MAJALENGKAid – Upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai semakin diperkuat melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.
Paguyuban Silihwangi Majakuning yang terdiri dari Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Masyarakat Peduli Api (MPA) menyatakan dukungan penuh terhadap langkah BPBD Kabupaten Majalengka dalam meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla.
Dukungan tersebut ditunjukkan melalui keterlibatan aktif dalam kegiatan Gladi Pencegahan Karhutla yang digelar beberapa waktu lalu, sekaligus menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Kesiapsiagaan Bencana Nasional.
Baca juga: Hafidz Rifqy Atlet Kuningan Raih Emas Taekwondo Internasional Osaka
Ketua Paguyuban Silihwangi Majakuning, H. Nandar Junar Arif, menegaskan bahwa masyarakat desa penyangga memiliki posisi penting dalam sistem mitigasi bencana berbasis komunitas.
Menurutnya, sinergi antara masyarakat, pemerintah daerah, dan pengelola kawasan konservasi menjadi kunci utama dalam mencegah kebakaran sejak dini, terutama di tengah ancaman fenomena El Nino yang berpotensi meningkatkan kekeringan.
“Kolaborasi ini bukan hanya saat kegiatan formal, tetapi juga dalam patroli rutin, edukasi warga, hingga pengawasan potensi sumber api di lingkungan sekitar,” ujarnya.
Baca juga: Wakapolres Kuningan Resmi Berganti, Ini Pesan Kapolres
Sebagai garda terdepan, anggota KTH dan MPA secara aktif melakukan patroli kawasan hutan dan pemantauan wilayah rawan. Langkah ini dinilai efektif karena masyarakat setempat memiliki kedekatan langsung dengan area hutan.
Pendekatan berbasis komunitas juga dinilai mampu mempercepat respons ketika muncul potensi kebakaran, terutama di wilayah yang sulit dijangkau kendaraan pemadam.
Baca juga: Aklamasi! Muskab Pertina Kuningan Tetapkan Deden Kurniawan sebagai Ketua
Untuk memperkuat kesiapsiagaan, Paguyuban Silihwangi Majakuning juga telah menyalurkan bantuan alat pemadaman awal berupa waterjet shooter punggung kepada sejumlah kelompok tani hutan.
Peralatan tersebut digunakan untuk penanganan cepat ketika ditemukan titik api di lapangan, khususnya di medan lereng yang sulit diakses.
Dukungan terhadap langkah BPBD juga datang dari berbagai KTH di wilayah Majalengka, seperti KTH Caladi Sakti, Cikaracak, Ciremai Indah, hingga Argalingga dan Argamukti.
Ketua KTH Caladi Sakti, Suharman, menegaskan komitmen pihaknya untuk terus bersinergi dalam menjaga kawasan hutan.
“Ini bukan hanya soal kesiapsiagaan, tetapi juga tanggung jawab moral kami dalam menjaga kelestarian Gunung Ciremai,” katanya.
Baca juga: Kompol Eryda Kusumah Resmi Jadi Waka Polres Kuningan, Ini Perjalanannya
Dengan semakin kuatnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan sistem mitigasi karhutla di Majalengka menjadi lebih responsif dan adaptif, terutama menjelang puncak musim kemarau.
Langkah ini menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian kawasan hutan sekaligus melindungi lingkungan dan masyarakat sekitar dari ancaman kebakaran.(ale)














