Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaNasionalPemerintahanPolitik

Lapas Kuningan Gandeng MPR RI Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan kepada 150 Warga Binaan

63
×

Lapas Kuningan Gandeng MPR RI Sosialisasikan 4 Pilar Kebangsaan kepada 150 Warga Binaan

Sebarkan artikel ini

KUNINGANid – Upaya memperkuat nasionalisme dan wawasan kebangsaan di lingkungan pemasyarakatan terus digencarkan. Lapas Kelas IIA Kuningan menggelar Sosialisasi 4 Pilar MPR RI yang menghadirkan Wakil Ketua Badan Sosialisasi Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, Agun Gunandjar Sudrajat, Minggu (01/03).

Kegiatan yang berlangsung di Aula Lapas tersebut diikuti sekitar 150 warga binaan, serta dihadiri jajaran pejabat daerah dan pemasyarakatan. Hadir di antaranya Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat, Kusnali, serta Wakil Bupati Kabupaten Kuningan, Tuti Andriani.

Santri Sanlat DKM Al-Ashri Kuningan Bagikan 300 Takjil di Taman Cirendang

Dalam sambutannya, Kusnali mengajak warga binaan memanfaatkan bulan suci Ramadan sebagai momen refleksi dan peningkatan kualitas diri. Menurutnya, pembinaan di dalam lapas tidak hanya berorientasi pada kedisiplinan, tetapi juga penguatan karakter dan nilai kebangsaan.

“Nilai nasionalisme harus tumbuh selama masa pembinaan, sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Senada, Tuti Andriani mendorong para warga binaan menjadikan masa pembinaan sebagai titik balik kehidupan. Ia menekankan pentingnya semangat cinta tanah air serta komitmen memperbaiki diri demi masa depan yang lebih baik.

10 Hari Ramadan, Polres Kuningan Sita 17 Kendaraan dan 2 Sajam dari Dugaan Tawuran Remaja

Dalam sesi utama, Agun Gunandjar Sudrajat memaparkan materi 4 Pilar Kebangsaan, meliputi: Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara, UUD 1945 sebagai konstitusi, NKRI sebagai bentuk negara, Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan persatuan.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai tersebut tidak hanya dipahami secara teoritis, tetapi juga harus diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk selama menjalani masa pembinaan di lapas.

“Pemasyarakatan bukan akhir, melainkan proses pembentukan kembali karakter warga negara yang utuh,” tegasnya.

Polres Kuningan Ajak Pengendara Masuk Mako, Bukan Razia tapi Bagi 500 Takjil Gratis

Selain memberikan materi, Agun juga mendorong sinergi yang lebih erat antara Pemerintah Kabupaten Kuningan dan Lapas Kuningan dalam memperkuat program pembinaan kepribadian dan kemandirian.

Menurutnya, kolaborasi berkelanjutan akan mempercepat proses reintegrasi sosial warga binaan saat kembali ke tengah masyarakat.

Kepala Lapas Kelas IIA Kuningan, Sukarno Ali, menyampaikan apresiasi atas dukungan MPR RI dan pemerintah daerah dalam kegiatan tersebut.

“Kami berkomitmen memperkuat kerja sama lintas sektor agar pembinaan berjalan optimal dan berkesinambungan,” ujarnya.

Di Tengah Gelombang Industri Rebana, Kuningan Pilih Jadi Penopang Hijau: Ini Komitmen Tegas Bupati Dian

Kegiatan berlangsung tertib dan kondusif, dengan antusiasme tinggi dari para warga binaan. Melalui sosialisasi ini, diharapkan pemahaman tentang konstitusi dan nilai kebangsaan semakin mengakar sebagai bagian dari pembinaan karakter.

Program ini menjadi bagian dari langkah strategis memperkuat nasionalisme sekaligus mendukung keberhasilan reintegrasi sosial warga binaan di Kabupaten Kuningan.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *