KUNINGANid – Dinamika menjelang Musyawarah Cabang (Muscab) Partai Demokrat Kabupaten Kuningan periode 2026/2027 mulai menjadi perbincangan di internal partai. Munculnya sejumlah nama yang disebut-sebut siap maju sebagai calon Ketua DPC dinilai sebagai hal yang wajar dalam proses demokrasi organisasi.
Namun di tengah mulai menghangatnya bursa calon ketua, Wakil Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (BPOKK) DPC Partai Demokrat Kabupaten Kuningan, Tita Andrie, mengingatkan seluruh kader agar tidak terjebak dalam dinamika politik yang berlebihan dan tetap menjaga soliditas partai.
Menurut Tita, Muscab harus menjadi ajang demokrasi yang sehat, tertib, dan berjalan sesuai dengan Peraturan Organisasi (PO) Partai Demokrat. Ia menegaskan bahwa setiap kader memiliki hak yang sama untuk menyampaikan aspirasi maupun kesiapan maju sebagai calon ketua.
“Kalau ada kader yang menyatakan siap maju, itu hal yang wajar dan merupakan bagian dari dinamika demokrasi di Partai Demokrat. Namun semuanya harus ditempatkan secara proporsional sesuai tahapan organisasi yang sedang berjalan,” ujar Tita Andrie.
Sebagai unsur BPOKK yang memiliki tugas menjaga pembinaan organisasi dan kaderisasi, Tita menegaskan pentingnya menjaga netralitas serta menciptakan suasana yang kondusif menjelang Muscab.
Ia menilai Muscab tidak boleh sekadar menjadi arena adu kekuatan dukungan antar kandidat. Lebih dari itu, forum tertinggi di tingkat cabang tersebut harus mampu melahirkan pemimpin yang memiliki kapasitas, integritas, serta program kerja yang jelas untuk membesarkan partai.
“Muscab harus menjadi ruang lahirnya pemimpin yang mampu membawa perubahan positif bagi partai. Yang dibutuhkan bukan hanya kekuatan dukungan, tetapi juga kesiapan program kerja dan komitmen untuk membesarkan Partai Demokrat ke depan,” tegasnya.
Tita juga mengingatkan bahwa agenda Muscab masih cukup panjang. Saat ini, Partai Demokrat tengah fokus menghadapi Musyawarah Daerah (Musda) Jawa Barat yang menjadi prioritas organisasi sebelum memasuki tahapan Muscab di daerah.
Karena itu, ia mengajak seluruh kader untuk tidak terburu-buru membangun kontestasi politik internal yang berpotensi menimbulkan kegaduhan.
“Partai Demokrat saat ini sedang fokus menjalankan tahapan Musda di berbagai provinsi, termasuk Jawa Barat. Berbagai dinamika maupun pembahasan terkait kontestasi Muscab sebaiknya disikapi secara bijak dan tidak perlu terburu-buru agar tidak menimbulkan kesan gaduh di tengah kader maupun masyarakat,” katanya.
Menurutnya, yang paling penting saat ini adalah memperkuat konsolidasi organisasi, menjaga kekompakan kader, dan menyukseskan seluruh agenda partai sesuai tahapan yang telah ditetapkan.
Tita berharap seluruh kader Demokrat di Kabupaten Kuningan tetap mengedepankan etika politik, semangat persaudaraan, dan kedewasaan dalam berorganisasi. Dengan demikian, baik Musda maupun Muscab nantinya dapat berlangsung lancar, demokratis, dan menghasilkan kepemimpinan terbaik bagi masa depan partai.
“Mari kita jaga suasana yang kondusif dan penuh kekeluargaan. Siapapun yang nantinya mendapat amanah memimpin, tujuan kita tetap sama, yaitu membesarkan Partai Demokrat agar semakin kuat, semakin maju, dan semakin berjaya dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat,” pungkasnya.(ale)














