Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaEkonomiPemerintahan

Pemkab Kuningan Perketat Distribusi LPG 3 Kg, Sekda Minta Agen Awasi Pangkalan

32
×

Pemkab Kuningan Perketat Distribusi LPG 3 Kg, Sekda Minta Agen Awasi Pangkalan

Sebarkan artikel ini

KUNINGANid – Pemerintah Kabupaten Kuningan terus berupaya memperbaiki sistem distribusi LPG subsidi 3 kilogram agar lebih tepat sasaran dan tidak disalahgunakan. Komitmen tersebut ditegaskan Sekretaris Daerah Kabupaten Kuningan, Uu Kusmana, saat menghadiri kegiatan Pembinaan Agen dan Pangkalan LPG Bersubsidi 3 Kg Tahun 2026 yang digelar Diskopdagperin Kabupaten Kuningan bersama Pertamina, Rabu (10/6/2026), di Kedai Tresha, Kuningan.

Dalam kesempatan tersebut, Sekda menyoroti pentingnya sinergi seluruh pihak dalam menjaga distribusi LPG subsidi tetap berjalan sesuai aturan. Menurutnya, keberhasilan penyaluran gas melon tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif Pertamina, agen, dan pangkalan sebagai garda terdepan pelayanan masyarakat.

“Kolaborasi harus terus diperkuat. Diskopdagperin, Pertamina, agen, hingga pangkalan harus memiliki koordinasi yang berkesinambungan agar distribusi LPG 3 kilogram semakin tertata dan tepat sasaran,” ujar Uu Kusmana.

Ia menegaskan, LPG subsidi diperuntukkan bagi masyarakat kurang mampu dan pelaku usaha mikro, sehingga pengawasan distribusi menjadi hal penting agar tidak terjadi penyimpangan di lapangan.

Menurutnya, pemerintah daerah juga terus mendorong hadirnya inovasi dalam tata kelola distribusi LPG subsidi. Langkah tersebut diperlukan agar penyaluran lebih adil, transparan, dan tetap mudah dijangkau masyarakat yang berhak.

“Kita ingin tata kelola LPG subsidi semakin baik, berkeadilan, dan benar-benar bisa dinikmati masyarakat yang membutuhkan,” katanya.

Selain itu, Sekda meminta para agen LPG tidak hanya fokus pada distribusi, tetapi juga rutin melakukan pembinaan kepada pangkalan di bawah naungannya. Pengawasan internal dinilai penting untuk menjaga stabilitas pasokan sekaligus mencegah penyaluran yang tidak sesuai ketentuan.

“Saya minta agen aktif membina pangkalan. Dengan pengawasan yang baik, distribusi akan lebih terkontrol dan penerima subsidi bisa tepat sasaran,” tegasnya.

Kegiatan pembinaan tersebut juga menjadi sarana penyamaan persepsi antara pemerintah daerah, Pertamina, agen, dan pangkalan terkait mekanisme penyaluran LPG subsidi 3 kilogram. Pemkab Kuningan berharap, melalui edukasi dan pengawasan yang terus dilakukan, praktik penyalahgunaan distribusi dapat ditekan seminimal mungkin.

Sekda turut mengapresiasi langkah Diskopdagperin dan Pertamina yang secara konsisten memberikan edukasi kepada pelaku distribusi LPG subsidi. Ia berharap kegiatan serupa terus digelar secara berkelanjutan demi meningkatkan transparansi dan akuntabilitas penyaluran gas subsidi di Kabupaten Kuningan.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *