Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaEkonomiPemerintahan

Cikupa Bergerak Sendiri, Tuntut Keadilan Pengelolaan Wisata Waduk Darma

35
×

Cikupa Bergerak Sendiri, Tuntut Keadilan Pengelolaan Wisata Waduk Darma

Sebarkan artikel ini

KUNINGAN – Aksi unjuk rasa yang sebelumnya digadang-gadang melibatkan delapan desa penyangga di kawasan Waduk Darma akhirnya hanya diikuti satu desa. Pada Rabu (18/2/2026), warga Desa Cikupa, Kecamatan Darma, tetap turun ke lokasi wisata untuk menyuarakan tuntutan mereka kepada pengelola, PT Jaswita Jabar.

Sejak pagi, puluhan warga Cikupa berkumpul dengan pengawalan aparat kepolisian, TNI, serta Satpol PP. Mereka menilai pengelolaan kawasan wisata belum memberikan manfaat yang adil bagi seluruh desa terdampak genangan waduk.

Sebelumnya, aksi ini direncanakan sebagai gerakan bersama delapan desa di sekitar waduk. Namun, menjelang pelaksanaan, tujuh desa lainnya tidak hadir.

Informasi yang dihimpun menyebutkan, ketidakhadiran tersebut berkaitan dengan undangan audiensi yang dikirim manajemen PT Jaswita Jabar secara mendadak. Pertemuan itu dijadwalkan berlangsung Kamis (19/2/2026), untuk membahas polemik pengelolaan dan pembagian manfaat ekonomi dari kawasan wisata.

Langkah tersebut dinilai sebagian pihak sebagai upaya meredam eskalasi aksi massa.

Kepala Desa Cikupa, Meli Pemilia, tetap memimpin aksi sebagai bentuk komitmen kepada warganya. Dalam orasinya, ia menegaskan tidak ingin desanya tertinggal dalam memperoleh hak atas wilayah yang sebagian besar terdampak genangan waduk seluas 425 hektare.

Menurutnya, Cikupa tidak menuntut perlakuan yang sama persis dengan desa lain, namun meminta keadilan yang proporsional. Ia menyoroti perlunya ruang usaha yang lebih luas bagi masyarakat setempat.

Beberapa poin yang disuarakan warga Cikupa antara lain:

  • Pelibatan aktif BUMDes dalam pengelolaan wisata
  • Penyediaan lapak usaha bagi warga lokal saat akhir pekan dan musim liburan
  • Realisasi program CSR untuk anak yatim dan keluarga kurang mampu di Desa Cikupa

Warga berharap pengelolaan wisata Waduk Darma tidak hanya menguntungkan pihak tertentu, melainkan berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat sekitar.

Manajer Unit Waduk Darma PT Jaswita, Pipih, menemui massa dan memastikan aspirasi telah diterima. Ia juga mengonfirmasi bahwa Direktur Utama perusahaan akan hadir dalam audiensi bersama sembilan desa penyangga.

Pertemuan tersebut diharapkan menjadi ruang dialog terbuka untuk mencari solusi yang dapat diterima semua pihak.

Setelah menyampaikan aspirasi, massa Cikupa membubarkan diri secara tertib. Meski demikian, mereka menegaskan akan kembali mengawal hasil audiensi agar tuntutan benar-benar terealisasi.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *