Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaOlahraga

Gesekan Suporter di Kuningan Berakhir Damai, Viking dan The Jak Mania Sepakat Berdamai

47
×

Gesekan Suporter di Kuningan Berakhir Damai, Viking dan The Jak Mania Sepakat Berdamai

Sebarkan artikel ini

KUNINGAN – Ketegangan antar suporter sepak bola di Kabupaten Kuningan mereda setelah aparat kepolisian memfasilitasi mediasi.

Polres Kuningan mempertemukan perwakilan pendukung Persib Bandung dan Persija Jakarta pada Senin (11/5/2026).

Mediasi berlangsung di ruang rapat Gedung Tatag Trawang Polres Kuningan.

Pertemuan berjalan sejak pukul 13.00 hingga 15.09 WIB.

Sejumlah pejabat kepolisian dan unsur TNI hadir dalam agenda tersebut.

Perwakilan Viking Distrik Kuningan, The Jak Mania Kuningan, Bobotoh Kuningan, dan komunitas lain juga mengikuti mediasi.

Kasi Humas Polres Kuningan AKP Mugiono menekankan pentingnya menjaga situasi tetap kondusif.

Ia meminta seluruh suporter tidak mudah terpancing provokasi.

“Kejadian kemarin harus menjadi pelajaran bagi kita semua. Perbedaan dukungan jangan dijadikan masalah besar,” ujarnya.

Ia mengingatkan besarnya basis massa kedua kelompok suporter rawan dimanfaatkan pihak luar.

Karena itu, ia meminta seluruh anggota komunitas lebih bijak.

“Mari dukung tim kebanggaan masing-masing dengan cara yang baik,” katanya.

AKP Mugiono juga mengajak suporter menjaga nama baik Kuningan.

Menurutnya, rivalitas sepak bola harus berhenti di lapangan.

Sementara itu, Satreskrim Polres Kuningan tetap melanjutkan proses hukum atas kejadian tersebut.

Petugas masih memeriksa korban dan sejumlah saksi.

Namun, polisi juga membuka ruang restorative justice jika kedua pihak sepakat.

Hasil mediasi menghasilkan sejumlah kesepakatan penting.

The Jak Mania Kuningan sepakat bertanggung jawab atas kerugian materiil dan biaya pengobatan korban.

Koordinasi juga dilakukan bersama pengurus The Jak Mania Cirebon.

Kedua kubu menandatangani surat pernyataan damai.

Mereka sepakat menjaga kondusivitas di wilayah Kuningan.

Isi kesepakatan menegaskan rivalitas hanya berlangsung selama pertandingan.

Di luar lapangan, seluruh suporter tetap bersaudara.

Mereka juga sepakat membangun forum komunikasi rutin.

Komitmen lain mencakup penolakan terhadap konten provokatif di media sosial.

Mediasi berlangsung aman dan tertib.

Polres Kuningan berharap kesepakatan ini menjadi titik balik hubungan antar suporter.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *