Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPemerintahan

Dilantik di Kaki Ciremai, Pejabat Kuningan Ditantang Hadirkan Solusi Nyata

49
×

Dilantik di Kaki Ciremai, Pejabat Kuningan Ditantang Hadirkan Solusi Nyata

Sebarkan artikel ini

KUNINGANid — Pemerintah Kabupaten Kuningan melakukan penyegaran birokrasi melalui pelantikan sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator, dan pengawas pada Kamis  (29/4/2026). Pelantikan ini dipimpin langsung oleh Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, berdasarkan Keputusan Bupati Kuningan Nomor 562 Tahun 2026.

Beberapa pejabat yang resmi menduduki posisi baru di antaranya Tatiek Ratna Mustika sebagai Kepala Dinas Sosial, Aries Susandi sebagai Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, serta Rangga Apriatna yang kini menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa. Selain itu, Apip Ropi’i dipercaya memimpin Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Di sektor administrasi kependudukan, pengangkatan juga dilakukan terhadap Didi Ahyana sebagai Kepala Bidang Pengelolaan Informasi Administrasi Kependudukan, Agha Adhinugraha sebagai Kepala Bidang Pemanfaatan Data dan Inovasi Pelayanan, serta Denni Abdurahim sebagai Kepala Subbagian Keuangan.

Pelantikan digelar di kawasan Cadas Poleng, yang dikenal sebagai titik awal pendakian Gunung Ciremai. Lokasi ini dipilih bukan tanpa alasan. Bupati Dian menyebutnya sebagai simbol perjalanan dan tantangan yang akan dihadapi para pejabat dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, jabatan yang diemban bukan sekadar penghargaan, melainkan amanah yang membutuhkan dedikasi dan integritas tinggi. Ia mengingatkan bahwa semakin tinggi posisi seseorang, maka semakin besar pula tanggung jawab yang harus dipikul.

“Ketika menghadapi tekanan dan tantangan, jangan bergantung pada jabatan, tetapi berpeganglah pada aturan yang berlaku,” tegasnya.

Bupati juga menyoroti tuntutan birokrasi modern yang harus responsif dan solutif. Ia menekankan bahwa keberhasilan tidak lagi diukur dari sekadar program yang dijalankan, melainkan dari dampak nyata yang dirasakan masyarakat.

Dalam arahannya, ia mendorong para pejabat untuk meninggalkan pola kerja lama yang tidak produktif dan mulai menghadirkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan publik. Evaluasi kinerja, lanjutnya, akan dilakukan secara berkala dengan indikator yang jelas dan terukur.

Selain aspek kinerja, keteladanan juga menjadi poin penting dalam kepemimpinan. Ia menilai bahwa seorang pemimpin harus mampu menjadi contoh, tidak hanya melalui ucapan, tetapi juga tindakan nyata.

Menutup sambutannya, Bupati mengajak seluruh pejabat yang baru dilantik untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab dan semangat pengabdian.

“Yang akan dikenang bukan jabatannya, tetapi apa yang telah diperbuat untuk masyarakat,” ujarnya.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *