Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaNasionalPemerintahan

Fadli Zon Resmikan Museum Cipari Kuningan, Dorong Transformasi Museum Jadi Ruang Edukasi dan Experience

42
×

Fadli Zon Resmikan Museum Cipari Kuningan, Dorong Transformasi Museum Jadi Ruang Edukasi dan Experience

Sebarkan artikel ini

KUNINGANid – Pemerintah terus mendorong perubahan paradigma pengelolaan museum di Indonesia. Museum kini tidak lagi diposisikan sekadar sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah, melainkan harus menjadi ruang edukasi, dialog, sekaligus memberikan pengalaman bagi pengunjung.

Hal tersebut disampaikan Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, saat meresmikan Museum Taman Purbakala Cipari pada Sabtu (4/4/2026).

Menurutnya, transformasi museum menjadi lebih interaktif merupakan langkah penting agar masyarakat, khususnya generasi muda, dapat merasakan nilai sejarah secara lebih dekat.

“Orang datang ke museum harus mendapatkan experience, bukan sekadar melihat benda,” ujarnya.

Ia juga menegaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa dengan peradaban yang sangat tua. Hal ini dibuktikan melalui berbagai temuan arkeologis, termasuk di Situs Purbakala Cipari yang berasal dari era megalitik dan neolitik.

“Situs seperti Cipari ini harus terus dijaga dan dikembangkan sebagai bagian dari identitas bangsa,” tambahnya.

Selain meresmikan museum, sebelumnya Menteri Kebudayaan juga mendorong revitalisasi sejumlah cagar budaya di Kuningan, di antaranya Gedung Naskah Linggarjati dan Gedung Sjahrir.

Transformasi museum, lanjutnya, mencakup penguatan peran kurator dan edukator, pemanfaatan teknologi digital, serta integrasi dengan dunia pendidikan dan industri kreatif.

Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Barat, Retno Raswanto, menjelaskan bahwa revitalisasi Museum Cipari telah dilakukan sejak Desember 2025 dengan fokus pada penataan ruang pamer.

“Ke depan, museum ini diharapkan menjadi ruang belajar aktif, khususnya bagi generasi muda,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar, menyebut momentum ini sebagai langkah strategis dalam memperkuat posisi daerah sebagai destinasi wisata budaya dan edukasi.

“Kuningan bukan hanya wilayah administratif, tetapi ruang peradaban dengan sejarah panjang yang luar biasa,” katanya.

Ia juga menilai kehadiran Menteri Kebudayaan menjadi dorongan penting bagi pengembangan sektor budaya di tengah berbagai keterbatasan.

“Ini menjadi energi bagi kami untuk terus membangun kebudayaan sebagai fondasi pembangunan daerah,” tambahnya.

Usai peresmian di Cipari, rombongan melanjutkan kunjungan ke Paseban Tri Panca Tunggal untuk melihat langsung pelestarian nilai budaya yang masih hidup di masyarakat.

Kunjungan kemudian dilanjutkan ke Gedung Kesenian Kuningan sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem seni dan budaya di daerah.

Diketahui, kunjungan Menteri Kebudayaan ini merupakan tindak lanjut dari audiensi Pemerintah Kabupaten Kuningan ke kementerian beberapa waktu lalu. Acara peresmian turut dihadiri Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani, jajaran Forkopimda, anggota DPR RI, tokoh budaya, serta para pelajar.(ale)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *