Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPemerintahanUncategorized

Tugu Angklung Kuningan Dibangun Tanpa APBD, Bupati Dian: Jadi Ikon Budaya Baru

57
×

Tugu Angklung Kuningan Dibangun Tanpa APBD, Bupati Dian: Jadi Ikon Budaya Baru

Sebarkan artikel ini

KUNINGANid – Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, meninjau langsung pembangunan Tugu Angklung yang berada di ruas jalan Cipari–Cisantana, Kabupaten Kuningan, Jumat (13/3/2026).

Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan progres pembangunan berjalan sesuai rencana sekaligus menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga warisan budaya lokal yang menjadi identitas masyarakat Kuningan.

Dalam kesempatan itu, Bupati Dian menegaskan bahwa pembangunan tugu tersebut tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Proyek itu sepenuhnya berasal dari hibah Perumda BPR Bank Kuningan sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian budaya daerah.

“Pembangunan ini bukan dari APBD, melainkan hibah dari Bank Kuningan. Kami ingin budaya angklung tetap hidup dan menjadi kebanggaan masyarakat Kuningan,” ujar Dian.

Menurutnya, lokasi pembangunan tugu sangat strategis karena berada di jalur menuju kawasan wisata unggulan di wilayah selatan Kuningan. Kehadiran Tugu Angklung diharapkan dapat menjadi ikon baru yang memperkuat citra daerah sebagai destinasi wisata budaya di Jawa Barat.

Bupati Dian juga mengungkapkan bahwa dirinya telah berdiskusi dengan Menteri Kebudayaan mengenai pengembangan angklung sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia. Ia bahkan berharap suatu saat Kabupaten Kuningan dapat memiliki museum khusus angklung.

“Insya Allah Menteri Kebudayaan juga berencana datang ke Kuningan. Harapan saya ke depan, Kuningan bisa memiliki museum angklung sebagai pusat edukasi dan pelestarian budaya,” katanya.

Ia menambahkan, angklung memiliki sejarah panjang yang berkaitan erat dengan Kabupaten Kuningan. Salah satu tokoh seni dari daerah ini disebut memiliki peran dalam perkembangan angklung modern bersama maestro angklung, Daeng Soetigna.

Menurut Dian, perubahan tangga nada angklung dari sistem pentatonis menjadi diatonis merupakan tonggak penting yang membuat alat musik tradisional tersebut dikenal hingga mancanegara.

“Sejarah ini harus diketahui generasi muda. Jangan sampai mereka tercerabut dari akar budaya angklung yang sebenarnya sangat kuat di Kuningan,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda BPR Bank Kuningan, Dodo Warda, mengatakan pembangunan Tugu Angklung merupakan bentuk kontribusi nyata BUMD dalam mendukung program pemerintah daerah, khususnya di bidang pelestarian budaya dan pengembangan pariwisata.

Ia berharap tugu tersebut tidak hanya menjadi simbol budaya, tetapi juga mampu menarik minat wisatawan untuk berkunjung ke Kabupaten Kuningan.

“Ini bagian dari sinergi antara BUMD dan pemerintah daerah. Kami ingin bangunan ini memberi manfaat bagi masyarakat dan sekaligus memperkuat identitas budaya Kuningan,” kata Dodo.

Tugu Angklung tersebut direncanakan rampung dan diresmikan sebelum Hari Raya Idulfitri. Ke depan, keberadaannya diharapkan menjadi ikon baru yang memperkuat citra budaya serta mendukung perkembangan sektor pariwisata Kabupaten Kuningan.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *