Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPemerintahan

Bupati Dian: Pers Mitra Strategis, Transparansi Jadi Nafas Pembangunan

67
×

Bupati Dian: Pers Mitra Strategis, Transparansi Jadi Nafas Pembangunan

Sebarkan artikel ini

KUNINGANid – Momentum Hari Pers Nasional (HPN) 2026 yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia menjadi ruang refleksi hubungan pemerintah daerah dan insan pers.

Dalam syukuran yang digelar di Sekretariat PWI Kuningan, Sabtu (14/2/2026), Dian Rachmat Yanuar menekankan bahwa pembangunan tidak akan kokoh tanpa keterbukaan, sementara transparansi tak akan bermakna tanpa kehadiran pers.

“Pembangunan tanpa transparansi akan rapuh, transparansi tanpa pers pun akan hampa,” ujarnya.

Menurutnya, wartawan memiliki daya nalar kritis yang harus diwujudkan dalam karya jurnalistik berkualitas. Ia mengingatkan agar insan pers tidak terjebak pada arus informasi bernada hasutan atau kebencian tanpa verifikasi fakta lapangan.

Bupati juga menilai organisasi wartawan memiliki tanggung jawab menjaga marwah profesi. Kritik dibutuhkan, namun harus membangun dan memberi solusi. Selama ini, ia melihat PWI cukup bijak dalam menyikapi berbagai persoalan daerah.

“Jangan melihat pers sebagai lawan, tetapi sebagai mitra yang saling menguatkan,” katanya.

PWI Kuningan memperingati HPN bersama Bupati Kuningan

Selain menyoroti fungsi kontrol sosial, Dian memberikan penghargaan atas kepedulian sosial yang ditunjukkan para wartawan. Di usia delapan dekade, PWI dinilai tetap energik dan mampu memberi kontribusi nyata, salah satunya melalui gerakan tanam pohon.

Ia berharap langkah tersebut menjadi sumbangsih penting bagi kelestarian lingkungan sekaligus mendukung agenda pembangunan daerah.

Sementara itu, Ketua PWI Kuningan, Nunung Khazanah, memaparkan rangkaian kegiatan yang dilaksanakan dalam peringatan HPN dan HUT PWI tahun ini. Selain syukuran, wartawan melakukan ziarah ke makam anggota serta aksi peduli lingkungan.

Sebanyak 300 bibit pohon jenis manglid, ketapang, dan jambu ditanam di sekitar kawasan sumber mata air Blok Wangun, Desa Sukamukti, Jalaksana. Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi dengan komunitas peduli lingkungan dan para pemangku kepentingan kehutanan.

Nunung menyebut, langkah tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral insan pers terhadap krisis perilaku ekologis yang tengah terjadi. Melalui publikasi, ia berharap semangat merawat alam dapat menular luas ke masyarakat.

“Menjaga dan memelihara alam adalah kewajiban kita bersama,” tutupnya.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *