Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPemerintahan

Kuningan Perkuat Peran Penyuluh, Targetkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

71
×

Kuningan Perkuat Peran Penyuluh, Targetkan Swasembada Pangan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

KUNINGANid — Pemerintah Kabupaten Kuningan mulai menggeser strategi pembangunan sektor pertanian dengan menempatkan penyuluh sebagai kunci utama dalam menjaga keberlanjutan swasembada pangan.

Langkah ini diambil setelah daerah tersebut mencatat tren positif produksi beras dalam dua tahun terakhir. Tidak hanya meningkat secara angka, Kuningan juga dinilai semakin stabil dalam menjaga ritme tanam dan panen.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Kuningan, Dr. Wahyu Hidayah, M.Si., menegaskan bahwa pendekatan lama yang bersifat administratif tidak lagi relevan. Ke depan, penyuluh dituntut lebih dekat dengan petani dan mampu membaca kebutuhan riil di lapangan.

“Penyuluh bukan hanya penyampai program, tapi harus menjadi mitra strategis petani dalam setiap proses produksi,” ujarnya.

Menurutnya, keberhasilan peningkatan produksi tidak boleh membuat lengah. Justru, tantangan ke depan diprediksi semakin berat, terutama akibat perubahan iklim yang sulit diprediksi dan fluktuasi harga komoditas di pasar global.

Selain itu, perubahan pola tanam dan kebutuhan adopsi teknologi juga menuntut peran penyuluh yang lebih adaptif. Mereka diharapkan mampu menjembatani inovasi pertanian dengan praktik yang bisa diterapkan langsung oleh petani.

Dalam evaluasi internal, masih ditemukan kesenjangan distribusi layanan penyuluhan. Beberapa wilayah dinilai belum mendapatkan pendampingan optimal, yang berdampak pada produktivitas yang tidak merata.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah daerah mulai merancang sistem monitoring berbasis kinerja penyuluh, termasuk pemetaan wilayah dampingan dan intensitas kehadiran di lapangan.

Tak hanya itu, peningkatan kapasitas penyuluh juga menjadi fokus utama melalui pelatihan berkelanjutan, terutama dalam hal teknologi pertanian modern, manajemen usaha tani, serta pemahaman pasar.

“Kita ingin penyuluh tidak hanya paham budidaya, tapi juga mampu membantu petani meningkatkan nilai ekonomi hasil panen,” jelas Wahyu.

Dengan strategi ini, Kuningan menargetkan tidak hanya mempertahankan surplus beras, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani secara berkelanjutan.

Pemerintah optimistis, jika peran penyuluh dapat dimaksimalkan, maka sektor pertanian Kuningan akan semakin tangguh menghadapi berbagai tantangan dan tetap menjadi salah satu penopang ketahanan pangan nasional.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *