KUNINGAN – Wakil Bupati Kuningan Tuti Andriani menutup kegiatan Orientasi Anggota Baru (OAB) Angkatan ke-32 Ikatan Mahasiswa Kuningan (IMK) Wilayah Cirebon di Aula Kopi Lendot, Jalan Pakuwon, Desa Sadamantra, Kecamatan Jalaksana, Kabupaten Kuningan, Minggu (14/6/2026).
Terdapat 30 peserta yang mengikuti kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Tuti mengapresiasi IMK Wilayah Cirebon yang telah menyelenggarakan OAB serta mengucapkan selamat kepada seluruh peserta.
Baca juga: Dapur MBG di Kuningan Mulai mendapat pengawasan ketat, Ini Alasannya
Menurut Tuti, OAB bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter, penanaman nilai kebersamaan, dan penguatan identitas mahasiswa.
“OAB bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebagai bagian dari proses pembentukan karakter, penanaman nilai kebersamaan, dan penguatan identitas sebagai mahasiswa,” ujarnya.
Ia menegaskan, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan akademik di ruang kelas. Sebaliknya, mahasiswa juga perlu mengembangkan kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama tim, dan kepekaan sosial.
Karena itu, Tuti menilai organisasi kemahasiswaan seperti IMK menjadi wadah yang tepat untuk melatih berbagai kemampuan tersebut.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa tugas utama mahasiswa tetap menuntut ilmu dengan sungguh-sungguh.
“Kampus adalah tempat menempa kemampuan intelektual, memperluas wawasan, dan membangun kompetensi yang kelak akan menjadi bekal dalam mengabdi kepada masyarakat,” tandasnya.
Baca juga: Tita Andrie: Muscab Demokrat Kuningan Harus Lahirkan Pemimpin Berintegritas, Bukan Sekadar Adu Dukungan
Tuti juga berpesan agar peserta yang mendapatkan ilmu, pengalaman, dan nilai-nilai selama OAB dapat menjadi bekal untuk menjadi generasi unggul, berdaya saing, dan memiliki kepedulian terhadap daerah serta bangsa.
Sementara itu, Ketua Umum IMK Wilayah Cirebon Muhammad Wirya Nur F menjelaskan bahwa OAB merupakan gerbang awal dalam proses berorganisasi bagi mahasiswa.
Menurutnya, IMK hadir sebagai organisasi primordial yang menjadi wadah bagi mahasiswa asal Kuningan untuk mengembangkan kapasitas diri dan memperkuat kebersamaan.
Ia mengatakan, selama tiga hari dua malam, para peserta mendapatkan pembinaan melalui berbagai materi, baik secara teoritis maupun praktis.
Melalui kegiatan tersebut, harapannya peserta dapat mengaplikasikan ilmu untuk kehidupan sehari-hari. Selain itu, OAB juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat perjuangan mahasiswa dalam menimba ilmu dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa depan.
Tak hanya itu, mahasiswa juga diharapkan mampu membangun sinergi dengan pemerintah daerah untuk ikut mendorong kemajuan Kabupaten Kuningan.
“Jadilah agent of change. Tugas pokok mahasiswa itu belajar di kampus dan menimba ilmu. Setelah belajar, kawan-kawan menjadi utusan-utusan untuk ikut serta memajukan Kabupaten Kuningan,” pungkasnya.














