Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaPemerintahanUncategorized

Tradisi Babarit Tundagan Hidup Kembali, Wabup Tuti Andriani Soroti Budaya dan Infrastruktur

44
×

Tradisi Babarit Tundagan Hidup Kembali, Wabup Tuti Andriani Soroti Budaya dan Infrastruktur

Sebarkan artikel ini

KUNINGANid – Tradisi Babarit di Desa Tundagan, Kecamatan Hantara, kembali digelar setelah vakum selama satu dekade. Momentum ini mendapat perhatian langsung dari Wakil Bupati Kuningan, Tuti Andriani, yang hadir pada Rabu malam (25/3/2026).

Kehadiran orang nomor dua di Kabupaten Kuningan itu menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam melestarikan budaya lokal sekaligus mempererat kebersamaan warga, termasuk para perantau yang pulang kampung.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Balai Desa Tundagan ini menjadi momen bersejarah bagi masyarakat. Tradisi Babarit yang sempat terhenti selama 10 tahun kini kembali dihidupkan oleh pemerintah desa dan warga.

Acara tersebut turut dihadiri Camat Hantara M. Reza, jajaran Forkopimcam, serta Kepala Desa Tundagan Sanudi bersama tokoh masyarakat dan agama.

Bupati Kuningan Warning ASN: Efisiensi Anggaran Wajib, Kinerja Jangan Kendur!

Dalam sambutannya, Wabup Tuti menyampaikan pesan dari Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, yang menekankan bahwa tradisi Babarit memiliki makna lebih dari sekadar ritual budaya.

“Babarit bukan sekadar tradisi, tetapi juga pengikat sosial yang memperkuat persatuan warga,” ujarnya.

Ia juga memberikan apresiasi atas upaya masyarakat Desa Tundagan dalam menjaga identitas budaya di tengah perkembangan zaman.

Arus Balik Lebaran Membludak, Primajasa Tambah 50 Armada

Selain menyoroti aspek budaya, pemerintah daerah juga merespons aspirasi masyarakat terkait pembangunan infrastruktur, khususnya perbaikan jalan desa.

Wabup menyampaikan komitmen bahwa pemerintah akan melakukan perbaikan, dengan mempertimbangkan kondisi cuaca agar pembangunan lebih maksimal dan tahan lama.

Arus Balik Membludak, Perjalanan Kuningan–Cirebon Tembus 3 Jam

Kegiatan Babarit ini diharapkan mampu memperkuat semangat gotong royong masyarakat serta menjadi fondasi dalam pembangunan desa yang berkelanjutan.

Pemerintah menilai, kemajuan desa harus tetap berpijak pada nilai budaya dan kearifan lokal agar identitas masyarakat tetap terjaga.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *