Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPemerintahan

Disperkimtan Kuningan Ubah Sisa Makanan Jadi Pakan Maggot, Gerakan Zero Waste Jadi Sorotan

66
×

Disperkimtan Kuningan Ubah Sisa Makanan Jadi Pakan Maggot, Gerakan Zero Waste Jadi Sorotan

Sebarkan artikel ini

KUNINGAN – D­inas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) Kabupaten Kuningan terus membangun budaya peduli lingkungan melalui program SAE Zero Waste (Sampah Organik Jadi Endah untuk Menuju Zero Waste).

Melalui program ini, para pegawai mengelola sampah langsung dari sumbernya, mulai dari rumah hingga lingkungan kantor.

Suasana berbeda terlihat di kantor Disperkimtan Kuningan. Para pegawai kini mengumpulkan sisa makanan dari rumah, ruang kerja, dan kantin untuk mereka kelola kembali.

Baca juga:

Dituding Terlibat Kartel Obat, Ini Hasil Investigasi Polres Kuningan di Lokasi Viral

Diskominfo Kuningan Gelar Donor Darah, ASN Antusias Bantu Sesama

Mereka mengolah sampah organik seperti nasi dan sisa lauk menggunakan komposter. Mereka juga memanfaatkan sebagian sisa makanan sebagai pakan maggot, ayam, dan ikan.

Untuk sampah anorganik, para pegawai memilah plastik, kertas, dan kaca sebelum menyerahkannya ke bank sampah.

Langkah sederhana ini membantu mengurangi volume sampah rumah tangga yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Program ini juga menumbuhkan kebiasaan baru yang lebih peduli terhadap lingkungan.

Kepala Disperkimtan Kabupaten Kuningan, Deni Hamdani, menegaskan bahwa pihaknya menjalankan gerakan ini sebagai bentuk komitmen bersama dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya.

“Perubahan harus dimulai dari diri sendiri dan lingkungan terdekat. Jika kita menjalankannya secara konsisten, dampaknya akan terasa luas,” ujarnya.

Menurutnya, kekuatan program SAE Zero Waste terletak pada kebiasaan harian yang para pegawai bangun.

Para ASN tidak hanya memilah sampah di kantor, tetapi juga menerapkan kebiasaan tersebut di rumah masing-masing. Mereka mengubah sisa makanan yang sebelumnya terbuang menjadi bagian dari siklus pengelolaan yang bernilai.

Disperkimtan menilai masyarakat bisa menerapkan model ini dengan mudah.

Dengan konsep sederhana, warga dapat meniru gerakan ini di tingkat RT dan RW untuk menciptakan lingkungan bebas sampah.

Melalui langkah kecil yang konsisten, Disperkimtan Kuningan ingin menunjukkan bahwa setiap orang bisa mengelola sampah tanpa cara yang rumit.

Program ini diharapkan mampu mendorong masyarakat membangun budaya baru demi mewujudkan Kuningan yang lebih bersih dan lestari.

“Hayu wargi Kuningan sadayana, urang wujudkan Kuningan lestari sareng Indonesia asri,” ajaknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *