak beres, Rizal segera mengambil langkah pengamanan dengan mendatangi Samsat Kuningan untuk meminta pemblokiran atas data kendaraan yang tercatat atas namanya. Langkah itu dilakukan untuk menghindari risiko administratif maupun finansial di kemudian hari.

Menurutnya, pencatutan identitas semacam ini sangat berbahaya karena bisa berdampak panjang terhadap pemilik data asli, termasuk potensi beban pajak, tunggakan, hingga kemungkinan persoalan hukum jika kendaraan tersebut bermasalah.

“Saya khawatir kalau ada pajak progresif, denda, atau bahkan cicilan yang nanti dibebankan ke saya. Padahal saya tidak tahu-menahu soal mobil itu,” katanya.

Rizal menegaskan dirinya merasa dirugikan secara moral maupun administratif. Ia berharap kasus dugaan pencatutan identitas ini dapat diusut hingga tuntas agar pihak yang bertanggung jawab mendapat sanksi tegas.

Ia juga meminta adanya perlindungan lebih kuat terhadap data pribadi masyarakat, terutama dalam transaksi bernilai besar yang menggunakan identitas seseorang.

“Jangan sampai kejadian seperti ini menimpa orang lain. Sistem verifikasi identitas harus diperketat supaya data warga tidak mudah disalahgunakan,” tegasnya.

Selain itu, Rizal berharap proses pelaporan pencatutan identitas dapat dibuat lebih sederhana dan cepat, sehingga korban tidak dipersulit ketika ingin memulihkan hak atas data pribadinya.

Kasus yang menimpa Rizal kini menjadi perhatian luas karena memperlihatkan betapa rentannya penyalahgunaan identitas pribadi jika pengawasan administrasi tidak dilakukan secara ketat(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *